Kista Ovarium : Kenali Gejala, Pencegahan hingga Tatalaksananya

Pencegahan, Pemeriksaan, Gejala dan Pengobatan Kista Ovarium

0
1129

Kista ovarium adalah adanya cairan yang terkumpul pada kantong pada ovarium, tidak nyeri, dan dapat membesar. Kebanyakan perempuan dengan kista ini terjadi pada satu sisi ovarium dan seringnya tidak nyeri, tidak muncul gejala dan ditemukan ketika pemeriksaan pelvis rutin.

Gejala dari kista ini apabila muncul berupa mual, muntah, kembung, nyeri ketika terjadi peristaltik usus dan nyeri ketika berhubungan seksual. Namun seringnya gejala itu tidak muncul dan tidak nyeri.  Pada kondisi yang jarang, kista ini menimbulkan permasalahan yang serius, sehingga pemeriksaan ke dokter menjadi saran kami.

Ovarium adalah bagian alat reproduksi perempuan. Lokasinya di abdomen bagian bawah, di kanan kiri uterus. Perempuan mempunyai 2 ovarium yang memproduksi sel telur, dan hormon estrogen progesteron.

Terkadang, cairan mengisi kantung dan menimbulkan kista di salah satu ovarium. Banyak wanita terjadi kista ini pada satu sisi ovarium saja, dan gejalanya sulit deteksi bahkan tidak nyeri.

Apa saja Jenis Kista ovarium?

Terdapat beberapa jenis kista ovarium ini seperti kista dermoid dan kista endometrioma. Bentuk yang paling sering adalah kista fungsional. Kista fungsional terdiri ari kista folikel dan kista korpus luteum. Berikut penjelasannya:

  1. Kista Folikel

Ketika wanita mengalami siklus menstruasi, sel telur tumbuh di kantung yang disebut dengan folikel. Kantung ini lokasinya di dalam ovarium. Pada kebanyaan kasus, folikel atau kantung ini pecah dan terbuka, mengeluarkan sel telur. Tetapi jika folikel tidak pecah dan terbuka, maka cairan di dalam folikel dapat membentuk kista ovari.

  1. Kista korpus Luteum

Kantung folikel biasanya larut setelah sel telur dikeluarkan. Tetepi jika kantung tersebut tidak larut dan bukaan folikel terkunci, maka cairan tambahan dapat masuk e kantung dan berakumulasi didalamnya menyebabkan kista korpus luteum. Beberapa jenis lain dari kista ovarium adalah:

  1. Kista dermoid : seperti kantung tumbuh di ovarium dan terisi rambut, lemak dan jaringan lain.
  2. Endometrioma : jaringan yang bisanya tumbuh normal di dalam uterus dapat berkembang di luar uterus dan menempel di ovarium, menimbulkan kista.
  3. kistadenoma: pertumbuhan non-kanker yang berkembang pada permukaan luar ovarium.
Baca Juga:  Toksoplasmosis (Infeksi Toksoplasma) : Gejala hingga Pengobatan

Beberapa orang dapat mengalami PCOS (Polikistik Ovarian Syndrome). Kondisi ini berarti ovarium terkandung banyak kista kecil. Ini dapat menyebabkan ovarium membesar, dan jika tidak diobati maka berisiko terjadi infertilitas.

Bagaimana Tanda dan Gejala Kista Ovarium?

Secara umum, kista ini tidak menimbulkan berbagai gejala. Gejala dapat muncul ketika kista semakin membesar. Gejala tersebut meliputi:

  1. perut kembung dan membengkak
  2. nyeri ketika buang air besar dan nyeri panggul sebelum atau sesudah siklus menstruasi
  3. nyeri ketika berhubungan seksual dan nyeri di punggung belakang atau paha
  4. payudara kencang dan nyeri terutama ketika di tekan
  5. mual dan muntah

Jika gejala memberat, maka dapat disertai dengan gejala lain seperti : nyeri panggul tajam dan berat, demam tinggi, pusing, dan sesak nafas. Gejala tersebut mengindikasikan adanya ruptur kista atau terjadi puntiran kista (torsio kista). Kedua komplikasi dapat menjadi serius jika tidak ditangani segera.

Apa Komplikasi Kista Ovarium?

Kebanyakan kista ini bersifatjinak dan secara natural dapat hilang sendirinya tanpa diobati karena kistanya relatif kecil. Tetapi pada beberapa kasus, dapat menjadi masa kistik kanker ovarium saat pemeriksaan.

