Bagaimana Pemberian Nutrisi Cairan Pada Bayi “Prematur”?

0
1509

Sahabat sehat sekalian, selama ini di lingkungan kita sering sekali menjumpai adanya kelahiran dari anak dengan berat yang sangat kecil, kurus, kulit keriput dan tampak kondisi lemas pada bayi. Kondisi apakah itu? Dan bagaimana kita sebagai ibu atau ayah dalam mengupayakan status kesehatannya?


Apa itu Bayi Berat Lahir Rendah?

BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) didefinisikan dengan bayi dengan berat lahir kuang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir. BBLR sendiri dapat terjadi pada bayi yang kurang bulan (usia kehamilah kurang dari 37 minggu) dan cukup bulan (intrauterine growth retriction/IUGR).

Dewasa ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia, karena menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada masa neonatal. Angka kejadian BBLR sendiri di Indonesia  masih cukup tinggi terlebih lagi di Negara dengan sosio ekonomi rendah. Secara statistic di dunia, 15.5% kelahiran bayi, 90%nya adalah bayi dengan kondisi BBLR. Untuk angka kematian sendiri, bayi dengan BBLR mempunyai resiko kematian 20-30 kali lebih tinggi disbanding  bayi dengan kelahiran berat lebih dari 2500 gram. Untuk Indonesia, negera tercinta kita ini, sangat bervariasi kejadiannya antar satu daerah dengan satu daerah lainnya yakni antara 9-30% dari seluruh kelahiran bayi.


Mengapa kita perlu Mewaspadainya?

Mengapa kita perlu mewaspadai dari bayi dengan BBLR itu sendiri. Hal ini karena pada bayi dengan BBLR sangat erat mempunyai permasalahan yang kompleks. Permasalahan tersebut dapat terjadi dari yang sederhana sampai yang sangat kompleks. Berdasarkan penelitian kedokteran yang telah dilakukan, masalah-masalah yang dapat timbul di antaranya : Masalah pernafasan bayi yang belum matang, Masalah pada jantung, Masalah pendarahan pada otak, Fungsi hati yang belum sempurna, Masalah anemia, Adanya lemak  yang sangat sedikit, sehingga kesulitan mempertahankan suhu tubuh normal, Masalah pencernaan dan tolerasni minum (ASI) dan Resiko mudah terkenanya infeksi.

Baca Juga:  Apa Penyebab Rambut Putih (Beruban)?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan kondisi bayi BBLR. Hal tersebut diantaranya : usia kehamilan ibu biasanya kurang dari 37 minggu dengan dikonfirmasi dari hari pertama haid terakhir, riwayat persalinan sebelumnya dan jarak bayi sebelumnya apakah bayi sebelumnya juga BBLR atau normal. Selain kedua hal tersebut juga perlu dilihat aktivitas, penyakit yang diderita ibu dan obat-obatan yang pernah diminum ibu. Pada bayi dengan kondisi BBLR, maka akan didapati kondisi berat badan lahir < 2500 gram dan tanda-tanda prematuritas.

Apabila kita menjumpai bayi dengan kondisi BBLR, kita sebagai orangtua yang terpelajar, sebaiknya memperhatikan hal dibawah ini, diantaranya : Apakah sudah diberikan vitamin K pada saat setelah lahir, mempertahankan suhu tubuh bayi normal dan pemberian minum bayi. Dalam mempertahankan suhu tubuh bayi, dapat dilakukan dengan cara kontak kulit dengan kulit, kangoro mother care (KMC) yakni menggendong bayi model kangoro, memakai pemancar panas, incubator dan pemakaian ruangan hangat. Selain itu juga tidak dianjurkan untuk memandikan dan menyentuh bayi dengan tangan dengan suhu dingin.


Bagaimana asupan makanan dan ASI-nya?

Dalam hal pemberian minumnya, ASI merupakan pilihan utama. Sebagai orangtua yang bijak, perhatikan cara pemberian ASI dan nilai kemampuan bayi menghisap puting ibu. Pemberian minum minimal 8x/hari apabila bayi masih menginginkan lagi dapat diberikan lagi. Pemberian minum yang adequate ini akan mencegah bayi dari kondisi dehidrasi.

Sahabat pembaca sekalian, ada beberapa panduan bagi kita, bagaimana pemberian minum pada bayi BBLR. Pertama, apabila bayi BBLR dengan berat lahir < 1000 gram, maka haruslah dirawat. Minumnya melalui pipa lambung dengan pemberian awal <10 ml/Kg/hr. minum yang digunakan adalah ASI yang diperah. Setelah kondisi baik, minum ditingkatkan jika memberikan toleransi baik yakni dengan tambahan 0.5-1 mL interval 1 Jam setiap > 24 jam. Setelah 2 minggu dapat diberikan ASI perah ditambah HMF (Human Milk Fortifier/full strength preterm formula) sampai berat badan bayi mencapai 2000 gram.

Baca Juga:  Karada Scan : Cara Kerja hingga Intepretasi (Lengkap)

Kedua, apabila bayi BBLR dengan berat lahir 1000-1500 gram, maka haruslah dirawat. Minumnya melalui pipa lambung dengan pemberian awal <10 ml/Kg/hr. minum yang digunakan adalah ASI yang diperah. Setelah kondisi baik, minum ditingkatkan jika memberikan toleransi baik yakni dengan tambahan 1-2 mL interval 2 Jam setiap > 24 jam. Setelah 2 minggu dapat diberikan ASI perah ditambah HMF (Human Milk Fortifier/full strength preterm formula) sampai berat badan bayi mencapai 2000 gram.

Ketiga, apabila bayi BBLR dengan berat lahir 1500-2000 gram, maka haruslah dirawat. Minumnya melalui pipa lambung dengan pemberian awal <10 ml/Kg/hr. minum yang digunakan adalah ASI yang diperah. Setelah kondisi baik, minum ditingkatkan jika memberikan toleransi baik yakni dengan tambahan 2-4 mL interval 3 Jam setiap > 24 jam. Setelah 2 minggu dapat diberikan ASI perah ditambah HMF (Human Milk Fortifier/full strength preterm formula) sampai berat badan bayi mencapai 2000 gram. Keempat, bayi BBLR dengan berat 2000-2500 gram, apabila bayi mampu minum dengan mulut, maka hendaknya diberikan langsung lewat mulut ASI ekslusive.


Sebagai orangtua, perhatikan juga meminum bayi, posisinya apakah sudah benar dan tanda-tanda kritis seperti muntah, kejang, diare massive, demam, lemes, kuning dan lain sebagainya. Bila menjumpai kondisi seperti ini, segera bawa dan kunsultasikan ke Rumah Sakit terdekat. Demikian yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya mohon maaf, semoga yang sedikit ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here