Ketahui Penyebab Penyakit Flu Burung dan Gejalanya (Avian Influenza)

Penyakit flu burung pernah menjadi momok menakutkan di Indonesia dan menyerang organ pernafasan manusia dan dapat menimbulkan kematian. Terlebih sumber dari penyakit ini berasal dari unggas di sekitar kita.

Flu burung sendiri merupakan salah satu jenis infeksi virus dan biasanya ditemukan pada unggas. Akan tetapi, virus tersebut justru bermutasi, sehingga mampu memberikan masalah kepada manusia yaitu menyerang sistem pernafasan manusia tersebut. Gejala flu burung mirip dengan masuk angin.

Bacaan Lainnya

Gejala yang dirasakan oleh seseorang penderita penyakit flu burung tersebut tidak bisa disamakan karena memiliki perbedaan satu sama lain. Namun, tidak bisa diremehkan karena memiliki potensi yaitu dapat membahayakan nyawa.

Penularan penyakit ini biasa terjadi apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan unggas yang sebelumnya sudah terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi apabila mengonsumsi unggas yang kurang masak.

Hal menjadi satu kekhawatiran para ahli yaitu adanya mutasi dari virus tersebut. Terlebih hasil mutasi sebelumnya sudah memberikan dampak kepada kesehatan manusia. Oleh sebab itu, hal ini sangatlah mengkhawatirkan.

Penyebab Terjadi Penyakit Flu Burung

Tentu ada penyebab dari kemunculan flu burung, sehingga pembaca perlu mempertimbangkan penyebab-penyebab tersebut untuk menghindari masalah yang akan terjadi. Apalagi penyakit terbilang cukup berbahaya.

Secara umum penyakit ini berasal dari unggas, namun setiap jenis unggas memiliki pembagian jenis. Untuk jenis-jenis yaitu seperti A(H9N2), A(H5N1), dan A(H7N9). Sedangkan pembagian tersebut terganting dari protein di dalamnya.

Akan tetapi virus dari penyakit flu burung yang sering ditemukan di dalam tubuh manusia yaitu bertipe H5N1. Sedangkan virus tersebut biasanya berasal dari hewan ternak, sehingga dalam kondisi ini Anda perlu berhati-hati.

Baca Juga:  Hiperkalsemia : Gejala hingga Tatalaksana

Sedangkan proses penyebaran yang berlangsung yaitu ketika manusia melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan feses unggas tersebut. Bahkan dari liur dan cairan dari unggas juga bisa menyebab penularan.

Namun, beberapa kasus penularan juga bisa terjadi melalui kontak udara pada area sekitaran unggas itu berada. Meskipun kejadian seperti ini terbilang cukup jarang terjadi, tetapi tetap harus berhati-hati dan sebaiknya antisipasi dengan masker.

Dalam memasak unggas juga perlu diperhatikan karena hal ini juga bisa penyebabkan penularan virus. Biasanya hal tersebut terjadi apabila unggas sudah dalam kondisi sakit, sedangkan pengonsumsi memakan masakan yang kurang matang.

Gejala-gejala yang Dialami Penderita Penyakit Flu Burung

Tentu terdapat beberapa gejala-gejala yang harus diperatikan, sehingga Anda harus segera pergi ke dokter. Sedangkan untuk beberapa gejala tersebut hampir seperti halnya serangan penyakit flu biasa.

Akan tetapi, sedikit tambahan dari gejala seseorang yang terserang virus H5N1 atau penyakit flu burung yaitu menimbulkan masalah pada organ pencernaan. Biasanya gejala ini muncul setelah masuk ke 2 sampai 8 hari.

Secara signifikan gejala tersebut terlihat apabila si pasien mengalami demam tinggi yaitu mencapai suhu lebih dari 38 derat. Hal tersebut juga dibarengi dengan batuk-batuk, radang tenggorokan, kesulitan bernapas, Suara serak dan lain sebagainya.

Tentu dalam kondisi ini bisa dikatakan cukup jarang ditemukan oleh pasien yang menderita flu biasa. Setidaknya dalam kondisi tersebut, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter terdekat untuk mencegah menyebarnya virus di dalam tubuh.

Sementara untuk gejala-gejala tambahan yang juta indikasi masuknya virus flu burung yaitu meliputi muntah, sakit perut, mimisan, infeksi mata, diare, dan lain sebagainya. Apabila terjadi secara bersamaan, Anda wajib untuk mengkonsultasikannya ke dokter.

Baca Juga:  Gagal Jantung (CHF) : Gejala, Klasifikasi dan Pengobatan

Adanya gejala-gejala tidak normal tersebut memang belum menjamin bahwa virus ini menyerang. Akan tetapi, tidak ada salahnya bagi penderitanya untuk mengantisipasinya demi menghindari penyakit flu burung yang cukup berbahaya ini. Pengobatan flu dengan alami dapat dilakukan untuk meringankan gejala.

Referensi:
You-Son Li. 2019. Avian influenza viruses in humans: lessons from past outbreaks
Pantin-Jackward, MJ. 2009. Pathogenesis and pathobiology of avian influenza virus infection in birds

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *