Menghafal Al-Quran mencegah Penyakit Alzeimer

0
735

Apa itu Penyakit Alzeimer?

Alzeimer disease adalah penyakit yang terkait dengan gangguan kognitif, dan tingkah laku sehingga dapat berefek pada sosial dan aktivitas sehari-hari. Penyakit alzeimer, dikatakan terdapat plak yang berkembang di hipokampus otak.

Hipokampus adalah struktur di otak yang mengkode pembentukan memori dan berkaitan dengan korteks serebri dalam berfikir dan membuat keputusan. Mekanisme dan berasal darimana plak tersebut sampai saat ini belum diketahui.


Bagaimana gejala dari alzeimer disease?

Seseorang dengan alzeimer disease biasanya dalam tampakan klinis tampak normal. Tetapi apabila sudah lama menderita alzeimer, maka gejala akan muncul. Gejala yang dapat muncul diantaranya : kehilangan memori/ingatan, mudah lupa, kebingungan terhadap tempat, berbicara lambat, kesulitan dalam menghitung uang, memiliki keputusan dan judgement yang rendah, mood mudah berubah, dan tingkat kecemasan yang meningkat.

Pada gejala yang lebih berat, dapat disertai dengan gangguan mengingat dan mengenali teman dan keluarga, kesulitan berfikir logis, dan mengorganisis sesuatu, kesulitan membaca, menulis dan menghitung angka. Kadang juga dapat disertai dengan halusinasi, delusi dan paraonoid.

Halusinasi adalah gejala dimana seseorang melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata keberadaannya. Delusi adalah seseorang melihat benda yang berubah tidak sebenarnya. Contoh delusi adalah ketika melihat kabel, yang dilihat adalah ular.

Gejala lebih berat lagi, berupa kehilangan berat badan, kejang, infeksi kulit, kesulitan menelan, gemetar, mudah tertidur, dan tidak dapat mengontrol urinasi dan defekasi sehingga membuat sering mengompol dan BAB sembarangan.


Bagaimana Hubungan menghafal Alquran terhadap Memory dan Alzeimer?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Reem Al-Attas, Secondary school di Jeddah Saudi arabia, jurnal yang diterbitkan oleh Elsevier Inc tahun 2011, dengan DOI: dx.doi.org/10.1016/j.jalz.2011.05.1831 diungkapkan telah dilaukan penelitian tentang al-quran dan ingatan. Penelitian tersebut meneliti efek religiusitas dan menghafal alquran sebagai faktor dalam daya ingat/memori.

Baca Juga:  Olahraga Pada Trimester Pertama yang Aman Dilakukan

Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mencari hubungan antara kegiatan religius yakni menghafal alquran dan ketajaman memori otak. Dalam penelitian tersebut, didapatkan hipotesis bahwa alquran adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam membentuk kekuatan ingatan melalui dua jalur yakni jalur spiritual dan religiusitas.

Orang yang menghafal alquran dikatakan mempunyai memori lebih kuat dibanding dengan yang tidak dan orang yang menghafal alquran mempunyai kemungkinan sangat kecil dan minimal terhadap gangguan memori dan penyakit terkait dengan memori dan ingatan.

Dalam penelitian tersebut, dilakukan terhadap 580 orang dari laki-laki dan perempuan dengan usia 20-40 tahun. Setengah dari mereka berupa yang mempunyai religiusitas tinggi dan penghafal alquran, dan setengah lainnya religiusitasnya rendah dan bukan penghafal al-quran. Kemudian dilakukan tes dengan quisioner dan two tes, dimana quisioner berisi pertanyaan tentang faktor-faktor yang terkait dengan memori dan daya ingat.

Two test (TYM/ test your memory) digunakan dan sebelumnya ditranslete ke bahasa arab dan telah mendapat ijin dan persetujuan dari author di addenbrooke hospital, cambridge UK. Tingkatan dari two tes ini adalah antara A sampai F, dimana nilai A menandakan paling baik, sedangkan F adalah paling rendah.

Hasil dari penelitian tersebut kemudian dilakukan uji chi-square untuk membandingkan antara hasil A di kedua kelompok penelitian, yakni kelompok religius penghafal quran dan kelompok non religius non penghafal quran. Subhanallah, hasil penelitian tersebut menunjukkan kelompok religius dan penghafal alquran mendapat hasil A lebih banyak pada kedua tes dan perbedaannya sangat signifikan.

Dalam jurnal tersebut akhirnya disimpulkan bahwa hipotesis terbukti bahwa alquran adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam membentuk kekuatan ingatan melalui dua jalur yakni jalur spiritual dan religiusitas. Orang yang menghafal alquran mempunyai memori lebih kuat dibanding dengan yang tidak dan orang yang menghafal alquran mempunyai kemungkinan sangat kecil dan minimal terhadap gangguan memori dan penyakit terkait dengan memori dan ingatan.

Baca Juga:  Sindrom Piriformis : Gejala hingga Tatalaksana

Opini dan Pandangan Penulis

Berdasarkan penelitian tersebut memang dikatakan manfaat besar dan sangat baik apabila kita menghafal alquran, dimana akan meningkatkan intelegensi, menguatkan memori dan mengurangi kerusakan dan kehilangan ingatan (memori). Ini adalah penelitian awal, dan kami mengajak para cendikiawan mari kita teliti lebih jauh terkait Al-Quran terutama dalam menghafal alquran terkait dengan kesehatan.

Banyak sekali rahasia-rahasia Alloh SWT yang masih belum terungkap dan diperlukan penelitian lebih lanjut. insyaAlloh, dengan meneliti lebih lanjut dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. Jika ada sumber lain, pengalaman menarik dengan al-quran, kejadian diluar nalar atau apapun tentang al-quran, silahkan tulis dikomentar dan sampaikan kepada kami semua. Semoga bermanfaat.


Referensi:

Albert MS, et al 2011. The diagnosis of mild cognitive impairment due to Alzeimer disease : Recomendations from National Institute of Aging-Alzeimers Assicoation workgroups on diagnostic guidelines fot alzeimer disease. Alzeimer and dementia, 7 (3) 270-279.

Marder K, 2012. Dementia and memory loss. In JCM Brust ed Current Diagnosis and treatment neurology, 2nd ed, pp 78-101, New York: McGrawHill.

Reem AL-Attas, 2011. The Quran and Memory (study of the effect of religiosity and memorizing quran as a factor on memory, Publised by Elsevier Inc. DOI: dx.doi.org/10.1016/j.jalz.2011.05.1831

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here