Plasenta Previa

0
2145

Plasenta previa adalah adanya plasenta yang terimplantasi pada segmen bawah uterus. Sering terjadi pada fase awal kehamilan, tetapi sering tidak berkaitan dengan adanya perdarahan.


ETIOLOGI

Plasenta yang terimplantasi pada segmen bawah uterus, bagian bawahnya akan atropi, sedangkan pada bagian atas (upper) plasenta akan hipertropi, menghasilkan migrasi dari plasenta. Plasenta previa angka kejadianya sekitar 0,5% dari kehamilan yang terjadi.

Gejala plasenta previa terjadi ketika painless (tanpa rasa nyeri), dan perdarahan terjadi. Perdarahan terjadi akibat avulsi dari vili chorion, akibat implantasi plasenta yang tidak normal di segmen bawah uterus. Plasenta tersebut teregang (Strechting), dan semakin meregang semasa masa kehamilan.


FAKTOR RISIKO

Faktor risiko dari plasenta previa diantaranya riwayat plasenta previa sebelumnya, kehamilan ganda (kembar)/ multiple gestation. Faktor risiko lain dapat terjadi seperti multiparity, dan kehamilan dengan usia tua.


MANIFESTASI KLINIS

Tanda dan gejala dari plasenta previa adalah painless (tanpa nyeri) dan perdarahan pada trimester ketiga, selama istirahat maupun aktivitas. Perdarahan dan painless bersifat tiba-tiba tanpa ada tanda/warning sebelumnya. Dapat juga dipicu oleh trauma, coitus (penetrasi penis), maupun pemeriksaan bimanual/spekulum. Uterus nontender dan nonirritable.


DIAGNOSIS

Penegakkan diagnosis dari plasenta previa adalah berdasarkan adanya painless (tanpa nyeri) pada trimester ketiga kehamilan dengan perdarahan dan dengan pembuktian USG kehamilan menunjukkan implantasi plasenta pada segmen bawah uterus. Ada yang menyebutkan darah plasenta previa lebih segar dibanding darah pada abruptio plasenta.


KLASIFIKASI

Ada beberapa klasifikasi dari plasenta previa, diantaranya :

  1. Plasenta previa total : plasenta previa total sering disebut dengan complete atau central previa. Pada plasenta previa tipe ini ditemukan plasenta secara komplit menutup bagian internal cervic (leher rahim). Ini merupakan letak yang paling berbahaya karena sangat berpotensi menimbulkan perdarahan hebat.
  2. Plasenta Previa parsial : plasenta previa ditemukan menutupi sebagian internal cervic.
  3. Pasenta previa marginal : plasenta previa tipe ini memiliki nama lain low-lying previa. Dimana plasenta menutup tepi internal cervic, tetapi tidak sampai menutupi ostium uteri interna. Hanya sampai tepi saja.
Baca Juga:  Nefrolithiasis – Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

plasenta-previa


TATALAKSANA

Tatalaksana dan menejemen dari plasenta previa diantaranya :

  1. SC emergency : sc emergensi dilakukan apabila ditemukan maternal, atau fetal jeopardy setelah stabilisasi dari ibu.
  2. Concervative in hospital observation : dilakukan manajemen bed rest (istirahat) pada kehamilan preterm, jika maternal dan fetus kondisinya stabil dan perdarahan minimal. Implantasi plasenta yang tidak normal dikonfirmasi dengan sonogram, dan ganti darah yang hilang dengan Intravena kristaloid atau tranfusi darah jika dibutuhkan.
  3. Vaginal delivery : dilakukan apabila tepi bawah plasenta lebih dari 2 cm dari internal cervical os.
  4. SC elektif : dilakukan apabila ibu stabil, setelah terjadi maturitas paru-paru terjadi yang dibuktikan dengan amniosentesis. Biasanya pada minggu ke 36 usia kehamilan.

KOMPLIKASI

Apabila plasenta previa terjadi over previous uterin scar, vili dapat menginfasi ke myometrium dan menjadi plasenta acreta. Akibatnya perdarahan sangat sulit diatasi, dan membutuhkan cesarean hysterektomi. Profound hipertensi dapat menyebabkan pituitari anterior nekrosis (sheehan syndrom) atau akut tubular nekrosis.


REFERENSI

Eimar, PS. Et Al. 2005. Kaplan Medicine USMLE Step 2 CK, Lecture Note Obstetrics and Gynecology. 2005-2006 edition. Kaplan Inc.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here