Tanda Kekurangan Vitamin Menurut Ilmu Kedokteran

Gejala Kurang Vitamin

0
50

Tanda kekurangan vitamin menjadi gejala adanya defisiensi kebutuhan vitamin pada tubuh yang berarti kebutuhannya yang banyak atau penyediaannya yang kurang di tubuh. Diet nutrisi yang seimbang akan memberikan banyak manfaat. Disisilain, kekurangan nutrien akan menyebabkan gejala yang buruk. Gejala ini muncul di tubuh karena kekurangan vitamin dan mineral. Kenali gejalanya sehingga anda dapat mengetahui anda kekurangan vitamin apa.

Tanda Kekurangan Vitamin

  1. Rapuhnya Rambut dan Kuku

Berbagai faktor dapat menyebabkan rapuhnya kuku dan rambut. Hal ini karena tubuh kekurangan biotin. Biotin disebut juga dengan vitamin B7, yang membantu mengubah makanan menjadi energi. Kekurangan biotin sangat jarang, tetapi bila terjadi, maka penipisan, pencabangan, dan kerapuhan rambut dan kuku dapat terjadi. Gejala lainnya diantaranya kelemahan kronis, nyeri otot, kram dan kesemutan pada kaki dan tangan.

Wanita hamil, perokok berat, dan peminum alkohol menjadi risiko kekurangan biotin. Penggunaan antbiotik dan obat antikejang dapat menjadi risiko juga. Makan telur mentah juga dapat memicu kekuragan biotin, dimana telur putih mentah mengandung avidin, protein yang mengikat biotin dan dapat mencegah penyerapannya.

Makanan yang kaya akan kandungan biotin adalah telur kuning, daging merah, ikan, kacang, bayam, brokoli, kentang dan pisang. Orang dewasa dengan rambut rapuh dapat mencoba mengkonsumsi biotin setidaknya 30 mikrogram sehari.

  1. Ulkus Mulut atau Bibir Pecah-pecah

Lesi di sekitar mulut sering berhubungan dengan intake yang tidak cukup dari vitamin dan mineral. Ulkus mulut, sering berupa luka bibir pecah-pecah karena tubuh kekurangan zat besi dan vitamin B. Penelitian menunjukkan, sekitar 28% orang dengan ulkus mulut memiliki kekurangan vitamin B1, B2 dan B6.

Angular chelitis adalah kondisi yang disebabkan pecah-ecah di sudut mulut, dapat berdarah, dan disebabkan dehidrasi dan kekurangan vitamin B. Makanan yang kaya zat besi seperti ikan, daging, dan sayuran juga terkandung vitamin B1, B2 dan B6. Jika anda mengalami gejala ini, cobalah memasukkan makanan tersebut dalam diet anda.

  1. Perdarahan Gusi

Terkadang sikat gigi yang kasar akan menyebabkan perdarahan gusi, tetapi kekurangan vitamin C juga dapat menyebabkan perdarahan Gusi. Vitamin C berfungsi membantu penyembuhan luka, meningkatkan imun, dan bekerja sebagai antioksidan yang mencegah kerusakan sel. Tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, artinya membutuhkan asupan dari makanan.

Baca Juga:  Penyebab Pusar Bernanah : Gejala hingga Mengobati

Kekurangan vitamin C jarang pada individu dengan konsumsi buah segar dan sayuran. Banyak orang gagal makan buah yang cukup dan sayuran setiap harinya. Ini menjelaskan mengapa banyak penelitian sekarang menunjukkan rendahnya vitamin C pada 13-30% populasi.

Mengkonsumsi vitamin C yang sedikit  dalam waktu lama dapat memunculkan gejala defisiensi, termasuk perdarahan gusi dan lepasnya gigi. Kondisi kekurangan vitamin C berat dapat memicu scorbut/scurvy yang menekan imunitas, melemahkan otot dan membuat lemas tubuh. Selain itu membuat luka lama sembuh, kulit kering, dan mimisan. Maka yakinlah mengkonsumsi vitamin C setidaknya 2 buah dan sayuran 3-4 porsi setiap harinya.

  1. Penglihatan Buruk dan Munculnya Putih pada Mata

Nutrisi yang buruk dapat menyebabkan masalah penglihatan. Rendahnya asupan vitamin A dapat berhubungan dengan kebutaan, dan penurunan melihat pada ruang gelap. Ini kaerna vitamin A dibutuhkan untuk memproduksi rhodopsin, sebuah pigmen yang ditemukan di mata yang membantu anda melihat saat malam hari. Jika tidak diobati, maka dapat memicu xeroftalmia, kondisi dimana kornea rusak dan memicu kebutaan permanen.

Gejala lain dari xeroftalmia adalah bitot spot, adanya peninggian, berbusa, di konjunctiva. Sumber vitamin A terbaik adalah daging, telur, ikan, sayuran dan lainnya. Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan toksik. Gejala toksisitas vitamin A berupa mual dan pusing, serta iritasi kulit, sendi dan tulang. Pada kondisi serius dapat memicu koma dan kematian.

  1. Kulit Terkelupas dan Ketombe

Dermatitis seboroik dan ketombe menjadi bagian gangguan kulit karna produksi minyak di tubuh. Gejala berupa gatal, dan kulit terkelupas. Ketombe sering ditemukan pada kulit kepala, sedangkan dermatitis seboroik ditemukan pada wajah, dada atas, ketiak dan selangkangan.

Penelitian menunjukkan bahwa kedua kondisi tersebut sangat sering terjadi. Sekitar 42% anak dan 50% dewasa mengalami ketombe dan dermatitis seboroik. Ketombe dan dermatitis seboroik disebabkan banyak faktor, termasuk rendahnya asupan zat besi, vitamin B3, B2, dan B6. Mekanismenya belum diketahui secara pasti. Makanan yang tinggi vitamin B3, B2 dan B6 adalah telur, daging, ikan, dan sayuran hijau.

  1. Rambut Rontok

Rambut rontok menjadi gejala paling sering dimana terjadi pada 50% laki-laki dan wanita dengan usia lebih dari 50 tahun. Makanan berikut ini dapat memperlambat dan mencegah rambut rontok, diantaranya:

  • Zat Besi : mineral ini membuat DNA termasuk DNA di folikel rambut. Terlalu sedikit zat besi dapat menyebabkan rambut berhenti tumbuh dan rontok.
  • Zinc : mineral ini penting untuk sintesis protein dan pembelahan sel, dua proses yang dibutuhkan pertumbuhan rambut. Rambut rontok dapat karena kekurangan zinc.
  • Asam Linoleat : tiga asam lemak esensial untuk pertumbuhan rambut.
  • Vitamin B3 : vitamin ini penting untuk menjaga rambut sehat. Alopecia sebuah kondisi rambut rontok, dan salah satu tanda kekurangan vitamin B3.
  • Vitamin B7 : biotin dapat mencegah rambut rontok.
Baca Juga:  Malaria (Overview) : Etiologi, Gejala dan Tatalaksana

Daging, ikan, telur dapat menjadi sumber terbaik zat besi dan zinc. Vitamin B3 (niacin) banyak terkandung pada ikan, daging, gandum, dan sayuran. Banyak suplemen yang dapat mencegah rambut rontok, ternyata mengandung nutrisi diatas. Suplemen tersebut akan mempercepat tumbuh rambut, mengurangi rambut rontok.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here