Demam Berdarah : Kenali Gejala dan Tanda Bahayanya Sejak Dini

2
1144

Demam berdarah adalah salah satu penyakit tropis yang sering terjadi di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara tropis. Sering sekali penyakit ini menjadi berbahaya dan berakibat fatal hingga menimbulkan korban jiwa. Biasanya seseorang yang terkena demam berdarah, akan membaik namun jika tidak ditangani segera maka dapat memicu terjadinya kondisi shock, atau kita sebut dengan kondisi Dengue Shock Syndrom (DSS). Hal ini turut mengundang keprihatinan kami sehingga kami akan sampaikan terkait pentingnya mengenali sejak dini gejala demam berdarah dan tanda bahayanya.


APA ITU DEMAM BERDARAH

Demam berdarah adalah penyakit tropis yang ditularkan oleh vektor nyamuk bernama aides aegypti atau aedes albopictus. Demam berdarah disebut juga dengan dengue. Nyamuk ini tinggal di air bersih, jarang sekali di air kotor. Nyamuk aedes aegypti yang menjadi vektor dari demam berdarah (Dengue), berjenis kelamin perempuan. Nyemuk ini mempunyai kemampuan terbang hingga mencapai jarak 50 meter dan dapat bertahan hidup hingga suhu paling dingin sebesar 10oC.


BAGAIMANA TRANSMISI DARI DEMAM BERDARAH?

Secara umum, transmisi demam berdarah dibagi dua, pertama kita sebut inkubasi ekstrinsik dimana terjadi di luar tubuh manusia dan berlangsung 8-12 hari, kedua kita sebut dengan inkubasi intrinsik yakni inkubasi virus didalam tubuh manusia, dan terjadi 5-7 hari.

Awalnya, nyamuk aides aigepti akan menggigit seseorang yang kemudian akan menyebabkan orang tersebut terinfeksi. Kemudian, nyamuk akan menstarsmisikan (menyalurkan) virus setelah masa inkubasi selama 8-10 hari kepada orang tersebut. Nyamuk tersebut akan menggigit orang lainnya, dan membuat orang lain tersebut terinfeksi. Setelah itu, virus yang berasal dari gigitan nyamuk tersebut, akan menyebar ke sirkulasi darah sekitar 2-7 hari. Adanya penyebaran virus ini kedalam sirkulasi darah penderita menyebabkan gejala seperti demam, nyeri kepala, nyeri di mata, nyeri sendi, nyeri otot dan munculnya ruam kulit.

Nyamuk aides aegypti yang telah menginfeksikan virus ini kepada manusia mempunyai usia terbatas, yakni sekitar 15-65 hari. Virus yang disebarkan nyamuk ini bernama Dengue Fever Virus.

Baca Juga:  Penyakit Addison : Gejala hingga Tatalaksana

BAGAIMANA TANDA DAN GEJALA DEMAM BERDARAH

Tanda dan gejala demam berdarah sangatlah khas namun  kita juga harus jeli membedakan dengan tanda yang lain seperti demam tifoid, malaria, ataupun demam dengan penyebab lainnya. Demam berdarah mempunyai gejala berikut ini :

  1. Demam : seseorang yang mengalami demam berdarah baik itu dewasa maupun anak-anak, maka akan mengalami demam yang tinggi. Pola demam yang khas pada demam berdarah adalah continous (Sustained). Demam continous adalah terjadinya kenaikan persisten tubuh dengan fluktuasi maksimal 0,4oC selama periode 24 jam. Demam ini bersifat akut, tinggi dan menetap. Biasanya durasi demam sekitar 2-7 hari dengan mereda sementara pada hari ke 3-4, yang kemudian naik kembali. Pada saat hari ke 3-4 demam turun, janganlah merasa aman karena ini merupakan fase kritis dimana penderita memang mengalami fase penyembuhan atau malah justru berubah menjadi kondisi Shock.
  2. Munculnya ruam kulit : munculnya ruam kulit seperti bintik-bintik merah atau coklat, tidak meninggi dengan jumlah >20, ukuran sekitar 1mm, dengan bentuk bulat pada kulit merupakan tanda dari kebocoran plasma yang diakibatkan oleh demam berdarah. Biasanya ruam ini muncul di tangan atau kaki. Ruam ini dapat berupa peteckie ataupun purpura. Ruam kulit ini juga dapat kita deteksi dengan menggunakan test tourniquet yakni dengan membendung aliran darah menggunakan manset sygmomanometer dan ditahan tekanannya (sistol+diastol) dibagi 2.Untitled
  1. Mimisan dan gusi berdarah : adanya mimian (epitaksis) dan gusi berdarah merupakan khas dari terjadinya kebocoran plasma dan perdarahan spontan. Penderita akan mengalami dari hidungnya keluar darah merah padahal sebelumnya tidak mengalami atau tidak terdapat riwayat penyakit mimisan. Pada kondisi ini apabila kita dapati demam dengan gejala mimisan, dan gusi berdarah maka sudah memasuk demam berdarah grade II. Dalam hal ini kita wajib membawa penderita ke IGD rumah sakit.
  2. Lemah dan lemas karena Shock : sering sekali kita dapati seseorang dengan demam berdarah merasa lemas dan lemah terutama pada anak-anak. Adanya lemah dan lemas ini disebabkan oleh tekanan darah yang turun. Entah itu tekanan darahnya turun sedikit ataupun sampai tidak teraba nadi sama sekali. Apabila kita mendapati kondisi ini, maka kita sangat wajib membawanya ke IGD rumah sakit. Kelemasan dan keletihan ini disebabkan oleh pulsasi lemah, tekanan darah yang tidak dapat di ukur yang kita tahu merupakan tanda dari adanya shock. Ini merupakan kegawatan yang harus kita berikan tatalaksana yang tepat. Kebanyakan akan berakibat fatal bahkan menimbulkan kematian pada penderita apabila shock ini tidak tertangani dengan baik.

