Imunisasi ketika anak sakit : Boleh atau Tidak?

0
367

Imunisasi ketika anak sakit sering menjadi pertanyaan ayah dan bunda bagi putranya yang ingin imunisasi atau vaksinasi namun sedang menderita sakit tertentu. Prinsipnya, sakit ringan biasanya tidak menjadi alasan untuk menjadwalkan ulang vaksinasi. Dapat diberikan vaksin yang aman untuk anak anda.

Anak dengan Sakit ringan masih menerima vaksin termasuk demam

Kebanyakan petugas kesehatan membatalkan dan menjadwalkan ulang vaksinasi ketika anak sedang sakit seperti kekakuan leher, nyeri perut dan demam grade rendah. Tetapi berdasarkan rekomendasi dari CDC dan american academy of family physycan dan american academy of pediatrics mengatakan bahwa sakit ringan tidak menjadi alasan membatalkan vaksinasi (imunisasi).

Anak masih dapat vaksinasi, meskipun anak mengalami:

  • Demam grade rendah
  • Batuk pilek ringan
  • Infeksi telinga (otitis media)
  • Diare ringan

Tidak ada manfaat kesehatan dengan menunda vaksinasi untuk anak anda jika sakitnya ringan. Sangat penting bagi anak untuk menerima vaksin tepat waktu. Untuk menentukan seorang anak dapat divaksinasi atau tidak memang harus dengan pemeriksaaan dari dokter yang merawat.

Imunisasi tidak membuat sakit anak bertambah parah

Sistem imunitas anak dapat merespon jutaan antigen setiap harinya. Antigen dapat mengenali bakteri dan virus yang menyebabkan tubuh anak memproduksi antibodi untuk melawannya. Vaksin mempunyai fraksi tipis dari antigen pada anak yang dapat dilawan alamiah. Sehingga sistem imun dapat mengendalikan vaksin untuk membentuk imunitas terhadap penyakit dan melawannya pada saat diserang.

Vaksin tidak membuat gejala perburukan, tetapi beberapa vaksin ada efek samping ringan seperti demam ringan, kemerahan dan nyeri area suntikan, bengkak kecil area suntukan dan rasa tidak nyaman. Obat anti nyeri dapat meredakan efek samping ringan tersebut.

Baca Juga:  Efek Samping Kemoterapi yang Wajib diKetahui [Lengkap]

Vaksinasi Aman dan efektif ketika diberikan pada anak dengan sakit ringan

Sakit ringan tidak berefek pada respon tubuh terhadap vaksin. Vansik memberikan perlundungan pada anak dengan sakit ringan sehingga senantiasa terjaga kesehatannya.

Anak dengan konsumsi antibiotik dapat menerima Imunisasi

Antibiotik berfungsi untuk melawan bakteri. Anak mungkin membutuhkannya untuk pengobatan penyakit yang dideritanya seperti radang tenggorokan bakterial, dan infeksi telinga. Antibiotik tidak akan berefek pada tubuh anak dan respon terhadap vaksin. Anak yang mengkonsumsi antibiotik tidak perlu menunda vaksinasi.

Obat antiviral akan melawan virus. Antiviral mungkin berefek pada tubuh anak ketika berespon terhadap beberapa vaksin. Jika anak mengkonsumsi obat antiviral, seperti Tamiflu, penundaan pemberian vaksin dapat dilakukan.

Penyakit serius dapat berefek pada vaksin

Anak dengan sakit ringan hingga berat, dengan atau tanpa demam membutuhkan penundaan terhadap vaksinasi hingga kondisinya membaik. Anak tidak boleh menerima vaksin terutama bila:

  • Penyakit kronis (seperti kanker)
  • Imunitas tubuh lemah (seperti sedang pengobatan kemoterapi, atau transplantasi)
  • Reaksi alergi berat terhadap dosis pemberian vaksin sebelumnya atau terhadap bahan baku vaksin.

Jika anak memiliki penyakit serius, dan kondisi medis tertentu, hubungi dokter terdekat anda. Dokter akan membantu menentukan vaksin mana yang dapat diberikan, kapan waktu pemberiannya, dosis pemberiannya dan segala hal pemberiannya untuk melawan kesehatan anak.

Referensi: CDC, American Academy of Family Physician, American Academy of pediatrics, 2014. Vaccines when your child sick.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here