Amniosentesis : Prosedur, Hasil hingga Intepretasi

0
1600

Amniosentesis adalah alat diagnosis yang direkomendasikan petugas kesehatan akibat adanya hasil tes triple yang tidak normal, dan berkaitan dengan penyakit genetik yang muncul pada bayi. Penggunaan USG sebagai guide untuk menentukan lokasi aman, memasukkan jarum ke saccus amnion, sehingga cairan amnion dengan aman di ambil. Sampel cairan amnion di ambil melalui jarum.

Prosedur ini dilakukan sekitar 45 menit, meskipun pengambilan cairannya hanya kurang dari 5 menit. Cairan amnion terdiri dari sel dari fetus, dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasil dapat dilihat dalam beberapa hari hingga minggu setelahnya.

Kapan Amniosentesis dilakukan

Prosedur ini dilakukan antara minggu ke 14-20 kehamilan. Beberapa fasilitas kesehatan melakukannya lebih dini, yakni pada minggu ke 11. Prosedur ini juga dapat dilakukan pada trimester ketiga untuk beberapa alasan.

Dokter merekomendasikan prosedur ini jika membran ruptur prematur, sehingga memicu infeksi uterus. Amniosentesis juga dapat menentukan derajat keparahan anemia fetal pada bayi dengan penyakit Rh (Rhesus) dan memantu klinisi menentukan apakah dan kapan bayi membutuhkan tranfusi darah. Prosedur ini juga dapat melihat maturitas paru-paru.

Tujuan Prosedur Amniosentesis

Prosedur ini dilakukan untuk mendeteksi adanya abnormalitas kromosom, neural tube defek, dan penyakit genetik. Sindrom down dan trisomi 21, adalah penyakit kromosom tersering. Penyakit genetik meliputi sistik fibrosis. Bentuk tersering neural tube defek adalah spina bifida.

Prosedur ini juga dapat dilakukan pada usia kehamilan akhir, dimana untuk melihat maturitas paru, dan kemampuan bayi untuk bernafas. Amniosentesis juga dapat untuk melihat DNA untuk tes paternitas DNA diambil dari ayah dan dibandingkan dengan DNA dari bayi. Hasilnya 99% akurat untuk menentukan paternitas.

Intepretasi Amniosentesis

Prosedur ini adalah tes diagnosis yang melihat abnormalitas kromosom, neural tube defek dan penyakit genetik dengan akuritas 99%. Meskipun kemungkinan identifikasi tinggi, tes ini tidak dapat menentukan derajat keparahan defek lahir. Kadar Alfa-Protein dan USG lanjut dilakukan untuk menentukan derajat disabilitas yang mungkin muncul.

Baca Juga:  Abruptio Plasenta (Solusio Plasenta)

Efek Samping Amniosentesis dan Risikonya

Meskipun prosedur ini adalah aman, tetap yang namanya prosedur invasin akan menimbulkan risiko. Sekitar 200.000 kali setiap tahunnya prosedur ini dilakukan. Keguguran adalah risiko primer prosedur ini. Risiko keguguran 1 dari 400 kehamilan.

Pada fasilitas kesehatan yang dilakukan amniocentesis reguler, keguguran dapat terjadi akibat infeksi pada uterus, ketuban pecah, dan persalinan yang diinduksi prematur. Meskipun relatif jarang, jarum juga dapat mengenai bayi. SONOGRAM dapat membantu mengarahkan jarum. Ibu akan merasakan nyeri tajam ketika jarum dimasukkan ke kulit, dan ketika masuk ke uterus.

Adapun efek samping lain yang dapat dirasakan ibu, diantaranya:

  1. Kram perut ibu
  2. Keluarnya cairan tubuh
  3. Iritasi ringan pada sekitar injeksi
  4. Hubungi dokter segera jika komplikasi ini memburuk

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here