Shock adalah kondisi ketidakseimbangan input dan output dari kebutuhan dan permintaan di dalam tubuh baik itu berupa elektrolit, cairan, nutrisi dan lain sebagainya. Shock ini dimanifestasikan dengan tachycardia (denyut nadi meningkat), perfusi jaringan yang buruk, nadi lemah, dan tekanan darah yang turun. Adapun gejala lain seperti kulit dingin, kulit lembah dan penderita menjadi gelisah, juga dapat terjadi.

  1. Muntah darah dan BAB darah : seseorang penderita demam berdarah, akan juga dapat mengalami gejala muntah darah ataupun BAB darah. Muntah darah ini dapat berupa darah segar dan BAB darah ini biasanya darahnya agak coklat. Mengapa terjadi muntah darah dan BAB berdarah ini, hal ini dipicu karena adanya perdarahan spontan yang terjadi disaluran cerna. Perdarahan spontan ini menyebabkan darah akan bercampur dengan isi dari saluran cerna entah itu feses maupun kimus.
  2. Gejala Penyerta lain : penderita akan mengalami gejala lain seperti nyeri kepala, pusing, nyeri di belakang kepala, nyeri di sendi-sendi.
Baca Juga:  Indikasi Hemodialisa (Cuci Darah)

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN APABILA MENDAPATI GEJALA TERSEBUT?

Setelah kita mengenali tanda, gejala dan sinyal bahanyanya maka apa yang harus kita lakukan bila menjumpai tanda tersebut terjadi pada kita, keluarga kita dan orang terdekat kita. Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetaplah tenang dan jangan panik. Biasanya kepanikan dan ketidaktenganan diri akan membuat kebingungan. Kedua, segeralah bawa penderita tersebut ke IGD rumah sakit terdekat. Apabila masih dapat minum, silahkan berikan minum sebanyak-banyaknya baik itu berupa air putih biasa maupun jus. Tidak usah khawatir apabila minum banyak membuat penderita sering kencing/ buang air kecil.

Dirumah sakit akan ditangani lebih lanjut, dilihat kebutuhan cairan dan akan dipasang nutrisi, elektrolit dan cairan memalui jalur intravena. Selanjutnya akan dilakukan observasi terhadap demamnya dan memang sangat disarankan untuk mondok di rumahsakit. Mengapa harus mondok?, ini karena untuk memonitor secara khusus kondisi penderita apabila terjadi shock karena seperti yang telah kita ketahui bersama bahwasanya apabila terjadi shock pada demam berdarah, akan berakibat fatal pada penderita dan dapat menimbulkan kematian.

Di rumah sakit juga akan di lakukan pemantauan laboratorium, pengobatan terintegrasi setiap harinya, dan juga diberikan nutrisi sesuai kebutuhan penderita. Biasanya penderita bila sudah dinyatakan sembuh akan diperbolehkan pulang membutuhkan waktu sekitar 7 hari.

Setelah pulang dari rumah sakit, tetaplah melakukan pencegahan demam berdarah dengan “3M plus” (menguras, mengubur, menutup dan menggunakan obat antinyamuk oles, atau dipasang kelambu terutama menghindari gigitan nyamuk pagi dan sore hari). Bila diperlukan silahkan laporkan kejadian ini kepada pemerintah setempat, agar dilakukannya foccus fogging yakni dilakukan penyemprotan dan pembasmian demam berdarah. Penderita tetap meminum obat dari dokter, dan tetap makan yang berigizi, tidak ada pantangan kecuali mempunyai riwayat alergi terhadap makanan tertentu, dan tetap minum yang banyak. Minum yang banyak dan baik ditandai dengan air seni yang berubah menjadi bening.

Baca Juga:  Jenis Batu Ginjal : Struvit, Kalsium, Urat dan Cystin

Demikian sedikit yang dapat kami berikan terkait dengan mewaspadai demam berdarah, kenali gejalanya dan tanda bahawanya. Silahkan dibagikan ke yang lain agar kebermanfaatannya semakin meluas. Semoga bermanfaat.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here