AWAS Penularan difteri melalui Terompet Tahun Baru

0
547

Terompet tahun baru sering diperjual belikan terutama saat memasuki pergantian tahun. Pergantian tahun saat pukul 00.00 WIB, biasanya masyarakat indonesia dirayakan dengan meniup terompet. Ironisnya, saat membeli terompet tentu saja terompet tersebut biasanya sudah dicoba sebelumnya oleh pembuat dan penjualnya. Hal ini akan berisiko tertularnya berbagai penyakit.

Dewasa ini, indonesia sedang KLB (Kejadian Luar Biasa) penyakit difteri. Diferi adalah infeksi bakteri serius yang mengenai mukosa membran hidung dan tenggorokan, yang memicu tenggorokan sakit, demam, pembengkakan kelenjar, dan kelemahan. Penularannya melalui udara, dan ludah. Akibatnya orang yang bergantian meniup terompet, akan berisiko tertular penyakit difteri.

Bagaimana Penularan Difeteri melalui terompet tahun baru?

Difteri disebabkan kuman corynebakterium difteri. Biasanya difteri bermultiplikasi di mukosa membran dan penularannya melalui:

  1. Ludah dan dahak : ketika seorang bersin dan batuk, akan mengeluarkan dahak yang terkontaminasi, akhirnya orang sekitar akan menghirup kuman ini. Difteri akan menyebar secara efisien dan memperburuk kondisi kesehatan. Jalur inilah yang terjadi ketika ludah penderita mengenai terompet, kemudian ditiup bergantian.
  2. Bahan terkontaminasi : seseorang biasanya mendapat difteri dari memegang sesuatu dari yang terinfeksi menggunakan jaringan, minum minuman bersama dengan tidak mencucinya dulu, dan kontak dengan barang yang digunakan penderita, termasuk terompet tahun baru.
  3. Alat terkontaminasi : benda-benda lain juga dapat memicu penularan difteri, yaitu handuk, mainan, piring, gelas, sendok dan lainnya.

Siapa yang paling berisiko tertular difteri melalui terompet tahun baru?

Seseorang yang berisiko terkena difteri adalah:

  1. Anak atau orang dewasa yang tidak melakukan imunisasi difteri
  2. Berganti-ganti barang, termasuk terompet lebaran
  3. Orang dengan tinggal didaerah yang kumuh dan sanitasi yang buruk
  4. Seseorang yang berkunjung di daerah endemik difteri
Baca Juga:  7 Manfaat Jus Wortel bagi Kesehatan Anda [Terbaru]

Difteri memang sering terjadi pada negara berkembang, dimana ketaatan imunisasi dan vaksinasi difteri relatif rendah termasuk di Indonesia. Vaksinasi penting, dan mencegah penularannya juga penting. Termasuk menghindari penularan melalui terompet tahun baru. Jika tidak diobati, difteri akan menyebabkan masalah serius.

Pertama, gangguan nafas. Difteri akan menyebabkan bakteri memproduksi toksin. Toksi ini akan merusak jaringan terutama pada hidung dan tenggorokan. Pada saat ini, infeksi terjadi, membran putih abu-abu terbentuk dari sel mati, bakteria, dan dapat menyumbat saluran nafas. Sering ditemukan di belakang mulut dekat dengan amandel (tonsila).

Kedua, kerusakan jantung. Toksin difteri dapat menyebar ke aliran darah, dan merusak sel tubuh seperti sel otot jantung, dan menyebabkan komplikasi yang disebut dengan myocarditis. Kerusakan syaraf dari myocarditis dapat ringan dan memicu abnormalitas ringan pada EKG, hingga memicu gagal jantung dan kematian mendadak.

Ketiga, kerusakan syaraf. Toksin akan merusak syaraf penderita. Syaraf targetnya adalah syaraf ditenggorokan, dimana memicu kesulitan menelan. Syaraf di tangan dan kaki juga akan meradang, dan memicu kelemahan otot. Jika toksin merusakan syaraf pembantu pernafasan, maka akan memicu paralisis dan memicu gagal nafas hingga akhirnya meninggal.

Apa sebaiknya yang harus kita lakukan?

Perayaan tahun baru tidak harus dengan meniup terompet. Isilah kegiatan anda dengan hal yang bermanfaat, seperti membaca alQuran, beribadah, bersilaturahim dan kegiatan berfaedah lainnya. Risiko tinggi dari penuralan difteri melalui terompet lebaran, menjadi ancaman bagi kita.

Evaluasi status imunisasi anda, anak anda dan keluarga anda. Pastikan sudah lengkap, dimana pada anak diberikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15-18 bulan dan 4-6 bulan. Untuk dewasa, diberikan berupa booster setiap 10 tahun sekali. Terakhir, tetaplah jaga kesehatan anda dan keluarga anda.

Baca Juga:  Pantangan Ibu Hamil : Makanan dan Minuman (lengkap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here