Penyebab Obesitas

0
483

Penyebab Obesitas jarang di ketahui orang. Ada beberapa penyebab yang harus diketahui yang dapat menimbulkan obesitas. penyebab utama yaitu intake nutrisi pada manusia yang sangat berlebih dibanding pengeluarannya (energy yang digunakan). Sedangkan penyebab lain diantaranya : karena kelainan neuroendocrine dan sistem metabolik yang merupakan sistem pengaturan intake energy, penyimpanannya dan pengeluarannya. Ada beberapa orang yang kemungkinan dapat mengalami obesitas, diantaranya :


1. Genetic dan lingkungan

Obesitas banyak terjadi pada perempuan dibanding dengan laki-laki. Seseorang dengan gen tertentu akan memiliki makanan spesifik dan nutrisi yang juga spesifik. Sedangkan faktor lingkungan, seperti adanya budaya (curtural factor) akan berefek pada komposisi makanan dan level dari aktifitas fisik.

Aktivitas fisik yang kurang, dan komposisi makanan yang banyak mengandung lemak, maka akan menjadi faktor risiko utama terjadinya obesitas. selain itu makanan lain juga bisa, karena prinsipnya kelebihan energy yang tidak digunakan maka akan menimbukan penyimpakan energy dalam bentuk lemak sehingga nantinya akumulasi lemak berlebih dalam tubuh menjadi banyak. Aktifitas yang kurang juga dapat menjadi penyebab obesitas, karena aktifitas yang kurang akan menyebabkan kekurangan pengeluaran energy, sehingga penyimpanannya menjadi besar

Pada anak-anak, biasanya obesitas terjadi pada orang yang bermalas-malasan seperti menonton TV dan tidur berlebih setelah makan. Sehingga aktifitas tersebut hendaknya di hindari dengan mengisinya dengan aktivitas yang baik agar pemakaian energy menjadi optimal sesuai yang dimasukkan.


2. Hipothyroidism

Seseorang dengan kondisi penyakit hypothyroid maka akan cenderung terkena obesitas. seperti yang telah diketahui bersama, jika hipothiroidism dapat di ukur dengan melihat TSH (Thiroid Stimulating Hormon). Berdasarkan data yang ada, seseorang dengan hipotiroidism dengan mixedema, maka berat badannya cenderung naik.

Baca Juga:  Jenis-jenis Nistagmus

3. Syndrome Chusing’s

Pada obesitas, biasanya disertai dengan naiknya cortisol dan naiknya metabolit urin. Tidak seperti pada syndrome chusing, dimana level cortisol darah dan urin pada kondisi basal dan akibat respon dari coticotropin releasing hormone (CRH) dan ACTH cenderung normal. Obesitas di duga kuat berhubungan dengan reaktivasi local berlebihan dari kortisol pada lemak oleh 11beta-hydroxysteroid dehydrogenase 1, sebagai enzim yang mengubah bentuk inaktif cortisone menjadi cortisol.


4. Insulinoma

Seseorang dengan insulinoma sering bermanifestasi pada naiknya berat badan yang merupakan akibat kompensasi gejala hipoglicemik. Naiknya kadar insulin dalam darah, maka akan menimbulkan penyimpanan energy menjadi lemak meningkat. Kondisi seperti ini dapat ditemui pada berbagai tipe orang, tetapi kebanyakan sulit di deteksi dengan penyebab seperti ini.


5. Craniopharingioma dan penyakit lain di hipotalamus

Ternyata tumor, trauma, inflamasi, hypothalamic dysfunction yang mengontrol mekanisme lapar, kenyang dan energy dapat menentukan derajat obesitas seseorang. Khusus disfingsi hypothalamus merupakan penyebab paling sering. Growth Hormon (GH) yang secara normal mempunyai efek lipolitik, dapat berkurang fungsinya pada orang obesitas dan meningkat pada orang yang kurus.

Meskipun GH rendah, tetapi insulin-like growth factor (IGF-1) atau somatomedin produksinya tetap normal. Kompensasi jika GH rendah maka, seseorang akan menaikkan suplai nutrisinya atau dengan kata lain, seseorang akan lebih banyak makan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here