Tekanan Darah Rendah : Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

0
1253

Tekanan darah rendah disebut juga hipotensi, dimana tekanan darah sistolik dan diastolik dibawah 90/60 mmHg dan memunculkan gejala seperti lemah lesu, kelelahan dan pusing. Darah akan menekan dinding pembuluh darah menghasilkan tekanan darah disetiap detak jantung. Darah rendah terkadang sangat mengganggu dan memicu gejala kelemahan, keletihan dan kepala nyeri.

Tekanan darah diukut ketika denyut jantung, pada periode istirahat antara detak jantung. Pengukuran ini dengan alat spygmomanometer (tensi meter) pada arteri ketika ventrikel jantung mengalamifase sistolik. Pengukuran pada fase istirahat disebut fase diastolik.

Sistol menyuplai tubuh dengan darah, sedangkan diastol mengembalikan darah ke jantung dan pengisian arteri koronaria jantung. Tekanan darah ditulis dengan batas batas dan bawah, yakni sistol per diastolik. Hipotensi pada dewasa didefinisikan sebagai tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

Setiap orang tekanan darah dapat turun sewaktu-waktu. Seringnya tidak memicu gejala yang terlihat. Kondisi ini dapat memanjang periode darah rendah dan menjadi berbahaya bila tidak diobati. Penyebab darah rendah diantaranya:

  • Sedang hamil, karena peningkatan kebutuhan darah dari ibu dan perkembangan janin
  • Kehilangan darah dalam jumlah yang besar misal karena perdarahan
  • Sirkulasi tubuh yang buruk, misal serangan jantung dan penyakit katup jantung
  • Kelemahan dan kondisi syok disertai dehidrasi
  • Syok anafilaktik, dan reaksi alergi berat
  • Infeksi pada darah
  • Penyakit endokrin seperti diabetes, penyakit tiroid, dan insufisiensi adrenal.

Obat-obatan juga dapat menyebabkan tekanan darah turun. Beta-bloker dan nitrogliserin, diuretik, antidepresan trisiklik, dan obat disfungsi ereksi dapat juga menyebabkan darah rendah (hipotensi). Beberapa orang dengan hipotensi tanpa penyebab yang jelas. Bentuk ini disebut dengan hipotensi asimtomatis kronis, dan tidak berbahaya.

Baca Juga:  Hiperkalemia (Gejala, EKG, dan Tatalaksana)

Gejala Tekanan Darah Rendah

Seseorang dengan hipotensi akan mengalami gejala bila tekanan darah dibawah 90/60 mmHg. Gejala dapat tergantung derajat keparahan dan sering membuat rasa tidak nyaman. Gejala dari darah rendah meliputi:

  • Lemah lesu
  • Pusing kepala terutama ketika melihat kepala
  • Mual
  • Depresi
  • Penurunan kesadaran
  • Pandangan kabur

Jenis Tekanan Darah Rendah

  1. Hipotensi Orthostatik

Hipotensi orthostatik adalah tekanan darah turun yang terjadi ketika anda berpindah posisi dari duduk, atau berbaring ke berdiri. Sering ditemukan pada semua usia. Perubahan posisi akan memicu pusing dan pada beberapa orang muncul sensasi melihat bintang di sekitar kepala.

  1. Hipotensi Postprandial

Hipotensi postprandial adalah tekanan darah turun yang terjadi setelah makan. Ini termasuk jenis hipotensi orthostatik. Pada wanita tua, terutama dengan penyakit parkinson, sering terjadi hipotensi jenis ini.

  1. Hipotensi Neural

Hipotensi jenis ini terjadi ketika anda berdiri terlalu lama seperti ketika upacara bendera. Anak lebih sering mengenai hipotensi ini dibandingkan orang dewasa. Kejadian emosional juga dapat menurunkan tekanan darah.

  1. Hipotensi Berat

Hipotensi berat berhubungan dengan syok. Syok terjadi ketika organ anda tidak cukup mendapat darah dan oksigen untuk berfungsi dengan baik. Hipotensi berat dapat mengancam jika dan membutuhkan penanganan gawat darurat.

Pengobatan Tekanan Darah Rendah

Cara mengobati darah rendah tergantung dari penyebab yang mendasari dari darah rendah tersebut. Pengobatan meliputi medikamentosa dari penyakit jantung, diabets dan infeksi. Minum air putih dapat mencegah hipotensi karena dehidrasi terutama pada pasien yang diare dan muntah.

Menjaga hidrasi tubuh akan mengobati dan mencegah gejala dari hipotensi Neural. Jika tekanan darah turun ketika berdiri dalam waktu lama, maka segeralah duduk. Cobalah kurangi stress untuk menghindari trauma emosional.

Baca Juga:  Pemasangan Pacemaker Jantung : Prosedur dan Risiko

Pengobatan hipotensi orthostatik dengan melambatkan pergerakan. Ketika berdiri dengan cepat, maka cobalah berdiri pelan-pelan. Anda dapat mencegah hipotensi orthostatik dengan tidak duduk bersila. Hipotensi karena syok, adalah kondisi yang serius dan membutuhkan penanganan segera.

Tim gawat daruratakan memberikan pasien cairan, dan produk darah untuk meningkatkan tekanan darah dan menstabilkan tanda vital. Demikian pembahasan tentang tekanan darah rendah. Bila ada pertanyaan, silahkan tulis pada kolom konsultasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here