Kanker Usus (Kanker Kolorektal) : Gejala hingga Pengobatan

0
1024

Kanker usus yang paling sering terjadi adalah kanker kolorektal, dimana adanya kanker pada rektum atau kolon, saluran pencernaan bagian bawah. Kolon disebut juga dengan usus besar. Rektum adalah bagian akhir dari kolon. Berdasarkan ACS, diestimasikan 1 dari 22 laki-laki, dan 1 dari 24 wanita berkembang kanker kolorektal selama hidupnya.

Pemeriksaan stadium diperlukan untuk menentukan pengobatan dan estimasi prognosis. Pada stadium 1, disebut dengan stadium awal dan stadium akhir disebut stadium IV. Berikut stadium kanker kolorektal/kanker usus:

  • Stadium I : kanker berpenetrasi di mukosa dari usus besar dan rektum tetapi tidak menyebar ke dinding organ.
  • Stadium II : kanker menyebar ke dinding usus besar dan rektum tetapi tidak menyebar ke limfonodi dan jaringan sekitar.
  • Stadium III : kanker berpindah ke limfonodi tetapi hanya limfonodi sekitar, berjumlah satu hingga tiga saja.
  • Stadium IV : kanker menyebar ke organ yang jauh seperti paru-paru, liver dan lainnya atau disebut terjadi metastasis.

Penyebab Kanker Usus

Peneliti masih belum mengetahui penyebab dari kanker ini. Yang pasti, kanker usus ini terjadi bila ada pertumbuhan sel sehat menjadi sel abnormal dan tidak terkontrol di usus. Sel abnormal di usus membelah dan multiplikasi sangat cepat dibandingkan kematinnya. Akibatnya terjadi akumulasi sel tidak sehat.

  1. Pertumbuhan jaringan Pre-Kanker

Akumulasi sel abnormal pada mukosa usus, pembentukan polips, yang kecil akan menjadi pertumbuhan jinak. Pengangkatan pertumbuhan ini melalui tindakan pembedhan menjadi metode pencegahan. Polips yang tidak diobati, akan berpotensi menjadi kanker.

  1. Mutasi Genetik

Terkadang, kanker kolorektal terjadi pada anggota keluarga. Ini karena ada mutasi genetik dari pewarisan orangtua ke anak-anak. Mutasi ini tidak menjamin anda terkena kanker ini, tetapi meningkatkan risiko dan kesempatan terkena kanker jenis ini.

Baca Juga:  Tumor Wilms (Nefroblastoma) : Gejala hingga Tatalaksana

Faktor Risiko kanker usus atau Kanker Kolorektal

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko berkembangnya kanker kolorektal, diantaranya:

  1. Faktor yang tidak dapat dihindari

Beberapa faktor yang meningkatkan kejadian kanker ini tidak dapat dihindari seperti usia diatas 50 tahun. Adapun faktor yang lain meliputi:

  • Ada riwayat polips pada usus besar/kolon
  • Riwayat penyakit di usus
  • Riwayat keluarga kanker kolorektal
  • Memiliki sindrom genetik seperti polyposis adenomatosa familial
  • Memiliki ras barat, eropa, afrika dan amerika
  1. Faktor yang dapat dihindari

Faktor yang dapat dihindari diantaranya: merokok, obesitas dan berat badan berlebih, sering minum alkohol, memiliki diabetes tipe II, memiliki pola hidup yang tidak sehat, mengkonsumsi diet tinggi makanan instan atau daging merah.

Gejala Kanker Usus

Kanker kolorektal bisa muncul gejala bisa saja tidak muncul gejala, terutama pada stadium awal. Jika gejala muncul, maka gejala meliputi:

  • Diare dan atau konstipasi
  • Perubahan warna, bentuk feses
  • Darah pada feses
  • Perdarahan dari rektum
  • Lemah lesu yang tidak dapat diketahui penyebabnya
  • Sering buang angin
  • Penurunan berat badan
  • Kram dan nyeri perut

Pemeriksaan Kanker Usus

Diagnosis dini dari kanker ini akan memberikan kemungkinan terbaik perawatan kanker ini. Anamnesis riwayat medis dan riwayat keluarga dilakukan, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik Abdomen lengkap dilakukan untuk melihat adanya benjolan dan polips.

  1. Pemeriksaan Darah : pemeriksaan darah dilakukan, tetapi tidak spesifik. Disini akan melihat kondisi secara umum. Pemeriksaan ini dapat menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Pemeriksaan darah seperti : fungsi liver, dan darah rutin (Complete blood count).
  2. Kolonoskopi : prosedur ini meliputi memasukkan tabung panjang kecil, yang tertempel kamera. Prosedur ini membuat dokter dapat melihat bagian dalam kolon dan rektum. Selama prosedur ini, dapat juga dilakukan pengambilan jaringan dari area abnormal. Jaringan sampel ini dapat dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi untuk dianalisis.
  3. X-ray : pemeriksaan ini menggunakan larutan kontras radioaktif yang terkandung barium metalik. Cairan dimasukkan ke usus menggunakan enema. Cairan barium akan melingkupi mukosa usus da membantu meningkatkan kualitas gambar hasil X-ray.
  4. CT-scan : pemeriksaan ini akan memberikan gambaran detile pada usus. Pada kasus kanker kolorektal, nama lain CT-scan adalah kolonoskopi virtual.
Baca Juga:  Nefrolithiasis – Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

Pengobatan Kanker Usus

Tatalaksana kanker ini tergantung dari berbagai faktor. Kondisi kesehatan secara umum dan stadium kanker kolorektal akan menentukan pengobatan apa yang dilakukan.

  1. Tindakan Pembedahan

Pada stadium awal kanker kolorektal, sangat mungkin dilakukan tindakan pembedahan pada polips. Selama tindakan ini, jika polips tidak menempel pada dinding usus, maka prognosisnya baik. Jika kanker menyebar ke dinding usus, maka pengambilan jaringan usus dan rektum serta limfonodi sekitar dilakukan. Prosedurnya disebut dengan kolostomy. Selain itu dapat dibuat stoma berupa lubang anus pada dinding abdomen (m. Rektus abdominis bagian bawah) dan bersifat sementara atau permanen.

  1. Kemoterapi

Pengobatan ini meliputi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi akan membuuh semua sel kanker dan mengendalikan tumor. Penggunaan kemoterapi akan memberikan beberapa efek samping, seperti rambut rontok, kram perut, mual, dan lainnya.

  1. Radioterapi

Radioterapi menggunakan energi sinar X untuk ditargetkan dan menghancurkan sel kanker sebelum dan setelah tindakan pembedahan. Terapi radiasi sering dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.

  1. MedikaMentosa

FDA telah menyetujui Regorafenib untuk mengobati metastasis dan stadium akhir kanker kolorektal yang tidak berespon dengan pengobatan lain. Obat ini bekerja dengan memblokade enzim yang memicu pertumbuhan sel kanker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here