Mimisan : Penyebab hingga Pertolongan Pertama dan Lanjutan

Epitaksis Anterior dan Epitaksis Posterior

0
906

Mimisan atau hidung berdarah sering terjadi dan sangat menakutkan, tetapi jarang mengindikasikan masalah kesehatan serius, dan biasanya dapat berhenti dengan pertolongan pertama yang tepat. Hidung terkandung banyak pembuluh darah, yang berlokasi pada permukaan depan dan belakang hidung. Mimisan bahasa medisnya adalah epitaksis.

Bila yang pecah pembuluh darah depan, maka disebut epitaksis anterior, sedangkan bila yang pecah pembuluh darah belakang maka disebut dengan epitaksis posterior. Pembuluh darah tersebut sangat fragile dan mudah pecah. Kejadian mimisan biasanya pada anak dengan usia 3-10 tahun. Pada kebanyakan kasus, darah akan menetes ke arah depan (keluar), tetapi dapat juga darah mengalir ke belakang, dan hal ini lebih berbahaya terutama bila darah memasuki paru-paru.

Penyebab Mimisan

Terdapat berbagai penyebab yang memicu hidung berdarah. Hidung berdarah tiba-tiba dan tidak sering, jarang menjadi kondisi serius. Jika hidung berdarah sering muncul, maka kita harus curiga ada penyakit yang mendasarinya.

Udara kering sering menjadi penyebab hidung berdarah. Adanya iklim kering akan mengeringkan membran hidung. Kekeringan ini menyebabkan pengelupasan bagian dalam hidung dan terbentuk krusta. Krusta kemudian gatal dan menjadi teriritasi. Jika terkelupas, maka perdarahan dapat terjadi.

Mengkonsumsi antihistamin, dekongestan untuk alergi, demam, dan penyakit sinusitis, juga akan mengeringkan membran nasal dan memicu perdarahan hidung. Berkumur terlalu sering juga memicu hidung berdarah. Penyebab tersering hidung berdarah diantaranya:

  • Benda asing di hidung dan iritan senyawa kimia
  • Reaksi alergi dan trauma pada hidung
  • Bersin berulang, udara dingin, infeksi saluran nafas atas dan mengkonsumsi aspirin dosis besar.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kanker, penyakit perdarahan, dan penyakit pembekuan darah.

Kebanyakan mimisan tidak membutuhkan pengobatan lebih lanjut dan akan berhenti setidaknya 20 menit. Jika pasien mengatakan mimisan keluar darah sedikit dari depan, dan menelan darah terasa ditenggorokan, dimungkinkan terjadi epitaksis posterior (mimisan di bagian belakang). Perdarahan hidung juga dapat terjadi setelah injuri seperti trauma hidung, fraktur basis cranii dan perdarahan internal.

Baca Juga:  Penyebab Telinga Gatal : Gejala hingga Pengobatan

Pemeriksaan Mimisan

Pemeriksaan fisik hidung dilakukan untuk menentukan penyebab, dan jenis epitaksis anterior atau posterior. Bila terdapat beda asing, maka harus diambil dulu. Bila perlu, dilakukan pemeriksaan penunjang, diantaranya:

  • Pemeriksaan darah rutin : melihat kemungkinan penyakit darah
  • PT/APTT : melihat faktor pembekuan darah
  • Endoskopi hidung, CT-scan hidung dan X-ray wajah dan hidung.

Pengobatan Mimisan

Cara mengobati mimisan sangat tergantung dari jenis, penyebab dari mimisan ini. Termasuk apakah ada benda asing yang masuk (kerikil, kacang, kelereng), dan tipenya yakni epitaksis anterior dan epitaksis posterior.

  1. Mimisan Depan (epitaksis Anterior)

Epitaksis anterior terjadi bila darah keluar dari lubang depan hidung dan penanganannya dapat dilakukan dirumah. Ketika anda berdiri, tempatkan benda lembut di hidung anda hingga lubang hidung tertutup penuh. Bisa memakai kassa atau tissu (bila darurat). Tekan selama setidaknya 10 menit, kepala penderita sedikit kedepan, dan bernafas melalui mulut. Bila punya povidon iodin, oleskan povidon iodin ke kassa atau tissue sebelum dimasukkan ke hidung.

Jangan berbaring, karena akan mengalirkan darah kebelakang sehingga darah tertelan dan mengiritasi lambung. Keluarkan sumbatan hidung setelah 10 menit, dan periksa apakah perdarahan sudah berhenti. Ulangi sumbatan seperi langkah awal, bila perdarahan masih mengalir. Anda juga dapat menggunakan kompress dingin, dan spray hidung dekongestan untuk menutup pembuluh darah kecil. Periksa ke dokter jika darah tetap mengalir dengan pertolongan pertama tersebut.

  1. Mimisan Belakang (epitaksis Posterior)

Jika terjadi epitaksis posterior, maka darah akan mengalir dan terasa ditenggorokan dengan rasa amis. Epitaksis posterior lebih jarang terjadi dan lebih berbahaya dibandingkan epitaksis anterior. Epitaksis posterior harus dibawa kerumah sakit dan dokter terdekat anda untuk dilakukan pertolongan Tampon ballon Beloq.

  1. Mimisan karena benda asing

Jika terdapat benda asing seperti kacang, kelereng, mainan maka segeralah ambil rinoskopi, dan ambil benda asing tersebut dengan pinset. Tindakan ini harus dilakukan tenaga kesehatan yang terlatih.

  1. Kauterisasi Mimisan

Kauterisasi dapat menghentikan keluarnya darah yang peristen dan frekuen. Ini menggunakan pembakaran pada pembuluh darah pada hidung, dengan alat pemanas atau silver nitrat, yang digunakan terhadap jaringan. Hidung akan ditempatkan cotton, kassa atau busa. Kemudian dengan kateter ballon, ditekanlah pembuluh darah dan menghentikan perdarahan.

Baca Juga:  Gingivitis atau Radang Gusi Bengkak : Gejala hingga Pengobatan

Pencegahan Mimisan

  • Gunakan pelembab ruangan untuk menjaga udara tetap lembab dan tidak kering
  • Hindari menekan hidung terlalu sering dan terlalu keras
  • Batasi asupan aspirin, dan gunakan sesuai anjuran dokter
  • Gunakan antihistamin dan dekongestan dengan cukup dan tidak berlebihan.
  • Anda dapat menggunakan spray hidung untuk menjaga kelembaban hidung anda.
Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here