Hernia Femoralis : Gejala, Pemeriksaan dan Pengobatan

0
2248

Hernia femoralis adalah hernia femorokel dimana terjadi adanya penonjolan pada selangkangan paha, dimana usus atau struktur interna melewati canalis femoralis. Otot biasanya berfungsi menjaga usus dan organ interna tetap berada di posisinya. Terkadang jaringan intraabdomen dapat terdorong melalui lokus minorus resisten (daerah otot yang lemah, biasanya karena terlalu regang atau melalui celah rentan). Untuk mengetahui jenis hernia lainnya, silahkan buka artikel jenis-jenis hernia.

Jika sebagian jarinan terdorong  melalui canalis femoralis, akan memicu hernia femoralis. Hernia ini terlihat burupa benjolan di sekitar paha dan selangkangan. Canalis femoralis sendiri adalah tempat lewatnya arteri femoralis, vena, dan syaraf yang menuju ke kaki. Lokasinya berada dibawah ligamen inguinalis.

Wanita lebih sering mengalami hernia jenis ini dan secara umum kejadiannya relatif jarang. Kejadiannya sekitar 3% dari seluruh jenis hernia yang telah diketahui. Hernia ini akan memicu masalah berat jika terjadi obstruksi dan blokade aliran darah di usus atau terjadi strangulasi. Adanya strangulasi ini disebut dengan hernia strangulata dan membutuhkan tindakan pembedahan segera (emergensi).

Penyebab Hernia Femoralis

Penyebab ilmiah dari hernia ini belum diketahui. Namun, diduga terjadi kelemahan pada area canalis femoralis ketika lahir atau sering berjalannya waktu, otot sekitar dan ligamennya kendor.  Terdapat beberapa faktor yang berkaitan dengan pelonggaran kanalis femoralis ini, diantaranya:

  1. Melahirkan anak dan konstipasi kronis.
  2. Sering mengangkat berat atau berat badan lebih
  3. Kesulitan buang air kecil karena pembesaran prostat
  4. Batuk kronis yang memicu peningkatan tekanan intraabdomen

Gejala Hernia Femoralis

Untuk ukuran hernia kecil biasanya tidak memicu gejala. Pada kebanyakan kasus, untuk hernia kecil anda tidak akan melihat bulging atau benjolan di daerah selangkangan. Hernia besar baru terlihat dan memicu rasa tidak nyaman. Benjolan akan terlihat di area selangkanan di paha atas. Benjolan dapat memburuk dan menyebabkan nyeri terutama ketika berdiri, mengangkat berat dan berlari. Nyeri pada tulang panggul juga dapat terjadi.

Baca Juga:  Tatalaksana Bedah Megacolon Conginetal

Untuk gejala yang berat, bisa terjadi obstruksi usus. Kondisi ini disebut dengan strangulasi. Strangulasi akan memicu usus dan jaringan nya mati, serta sangat membahayakan nyawa. Ini adalah kondisi emergensi. Gejala berat tersebut, meliputi:

  1. Nyeri perut berat dan tiba-tiba di selangkangan
  2. Muncul mual dan muntah baik ringan dan progresif

Jika menemukan hal ini, segeralah ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) rumah sakit terdekat kota anda. Jika hernia memicu obstruksi usus, aliran darah usus akan terhambat. Pengobatan emergensi pembedahan dapat menyelamatkan anda.

Pemeriksaan Hernia Femoralis

Pemeriksaan palpasi dan menyentuh diperlukan untuk hernia ini. Jika hernia besar, maka benjolan dapat dirasakan lebih jelas baik pemeriksa maupun penderita. USG abdominal dan selangkangan dapat digunakan untuk konfirmasi diagnosis. Pemeriksaan radiologi lain juga dapat mendeteksi adanya kelemahan dinding otot ketika benjolan muncul.

Pengobatan Hernia Femoralis

Hernia ini bila masih kecil dan belum muncul gejala (asimtomatik) maka belum memerlukan pengobatan tertetu. Tindakan pembedahan (herniorafi / hernioraphy) diperlukan jika sudah muncul rasa tidak nyaman. Tindakan pembedahan memerlukan pembiusan total (general anestesi). Ini artinya pasien tertidur ketika prosedur pembedahan dilakukan dan tidak merasakan nyeri.

Pembedahan hernia ini dapat dengan teknik open dan teknik laparoskopi. Tindakan open dengan incisi besar membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama dibandingkan teknik laparoskopi yang juga lebih minimal perdarahannya. Jenis pembedahan yang dilakukan tergantung beberapa faktor seperti:

  1. Waktu rekovery atau penyembuhan
  2. Keahlian dan perlengkapan pembedahan
  3. Ukuran hernia dan komplikasi yang sudah muncul
  4. Harga dan tarif

Tindakan laparoskopi lebih tidak nyeri dan lebih kecil lukanya, penyembuhan lebih cepat tetapi harga dan tarif lebih mahal serta alat dan memerlukan keahlian khusus bedah. Pada prinsipnya tetap dilakukan incisi. Untuk memperkuat dan mencegah relaps, akan dipasang MESH. Mesh ini akan menguatkan dinding canalis femoralis.

Baca Juga:  Paronikia (Cantengan) : Kuku Bernanah karena Infeksi

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here