Perbedaan Otitis Media dan Otitis Eksterna

0
490

Perbedaan otitis media dan otitis eksterna terletak pada anatomi telinga, dimana pada otitis media terjadi peradangan pada telinga tengah, sedangkan otitis eksterna terjadi peradangan pada telinga luar (bukan daun telinga). Otalgia atau nyeri telinga sering terjadi baik dewasa dan anak-anak. Ini berasal dari penyebab lokal.

Tergantung bagian telinga yang terlihat, penyebab lokal dapat dikategorikan menjadi otitis media dimana melibatkan cavitas telinga tengah dan otitis eksterna yang melibatkan telinga bagian luar. Pada bahasan kali ini, kita akan membedakan otitis media dan eksterna berdasarkan, penyebab, anatomi, patologi, manifestasi kliis, pemeriksaan dan pengobatannya.

Perbedaan Otitis Media dan Otitis Eksterna

  1. Otitis Media

Otitis media adalah adanya peradangan (inflamasi) pada telinga tengah, yaitu saluran eustasius, telinga tengah, antrum, dan tulang mastoid, termasuk tiga tulang pendengaran yaitu maleus, incus dan stapes. Tergantung durasinya, maka dibedakan menjadi fase akut dan fase kronis. Fase akut otitis media biasanya disebabkan infeksi virus saluran nafas, yang menginvasi ke telinga tengah.

Biasanya orang dengan otitis media pada fase awal akan muncul gejala nyeri telinga, dan penurunan pendengaran yang mengganggu tidurnya. Pasien juga mengalami demam tinggi. Pada fase supurasi, nyeri telinga menjadi parah dan dapat memicu pecahnya membran timpani. Hal ini akan memyebabkan mastoiditis akut, abses subperiosteal, paralisis fasial, labirinitis, petrositis, meningitis, abses ekstradural, abses otak, dan tromboplebitis sinus lateral.

Otitis media kronik berasal dari pembentukan koleastom yang bisa kongenital dan didapat. Komplikasi dari otitis media kronis sama dengan fase akut seperti nyeri, komplikasi intrakranial, kelemahan wajah, dan meningitis. Erosi pada canalis semisirkularis, akan memicu gejala vertigo.

Otitis media akut didiagnosis jika membran timpani terlihat meradang, kemerahan dan menonjol dengan pemeriksaan otoskopi. Bercak kuning pada membran timpani menandakan ada ruptur imminen. Pada otitis media kronis, perforasi membran tempani dapat terjadi sentral dan perifer. X-ray mastoid, CT-scan tulang temporal, kultur, dan audiogram digunakan untuk mendiagnosis komplikasi dan pendengaran.

Baca Juga:  Otitis Eksterna Maligna (OEM) : Gejala hingga Pengobatan

Tatalaksana dari otitis media meliputi, terapi antibiotik, dekongestan, analgetik, pembersihan telinga, myringotomy, dan mengobati infeksi pendukung seperti mengobati tonsilitis, adenoid, alergi pada hidung, dan tindakan pembedahan.

Pada otitis media akut, prognosisnya sangat bagus jika tidak terjadi komplikasi. Meskipun anak-anak sering terjadi episode rekurensi, otitis media dengan efusi dan otitis media kronik sangat berisiko tinggi berkembang CHL dan SNHL.

  1. Otitis Eksterna

Otitis eksterna yakni adanya peradangan pada telinga luar dan lubang telinga. Ini dibagi berdasarkan penyebab infektif dan reaktif. Kelompok infektif meliputi bakterial, jamur, dan inveksi virus yang meliputi otitis eczzematosa eksterna, otitis eksterna seboroik dan neurodermatitis.

Biasanya pasien dengan otitis eksterna muncul nyeri telinga dan memberat ketika telinga disentuh dan ditekan. Penekanan pada tragus akan menyebabkan nyeri khas pada otitis eksterna akut. Pasien juga dapat muncul cairan dari telinga dan gatal. Adanya debris dan nanah disertai pembengkakan meatal akan memicu CHL.

Pada pemeriksaan otoskopi, tampakk pertumbuhan filamentosa hitam dan infeksi candida dengan plak krim putih. Tatalaksana dari otitis eksterna akut bersifat simtomatis, termasuk analgetik, antibiotik, kompres hangat, dan membersihkan telinga.

Prognosis otitis eksterna baik jika berespon terhadap pengobatan, tetapi komplikasi dapat terjadi bila tidak berhasil pengobatannya. Pada pasien lansia diabetes dan menggunakan obat immunosupresi, komplikasi lebih sering terjadi seperti otitis eksterna maligna atau otitis eksterna Necrotizing.

Kunci Perbedaan Otitis Media dan Otitis Eksterna

  • Otitis media peradangan pada telinga tengah, sedangkan otittis eksterna terjadi peradangan pada telinga luar dan lubang telinga.
  • Otitis media dihasilkan dari infeksi, sedangkan otitis eksterna sering disebabkan lesi reaktif seperti dermatitis pada kulit lubang telinga, dan memasukkan benda asing di telinga
  • Menekan tragus akan menyebabkan nyeri dan menjadi diagnosis otitis eksterna akut
  • Otitis media jika berkomplikasi menyebabkan CHL dan SNHL sedangkan otitis eksterna akan terjadi CHL sementara.
Baca Juga:  Perbedaan Anisositosis dan Poikilositosis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here