Torsio ovarium adalah komplikasi yang terjadi pada kista ini. Ini terjadi ketika kista ovarium besar terpuntir dan berpindah posisi pada posisi aslinya. Darah yang mensuplai nutrisipun tersumbat dan jika tidak dioati, maka memicu kerusakan dan kematian jaringan ovarium. Meskipun kasusnya relatif jarang, torsio ovarium ini termasuk 3% kasus emergensi tindakan pembedahan ginekologi.

Kista yang ruptur dan pecah juga merupakan komplikasi, dan menyebabkan perdarahan internal serta nyeri yang intensif. Komplikasi ini meningkatkan risiko infeksi dan dapat mengancam jiwa jika tidak diobati.

Bagaimana Pemeriksaan Kista Ovarium?

Untuk mendeteksi kista ini, perlu dilakukan pemeriksaan rutin pelvis. Biasanya ditemukan benjolan pada salah satu ovarium dan dengan pemeriksaan USG, untuk mengkonfirmasi adanya kista. USG adalah pemeriksaan radiologis menggunakan gelombang suara yang memvisualisasi gambaran organ internal. USG ini membantu menentukan ukuran, lokasi, bentuk dan komposisi kista (keras, pdat atau terisi cairan saja).

Baca Juga:  Endometritis : Gejala, Penyebab hingga Pengobatan

Alat diagnosis lain yang digunakan adalah : CT-scan, MRI dan USG. Karena mayoritas kista tidak terlihat setelah beberapa minggu dan bulan, maka terapi sering tidak langsung diberikan. Pemeriksaan USG ulangan dapat dilakukan dalam beberapa minggu dan bulan.

Jika tidak ada perubahan kondisi, atau kista membesar, maka pemeriksaan lain untuk mendeteksi penyebab gejala diperlukan. Pemeriksaan tersebut meliputi : tes kehamilan, tes hormon estrogen dan progesteron, tes tumor marker CA-125 untuk skrining kanker ovarium.

Bagaimana Pengobatan dan Tatalaksana Kista Ovarium?

Pengobatan direkomendasikan untuk mengambil kista jika tidak hilang dan atau malah tumbuh membesar. Pengobatan tersebut meliputi:

  1. Pill Pengendali Kelahiran (Pil KB)

Jika anda memiliki kista ini, maka pil kontrasepsi oral untuk menghentikan ovulasi dan mencegah terbentuknya kista baru diberikan. Kotrasepsi oral dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Risiko kanker ovarium ini tinggi pada wanita post menopause.

  1. Laparoskopi

Jika kista kecil dan kemungkinan kanker disingkirkan, maka laparoskopi untuk mengambil kista dapat dilakukan. Prosedur ini meliputi membuat incisi kecil pada perut dan memasukkan alat ke dalam perut untuk mengambil kista.

  1. Laparotomy

Jika kista membesar, maka tindakan pembedahan mengambil kista dengan irisan besar di perut dapat dilakuakn. Selanjutnya dilakukan biopsi jika dicurigai kista menjadi kanker. Tindakan pembedahan ini namanya laparotomi. Jika dicurigai kanker, maka histerektomi dapat dilakukan untuk mengambil ovarium dan uterus.

Bagaimana Pencegahan Kista Ovarium?

Kista ini tidak dapat dicegah. Pemeriksaan rutin ginekologis untuk mendeteksi dini kista ini diperlukan. Kista jinak tidak dapat menjadi kanker. Meskipun gejala kanker ovarium mirip dengan gejala kista. Sangat penting untuk mengetahui tanda bahaya seperti : perubahan siklus menstruasi, terdapat nyeri pelvis yang sering, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan perut terasa penuh kembung.

Baca Juga:  Sindrom HELLP : Gejala, Kriteria, dan Tatalaksana

Demikian penjelasan yang dapat kemi sampaikan, semoga bermanfaat. Salam DokterMuslim.com

Oleh: dr. M. Wiwid Santiko
Yogyakarta, 22 Juni 2017

Ringkasan Artikel
Kista Ovarium : Kenali Gejala, Pencegahan hingga Tatalaksananya
Judul Artikel
Kista Ovarium : Kenali Gejala, Pencegahan hingga Tatalaksananya
Deskripsi
Kista ovarium adalah adanya cairan yang terkumpul pada kantong pada ovarium, tidak nyeri, dan dapat membesar. Kista ini terjadi pada satu sisi ovarium dan seringnya tidak nyeri.
Author
Publisher Name
DokterMuslim
Publisher Logo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here