Tanda Bahaya Kehamilan : Menurut Medis (Lengkap)

0
1318

Tanda bahaya kehamilan adalah berbagai kondisi yang secara medis dapat membahayakan kehamilan, baik terkait kondisi ibu dan juga kondisi janin. Kehamilan adalah hal yang sangat membahagiakan bagi seseorang ibu.

Sebagai ibu yang baik, hendaknya harus mengetahui kodnsi berbahaya saat hamil, dan komplikasi yang dapat terjadi pada ibu dan janin. Mengetahui komplikasi dan risiko ini akan membantu mengurangi risiko terkena bahayanya.

Tanda Bahaya Kehamilan

  1. Kram Perut dengan Bercak darah

Kram perut disertai dengan bercak darah atau perdarahan mengindikasikan adanya keguguran. keguguran biasanya terjadi sekitar 20% dari semua kehamilan. Hal ini tentu sangat berbahaya. Kondisi ini dapat terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini tidak dapat dicegah namun dapat turunkan faktor risikonya dengan berhati-hati dalam aktifitas dan makan makanan/minum minuman.

  1. Perdarahan hebat di trimester pertama

Perdarahan hebat dan nyeri pelvis berat, pada trimester pertama kehamilan dapat mengindikasikan terjadinya kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang terfertilisasi menempel di tuba fallopi, dan akhirnya tumbuh disana. Secara normal janin tumbuh di uterus. Jika tidak dideteksi dan diobati, akan memicu kematian kaerna memicu pecahnya tuba dan perdarahan internal hebat.

  1. Mudah Harus dan Sering Buang Air Kecil

Diabetes gestasional dapat terjadi ketika kehamilan memasuki trimester kedua, dan membuat ibu tidak dapat memproduksi insulin yang cukup. Akibatnya gejala diabetes muncul seperti mudah lapar, mudah haus dan sering buang air kecil disertai kelemahan. Pada kondisi ini biasanya diberikan obat antidiabetes atau insulin tergantung pertimbangan dokter yang merawat anda.

  1. Depresi dan Sedih Berat

Perasaan sedih yang tidak hilang-hilang mengindikasikan depresi, dan dapat terjadi ketika sedang hamil. Gejala tambahan meliputi perubahan poa makan, nafsu makan, merasa tidak berguna, mudah marah, dan tidak ingin hamil. Pengobatan meliputi support keluarga dan suami yang utama ditambah medikamentosa sebagai pelengkap.

  1. Perdarahan Vagina Hebat

Ketika ibu hamil mengalami perdarahan vagina dengan nyeri perut dan nyeri tekan pada rahum maka mengindikasikan adanya abruptio plasenta. Kondisi ini terjadi dimana plasenta terdorong keluar dari rahim, dan janin kekurangan oksigen. Jika kasusnya ringan, maka istirahat dibutuhkan. Jika berat, maka lebih dari setengah plasenta terpisah, dan terminasi kehamilan (mengakhiri kehamilan dengan melahirkan) diperlukan untuk menyelematkan nyawa.

  1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi adalah tanda dari pleeklamsia dimana kondisi yang terjadi pada kehamilan dengan usia lebih dari 20 minggu. Gejalanya meliputi  pandangan kabur, tekanan darah tinggi lebih dari 140/90, pusing kepala dan nyeri perut.

Baca Juga:  Abruptio Plasenta (Solusio Plasenta)

Pada kebanyakan kasus, perlu dilakukan tindakan penurunan tekanan darah. Terminasi kehamilan menjadi pilihan dan tidak berbahaya jika usia kehamilan lebih dari 37 minggu meskipun bayi lahir lebih awal. Jika usianya belum 37 minggu, maka ibu bed rest dengan pengobatan penurunan tekanan darah. Tekanan darah tinggi pada kehamilan dapat menyebabkan eklamsia (kejang pada kehamilan).

  1. Kontraksi dan Keluar Cairan dari Vagina

Ibu yang sedang hamil 37 minggu sangat mungkin untuk lahir preterm. Tanda nya meliputi kram perut yang meluas hingga punggung, kontraksi, penekanan pada panggul dan peningkatan cairan vagina. Pada kondisi ini ibu harus istirahat atau bed rest serta bila ditemukan tanda bahaya, segera ke dokter.

  1. Mual dan Muntah Hebat

Mual dan muntah hebat adalah tanda dari hiperemesis gravidarum. Biasanya muncul pada minggu awal kehamilan. Karena ibu mual dan muntah, maka dehidrasi, penurunan berat badan dan lemas pada ibu dapat terjadi. Pada kondisi ini anda harus tetap makan dan minum uang berfizi serta bila kondisi memburuk, haruslah ke dokter untuk penanganan muntah yang tidak terkendali.

  1. Lemah lesu terus-terusan

Lemah lesu sering berkaitan dengan anemia. Anemia terjadi ketika sel darah merah jumlahnya menurun ditunjukkan dengan kadar hemoglobin rendah. Gejalanya meliputi lemah lesu, nafas susah dan tampak pucat. Pada kondisi ini perbanyaklah mengkonsumsi tablet besi, asam folat dan jika Hb sangat rendah diperlukan tranfusi darah.

  1. Perdarahan pada trimester akhir

Perdarahan pada trimester akhir mengindikasikan adanya kelainan plasenta previa, dimana plasenta menutupi lubang rahim. Gejalanya bisa perdarahan tanpa nyeri selama trimester kedua hingga ketiga. Jika masih terjadi, maka harus ke rumah sakit karena berbahaya lahir preterm.

Baca Juga:  Hamil 1 dan 2 minggu : Panduan Lengkap Kehamilan

Kapan harus ke Dokter Tanda Bahaya Kehamilan

  • Tangan, kaki, dan wajah membengkak tiba-tiba.
  • Nyeri dan sensasi terbakar pada hemilan, terutama dengan nyeri punggung dan demam
  • Nyeri kepala hebat lebih dari beberpa jam
  • Pandangan kabur, dan terdapat bayangan atau pelangi atau pandangan dobel (ganda)
  • Perdarhaan vagina dan keluar cairan dari vagina yang tidak biasa
  • Air sedikit, dan keluar cairan bening, atau keluar cairan hijau kecoklatan
  • Pergerakan bayi tidak seperti biasa, atau anda tidak dapat merasakan gerakan bayi
  • Pada hamil minggu awal, terjadi nyeri dan kram perut hebat.
  • Suhu lebh dari 38 derajat celcius atau lebih
  • Setelah jatuh dan perut terbentur sesuatu yang keras
  • Kehausan tetapi kesulitan minum
  • Gatal-gatal seluruh tubuh tanpa sebab yang jelas
  • Merasa sakit pada kehamilan usia akhir kehamilan

Sangat penting anda memeriksakan rutin kehamilan anda ke dokter terdekat anda. Mengetahui tanda bahaya akan membuat anda semakin waspada, cermat, dan meningkatkan pengetahuan anda terkait kehamilan. Dengan ini anda dapat menghindari hal yang berbahaya tersebut. Salam sehat bunda hamil sehat sekalian.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here