Perbedaan Signs and Symptoms : Tanda dan Gejala

0
3644

Perbedaan signs and symptoms sering ditanyakan karena sains adalah komponen kedokteran yang sangat berkembang cepat, yang mana mengenal tanda dan gejala. Ilmu kedokteran berfokus pada alat diagnosis, teknik diagnosis, peran antibodi dan lainnya.

Namun hal dasar yang perlu diketahui dokter adalah signs and symptoms, atau tanda dan gejala. Sekarang sangat penting mengidentifikasi pasien, dan membuat diagnosis tepat berdasarkan tanda dangejala tersebut. Berikut penjelasannya.

Perbedaan Signs and Symptoms

  1. Signs (Tanda)

Signs dari penyakit tidak bergantung pada persepsi, tetapi lebih ke progresifitas penyakit. Sign dapat berupa tanda positif dan tanda negatif. Sign patognomonis adalah tanda yang memberikan kejelasan terhadap penyakit. Tanda ini digunakan untuk eliminasi gejala.

Sign bersifat obyektif, artinya berdasarkan pemeriksaan dokter dan tenaga kesehatan dan tidak bergantung pada persepsi. Contohnya : kadar gula darah, tekanan darah, jenis luka, suhu tubuh, palpasi benjolan (keras, lunak, bulat, ukuran) dan lainnya.

  1. Symptoms (Gejala)

Symptoms adalah keluhan pasien yang sekarang muncul dan dikonsultasikan. Ini didasarkan pada persepsi personal pasien, dan tergantung pada observasi. Ini juga sangat vital dan penting untuk membuat diagnosis. Tahap pertama konsultajesi adalah Keluhan utama atau gejala utama, dan gejala tambahan.

Symptoms bersifat subyektif, dan tergantung dari persepsi pasien. Contoh symptoms adalah pasien merasa demam, pasien merasa nyeri, pasien merasa batuk, pasien merasa pusing, dan lainnya yang di penuhi persepsi pasien.

Perbedaan signs and symptoms

Kedua baik signs dan symptoms digunakan dalam proses diagnosis, dan ada observer inter dan intra. Keduanya sangat bergantung waktu pemeriksan, derajat keparahan penyakit dan stadium penyakit. Symptoms harus di jauhkan dari gejala psikiatri seperti disosiasi, psikosomatis, malingering dan lainnya.

Baca Juga:  Pemeriksaan Thorax (Paru-Jantung) dan Intepretasi

Signs sangat komprehensif, dan baik sebelum investigasi, sedangkan symptoms membutuhkan analisis lebih lanjut. Intinya keduanya tidak dapat terpisahkan. Biasanya kita tahu gejalanya, baru kita periksa tandanya.

Signs lebih bersifat obyektif pemeriksaan dokter, sedangkan symptoms lebih pada gejala yang dipersepsikan pasien dan orang lain tidak mengetahuinya kecuali pasien yang merasakan.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here