Jenis Vitamin A biru dan merah : Manfaat hingga Efek samping

0
1483

Jenis vitamin A biru dan merah dimana vitamin A biru berisi dosis 100.000 IU diberikan pada balita usia 6-11 bulan, sedangkan vitamin A merah berisi dosis 200.000 IU diberikan pada balita usia 12-60 bulan.

Untuk memudah mengingatnya, biru itu uang lima puluh ribu rupiah, merah itu seratus ribu rupiah. Dosisnya adalah dua kali nominal uang, sehingga vitamin A biru setara 50.000 x 2 = 100.000 IU, sedangkan vitamin A merah 100.000 x 2= 200.000 IU.

Vitamin A adalah vitamin yang larut lemak dan berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin A ini berperan penting untuk menjaga kesehatan penglihatan, fungsi syaraf neurologis, kesehatan kulit dan lainnya. Karena berfungsi sebagai antioksidan, maka akan melawan terhadap radikal bebas. Mengkonsumsi antioksidan tinggi akan memperlambat proses penuaan.

Antioksidan berfungsi menguatkan tulang, mengatur gen, menjaga kesehatan kulit, memperlancar pembelahan sel dan menguatkan imunitas tubuh. Beberapa sumber vitamin A seperti telur, susu, wortel, Hati (Liver), sayuran bayam, dan lainnya.

Sumber Vitamin A Alamiah

Vitamin A ditemukan dalam dua bentuk primer, vitamin A aktif dan beta caroten. Vitamin A berasal dari turunan hewan dan disebut retinol. Bentuk lain vitamin A terdapat pada sayuran dan buah-buahan dalam bentuk Pro Vitamin A, carotenoid yang diubah menjadi retinol setelah makanan tercerna.

Beta caroten adalah jenis carotenoid yang ditemukan pada tanaman, yang membutuhkan diubah menjadi vitamin A aktif. Penelitian menunjukkan antioksidan pada vitamin A menjadi sumber sehat, berupa manfaat kesehatan mata, menjaga imunitas tubuh, dan mempercepat pertumbuhan sel. Vitamin A ini ditemukan pada buah, sayuran dan makanan alamiah serta suplemen.

Akibat Kekurangan Vitamin A

Vitamin A merupakan esensial untuk penghliahan, pertumbuhan tulang, kesehatan kulit dan perlingungan terhadap mukosa membran pencernaan, pernafasan dan saluran kemih terhadap infeksi. Kekurangan vitamin A menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara asia tenggara termasuk indonesia, baik pada anak dan ibu hamil.

Baca Juga:  Perbedaan ASI dan Susu Formula terbaik (Update)

Ini dapat menjadi masalah serius bagi anak-anak, karena kekurangan vitamin ini dapat mengganggu penglihatan dan kebutaan. Ini juga meningkatkan risiko penyakit, dan kematian. Anak juga lebih mudah terserang penyakit seperti diare dan campak.

  1. Buruknya Kesehatan Mata

Kekurangan vitamin A dapat memicu penebalan kornea dan sering memicu kebutaan. Keratomalasia adalah kondisi yang datang dari defisiensi vitamin A kronis, dan terjadi pada kedua mata (bilateral). Tipe defisiensi ini berhubungan dengan asupan, dan gangguan penyerapan. Gejala awal dari keratomalasia adalah kebutaan malam hari dan mata kering disertai mata berkabut, kornea menipis dan sering berkedip. Kornea yang menipis tanpa pengobatan maka memicu ruptur dan perubahan degeneratif jaringan dan memicu kebutaan.

  1. Kerusakan Kulit Prematur

Kekurangan vitamin A dapat memicu kulit kering, berkeriput dan menebal. Keratinisasi kulit terjadi ketika sel epitel tidak lembut dan menjadi keras dan kering. Penebalan ini dapat terjadi pada saluran pernafasaan, saluran cerna dan saluran kemih.

  1. Infeksi Saluran Pernafasan

Infeksi saluran nafas dapat terjadi ketika imunitas tubuh terganggu akibat kekurangan vitamin A.  retardasi mental dan infeksi sering terjadi pada anak, dan angka kematiannya diekspekasikan 50% dengan kekurangan vitamin A kronis.

  1. Risiko pada Kehamilan

Untuk ibu hamil, kebutuhan vitamin A sangat tinggi selama trimester ketiga. Paling sering defisiensi vitamin A terjadi pada waktu ini. Wanita hamil dapat terjadi kebutaan bila kekurangan vitamin A.

Manfaat Vitamin A

  1. Melindungi Kesehatan Mata

Vitamin A terdiri dari molekul radhopsin yang aktif ketika sinar memasuki retina dan mengirimkan sinyal ke otak sehingga dapat melihat. Beta karoten, bentuk vitamin A pada tanaman, berperan mencegah degenerasi makular yang berkaitan dengan kebutaan.

