Suntik Meningitis : Panduan Manfaat hingga Efek Samping

0
1991

Suntik meningitis diberikan pada seseorang untuk mencegah penyakit meningitis terutama bagi dia yang ingin pergi haji atau umroh. Infeksi meningitis relatif jarang tetapi merupakan penyakit serius. Penyakit ini berkaitan dengan bakteri neisseria meningitidis serotipe A, B,C, Y, dan W-135. Ini menyebabkan meningitis, infeksi pada cairan otak, medula spinalis, septicemia, dan infeksi darah.

Infeksi menebar dengan ciuman, batuk, berganti-gantian sendok, garpu, rokok, cangkir dan kontak dengan ludah dari satu orang ke orang lain. Tanda awal mirip seperti flu dan infeksi viral lainnya, sehingga diagnosis relatif sulit di buat. Tanda di awali dengan demam, nyeri sendi, dan pusing.

Dalam beberapa jam, anak menjadi penurunan kesadaran, iritasi, agitasi dan kulit menjadi ungu. Penyakit sangat cepat progresifitasnya. Komplikasi meliputi syok (penurunan tekanan darah), kejang, kehilangan pendengaran, amputasi, dan kerusakan otak bahkan kematian.

Ada lima strain yang menyebabkan penyakit, yaitu A, B, C, Y dan W-135. Vaksin meningitis akan melindungi terhadap empat strain, yaitu A, C, Y dan W-135 dengan efektifitas 80-85%.

Penggunaan Suntik Meningitis

Ada beberapa jenis vaksin meningitis di Indonesia. Vaksin ini sangat efektif tetapi efektifitasnya menurun dari waktu-ke waktu. Vaksin meningitis dapat diberikan pada orang dengan usia 2 bulan hingga 55 tahun tergantung merk nya. Imunisasi direkomendasikan juga pada traveler termasuk orang yang haji dan umroh.

Vaksin dapat diberikan pada hari yang sama dengan vaksin lain. Hanya 1 dosis untuk anak-anak dan remaja. Booster dibutuhkan minimal setelah 5 tahun. Pada daerah berisiko, maka diberikan pada individu 9-55 tahun, dengan risiko:

  1. Individu dengan asplenia anatomik dan fungsional.
  2. Individu dengan komplemen, properdin, dan defisiensi faktor D atau defisiensi antibodi primer.
  3. Pasien penerima implan telinga
  4. Pasien dengan pengobatan eculizumab
  5. Individu dengan HIV.
Baca Juga:  Sesak Nafas : Perbedan Gejala Ringan, Sedang dan Berat

Dua hingga empat dosis vaksin dibutuhkan pada individu yang berisiko, tergantung usia dan dosis suntikan pertama. Booster direkomendasikan setiap 3-5 tahun pada individu yang berisiko 9 bulan hingga 6 tahun dan setiap 5 tahun pada individu 7-55 tahun. Pada individu berisiko tinggi usia 55 tahun, dosis tunggal direkomendasikan 5 tahun setelah booster terakhir.

Kontak tertutup dengan pasien infeksi meningitis akan meningkatkan risiko berkembangnya penyakit dan perlu diberikan kemoprofilaksis ketika vaksin pencegah diberikan, dan mengurangi risiko penyakit meningitis ini.

Efek samping Suntik Meningitis

Reaksi biasanya ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari. Efek samping yang sering terjadi seperti nyeri dan kemerahan pada area suntikan, disertai pusing dan merasa lelah. Reaksi alergi bera sangat jarang.

Tanda alergi berat dapat muncul dengan gejala hives, pembengkakan pada mulut dan tenggorokan, sesak nafas, kesulitan bernafas, mengi, kesulitan menelan, hipotensi dan syok. Apabila anda menemukan tanda alergi berat, maka segera hubungi dokter dan fasilitas kesehatan terdekat.

Siapa yang tidak perlu Suntik Meningitis

Anda tidak perlu suntik meningitis, jika:

  1. Anda memiliki reaksi alergi dengan komponen vaksin dengan dosis sebelumnya
  2. Sedang hamil dan menyusui harus konsultasi ke dokter
  3. Ada kondisi neurologis separti guillian barre syndrome
  4. Ada sakit sedang hingga berat baik dengan demam atau tanpa demam.
  5. Vaksin sangat aman untuk seseorang dengan imunitas yang baik.

Demikian, semoga mencerahkan. Pastikan sebelum anda berpergian, terutama ke daerah yang berisiko meningitis, untuk suntik meningitis terlebih dahulu. Baik sebelum haji dan umroh juga.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here