Hernia Strangulata : Gejala, Pemeriksaan dan Pengobatan

0
2597

Hernia strangulata adalah kondisi medis yang mengancam jiwa dan darurat dimana jaringan lemak, atau usus halus terdorong melalui daerah lemah di otot perut (Lokus minorus resisten) dan terjadi puntiran / terpuntir.

Otot abdomen yang menekan usus atau jaringan hernia akan menghentikan aliran darah usus. Akibatnya sel akan mati. Strangulasi ini dapat memicu perforasi usus, kematian sel (gangren) dan syok yang memicu kematian.

Penyebab Hernia Strangulata

Hernia ini dapat muncul ketika bayi lahir, dan juga dapat terjadi pada segala usia. Biasanya terjadi ketika otot abdomen lemah, dan memicu area lokus minorus resisten lemah, sehingga jaringan melipat dan terjebak di antara jaringan otot.

Terdapat faktor risiko yang meningkatkan angka kejadian hernia ini seperti : batuk kronis, otot ketarik ketika usus sedang bekerja mencerna makanan, ada riwayat tindakan bedah perut seperti operasi sesar, aktifitas yang berat dan mengangkat berat, dan kehamilan (Ibu hamil).

Gejala Hernia Strangulata

Berbeda dengan jenis hernia lainnya, hernia ini menyebabkan gejala yang lebih serius dan parah. Kebanyakan orang terlihat tonjolan pada selangkangan atau perut mereka. Selain tonjolan dan benjolan, juga terdapat gejala seperti:

  1. Nyeri yang datang tiba-tiba dan sangat berat
  2. Terjadi feses berdarah
  3. Konstipasi dan kulit sekitar hernia berwarna merah kehitaman
  4. Demam dan lemah lesu
  5. Tidak dapat mengeluarkan gas
  6. Sekitar hernia nyeri bila ditekan dan terjadi tanda peradangan
  7. Mual dan muntah berat
  8. Peningkatan denyut jantung dan nadi

Perbedaan Hernia Strangulata dengan Hernia Inkarserata

Hernia inkarserata terjadi ketika jaringan hernia terjebak dan tidak dapat keluar kembali ke tempatnya. Hernia inkarserata dapat memicu obstruksi dan strangulasi. Ini artinya hernia strangulata tidak dapat memicu hernia inkarserata. Hernia inkarserata itu usus terjebak, sedangkan hernia strangulata adalah usus terpuntir. Sepertinya hernia strangulasi, hernia inkarserata juga kondisi darurat dan mengancam jiwa sehingga harus segera di obati.

Baca Juga:  Tumor Pancoast (Kanker Paru): Gejala hingga Tatalaksana

Komplikasi bila tidak diobati

Jika tidak diobati maka lipatan strangulasi dari usus akan menghambat aliran darah. Ini sangat berbahaya dalam beberapa jam saja. Jaringan akan mati, dan mengeluarkan racun ke aliran darah. Racun atau toksin ini akan memicu infeksi menyeluruh atau sepsis dan memicu kematian.

Pemeriksaan Hernia Strangulata

Hernia ini adalah kondisi emergensi dan harus dibawa ke IGD (instalasi gawat darurat) segera. Pemeriksaan fisik dan anamnesis dilakukan. Kebanyakan diagnosis paling sering diketahui di IGD. Pemeriksaan USG dan Sinar X sangat penting untuk mengetahui ukuran dan ada tidak obstruksi. Jika anda mengalami gejala hernia, jangan tunggu hingga nyeri untuk periksa ke dokter.

Pengobatan Hernia Strangulata

Tindakan pembedahan adalah satu-satnya pengobatan hernia ini. Pembedahan harus dilakukan segera sebelum terdapat komplikasi dan kerusakan lebih lanjut. Tindakan ini terdapat 2 tahap. Pertama, dokter bedah akan menekan hernia dan berusaha melepaskan puntiran dan mengembalikan usus ke rongga perut (Cavum abdomen).

Kedua, melakukan reparasi dengan MESH sintetik atau jaringan untuk mencegah rekurensi dan komplikasi. Karena tindakan ini adalah tindakan pembedahan besar, maka memerlukan anestesi general (bius total).

Tindakan pembedahan teknik OPEN lebih dipilih meskipun laparoskopi juga dilakukan juga. Setelah tindakan pembedahan, pasien hendaknya dapat beraktifitas seperti biasa setelah 1-2 minggu. Aktifitas berat, seperti mengangkat beban berat dalam waktu lama di hindari dulu. Untuk pulih sempurna, dibutuhkan hingga 1-2 bulan. Sangat penting untuk kontrol luka setelah operasi dan jangan sampai terdapat nanah/pus yang merupakan tanda infeksi.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here