Pada penelitian, seseorang degan risiko penyakit yang mengkonsumsi vitamin A, C, E zat besi dan tembaga akan menurunkan risko degerenasi makuler sebesar 25% selama 6 tahun. Tetes vitamin A juga sangat efektif untuk pengobatan mata kering. Pada penelitian lain di canada, vitamin A dapat memperlambat progresifitas penyakit stargrard.

  1. Meningkatkan Imunitas

Beberapa fungsi sistem imun tergantung dari kecukupan vitamin A. gen yang mengatur respon imun diatur oleh vitamin A, sehingga berguna untuk melawan berbagai penyakit termasuk batuk pilek. Beta karote adalah antioksidan yang membantu sistem imun dan mencegah penyakit kronis. Vitamin A terutama membantu imunitas pada anak. Penelitian di London menemukan, suplementasi vitamin A akan menurunkan mortalitas 24%. Defisiensi vitamin A berkaitan dengan infeksi, diare dan campak.

  1. Melawan Radang (Inflamasi)

Vitamin A menjadi penetral radikal bebas yang memicu kerusakan sel dan jaringan. Vitamin A dapat mencegah sel menjadi lebih aktif. Ketika sistem imun bereaksi terhadap protein, maka akan muncul reaksi alergi dan inflamasi. Vitamin A akan menurunkan risiko terjdai alergi makanan. Penurunan kadar peradangan juga berhubungan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti penyakit parinson dan penyakit alzeimer.

  1. Memperbaiki Kesehatan Kulit

Vitamin A sangat penting untuk penyembuhan luka dan penyembuhan kulit. Ini dibutuhkan untuk perkembangan epitel kulit baik internal dan eksternal serta melawan kanker kulit. Vitamin dibutuhkan untuk membentuk glikoprotein. Kekurangan vitamin A dapat memicu buruknya kompleksi yang dapa memicu jerawat. Vitamin A juga membuat mukosa dan kerutan berkurang dengan memproduksi kolagen. Selain itu vitamin A juga berkontribusi untuk kesehatan rambut.

  1. Mencegah Kanker

Vitamin A dapat mengobati beberapa jenis kanker dan mengontrol malignansi. Asam retinoad berperan perkembangan sel dan diferensiasi pengobatan kanker. Kanker kulit, paru-paru, prostat, payudara, ovarium, mulut dan kanker kandung kemih dapat ditekan dengan asam retinoat (vitamin A). peneliti menemukan data terbaru yang mengindikasikan mekanisme molekuler asam retinoat dalam mengendalikan sel kanker.

Baca Juga:  Suntik Meningitis : Panduan Manfaat hingga Efek Samping

Sumber terbaik Vitamin A dan rekomendasi pemberian vitamin A

Berikut list sumber terbaik vitamin A, diantaranya : Hati kerbau atau kambing atau ayam atau sapi, wortel, kentang, bayam, brokoli, mentega, telur, melon, ikan tuna, dan. Mangga. Berikut rekomendasi pemberian vitamin A setiap harinya:

  • Anak-anak 1-3 tahun : 300 mcg/hari
  • Anak-anak 4-8 tahun : 400 mcg/hari
  • Anak-anak 9-13 tahun : 600 mcg/hari
  • Dewasa lebih dari 14 tahun perempuan : 700 mcg/hari
  • Dewasa lebih dari 14 tahun laki-laki : 900 mcg/hari
  • Ibu Hamil : 750-770 mcg/hari
  • Ibu menyusui : 1200-1300 mcg/hari

Suplemen Vitamin A kapsul merah dan Biru:

  • Kapsul Biru : berisi 100.000 IU, diberikan pada anak usia 6-11 bulan
  • Kapsul Merah : berisi 200.000 IU, diberikan pada anak 12-60 bulan

Efek samping Vitamin A

Dosis tinggi vitamin A dapat membayakan tubuh karena tubuh mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A. efek samping tersebut meliputi defek lahir, penurunan densitas tulang dan masalah liver. Konsumsi berlebih juga memicu penyakit kuning (Jaundice), mual, penurunan nafsu makan, rewel, muntah dan rambut rontok.

Ada juga toksisitas berupa kulit kering, nyeri sendi, pusing berat, konfusi, dan muntah. Suplemen A dapat berinterkasi dengan obat seperti pil KB, pengencer darah seperti coumadin, obat jerawat seperti accutane, dan obat kanker. Demikian pembahasan tentang vitamin A, harapan kami konsumsilah vitamin A sesuai anjuran, karena mempunyai manfaat yang besar bagi anda, putra-putri anda dan keluarga anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here