Karada Scan : Cara Kerja hingga Intepretasi (Lengkap)

0
355

Karada scan adalah alat pengukur indek masa tubuh, estimasi presentase massa otot, estimasi lemak tubuh, estimasi lemak visceral (lemak perut) dan estimasi usia sel menggunakan metode Bioelektrical impedan. Dewasa ini alat ini meningkat penggunaannya karena sangat praktis digunakan terutama untuk skrining kesehatan secara umum.

Mengetahui kondisi tubuh berarti anda mengetahui komposisi tubuh untuk membantu pencapaian fitness anda. Berbeda dengan monitor komposisi tubuh yang mengukur kaki ke kaki, alat karada ini mengukur tubuh dari tangan ke kaki. Caranya sangat mudah dimana di set alat, kemudian pasien berdiri di atas timbangan dan memegang tuas seperti pedal, tunggu sebentar hingga keluar hasilnya.

Prinsip Cara Kerja Karada Scan

Alat ini menggunakan algoritma yang berfokus pada metode Bioelektrik Impedansi, terhadap tinggi badan, berat badan, usia dan jenis kelamin. Apa itu metode bioelektrikal impedansi?berikut uraiannya dengan jelas.

Metode Bioelektrikal Impedansi adalah pengukuran komposisi tubh dengan sensor full body dan scala yang mengestimasikan presentase lemak tubuh. Ingat disini adalah estimasi, sehingga bukan kadar secara pasti dan akuratnya. Kadar lemak secara pasti diukur dengan pemeriksaan laboratorium.

Otot, darah, tulang dan jaringan tubuh terkandung banyak air sehingga dapat mejadi media konduksi listrik dengan mudah. Pada tangan, lemak tubuh tidak tersimpan banyak air, sehingga konduktisitasnya sedikit. Sensor full body dari monitor komposisi tubuh ini mengirimkan gelombang elektrik sebesar 50 kHz dan kurang dari 500 mikro Ampere melalui tubuh untuk menentukan jumlah air disetiap jaringan. Karena sangat kecil, maka anda tidak akan merasakan sensasi kesetrum.

Rasio dari kadar air pada tubuh bagian atas dan bawah dapat berubah. Ini artinya impedansi elektrikal tubuh juga bervariasi. Jika air lebih banyak di kaki, maka pembacaan lemak tubuh foot to foot menjadi salah. Alat karada ini mengukur dari kedua tangan dan kaki, sehinnga mengurangi pengaruh pergerakan air dalam komposisi tubuh sehingga hasilnya lebih akurat.

Baca Juga:  Jenis Osteoporosis : Primer, Sekunder, OI dan IJO

Intepretasi Hasil Karada Scan

  1. Indeks Massa Tubuh (IMT)

Indeks massa tubuh adalah pengukuran perbandingan antara berat badan (Kg-Kilogram) per tinggi badan (m-meter) kuadrat. IMT ini sangat reliabel untuk mengukur kadar lemak tubuh meskipun tidak mengukur secara langsung, peneliti menunjukkan adanya korelasi IMT terhadap lemak tubuh.

Rumus IMT manual : Berat badan / (Tinggi badan x Tinggi badan)

Berikut tabel intepretasinya:

IMT (Indeks Massa Tubuh) Intepretasi berdasarkan WHO
Kurang dari 18.5 Berat badan kurang
18.5 sampai 25 Normal
25 sampai 30 Berat badan berlebih
30 atau lebih Obesitas
  1. Lemak Tubuh

Lemak tubuh memiliki peran penting dalam menyimpan energi dan melindungi organ internal tubuh. Terdapat dua jenis lemak tubuh. Pertama lemak esensial yang disimpan dalam jumlah sedikit di tubuh. Kedua lemak yang digunakan selama aktifitas fisik. Terlalu banyak lemak tubuh menjadi tidak sehat, begitu juga kekurangan lemak tubuh juga tidak sehat. Distribusi lemak tubuh laki-laki dan perempuan berbeda sehingga klasifikasinya pun berdasarkan jenis kelamin dan usia. Berikut Intepretasi hasilnya.

Jenis Kelamin Usia Rendah Normal Tinggi Tinggi sekali
Perempuan 20-39 < 21.0 21.0 – 32.9 33.0 – 32.9 > 39.0
40-59 < 23.0 23.0 – 33.9 34.0 – 39.9 > 40.0
60-79 < 24.0 24.0 – 35.9 36.0 – 41.9 > 42.0
Laki-laki 20-39 < 8.0 8.0 – 19.9 20.0 – 24.9 > 25.0
40-59 < 11.0 11.0 – 21.9 22.0 – 27.9 > 28.0
60-79 < 13.0 13.0 – 24.9 25.0 – 29.9 > 30.0

Sumber: Guideline NIH/WHO untuk BMI

  1. Lemak Perut (Visceral Fat)

Lemak perut ditemukan pada perut dan sekitar organ vital. Lemak perut (visceral) berbeda dengan lemak tubuh dimana lemak tubuh ditemukan dijaringan subkutan dibawah kulit. Lemak visceral dapat membesar dan bisa tidak terlihat dengan mata.

Baca Juga:  Cara membuat F75 dan F100 dan Perbedaan (Lengkap)

Terlalu banyak lemak visceral akan meningkatkan kadar lemak di dalam aliran darah dan berisiko terhadap penyakit seperti hiperkolesterolemia, penyakit jantung, dan diabetes tipe II. Untuk memperbaiki kondisi ini dan mencegah komplkikasi, cobalah mengurangi kadar lemak visceral. Berikut Intepretasi hasil pengukuran dengan Karada Scan.

Kadar Lemak Tubuh Intepretasi
Kurang dari 9 Normal
10 sampai 14 Tinggi
Lebih dari 15 Sangat tinggi
  1. Massa Otot Skeletal

Otot skeletal adalah salah satu jenis otot yang dapat kita lihat dan kita rasakan, seperti otot bishep pada tangan, otot pectoralis mayor, otot deltoidea dan lainnya. Ketika anda berolahraga, akan meningkatkan massa otot ini. Otot skelet menempel pada skeleton dan bergerak berlawanan dengan tulang.

Peningkatan massa otot akan meningkatkan kebutuhan energi. Kebanyakan otot yang bergerak, akan membakar kalori. Peningkatan otot skelet berhubungan dengan massa istirahat laju metabolisme.

Berikut Intepretasi pengukuran Massa Otot Skeletal.

Jenis Kelamin Usia Rendah Normal Tinggi Tinggi sekali
Perempuan 18 – 39 < 24.3 24.3 – 30.3 30.4 – 35.3 > 35.4
40 – 59 < 24.1 24.1 – 30.1 30.2 – 35.1 > 35.2
60 – 80 < 23.9 23.9 – 29.9 30.0 – 34.9 > 35
Laki-laki 18 – 39 < 33.3 33.3 – 39.3 39.4 – 44.0 > 44.1
40 – 59 < 33.1 33.1 – 39.1 39.2 – 43.8 > 43.9
60 – 80 < 32.9 32.9 – 38.9 39.0 – 43.6 > 43.7

Demikian pembahasan tentang karada scan baik cara kerjanya, nilai normal hingga intepretasinya. Yang perlu diingat, alat ini hanya bersifat estimasi sehingga hasil pasti pengurukan tetap menggunakan pemeriksaan laboratorium. Tetaplah jaga kesehatan anda.

Baca Juga:  Kolesterol tinggi : Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here