Jenis Alat Kontrasepsi

0
1521

Alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk merencanakan kehamilan. Jenisnya sendiri sangat banyak. Masing-masing jenis mempunyai karateristik masing-masing, baik itu mempunyai kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Untuk itu, bagi yang ingin menggunakan alat kontrasepsi, pilihlah dengan bijak dan benar. Mintalah bantuan pertimbangan dokter dalam memilihkan alat kontrasepsi. Tulisan ini bertujuan untuk membagi informasi terkait menunda kehamilan untuk pasangan suami istri yang halal dan sah, bukan untuk bermaksiat.

Alat kontrasepsi terbagi menjadi alamiah, penghalang, hormonal, alat kontrasepsi dalam rahim dan alat kontrasepsi pemotong. Alat kontrasepsi alamiah terdiri dari metode kalender dan senggama terputus, alat kontrasepsi penghalang sifatnya menghalangi agar ovum dan sperma tidak bertemu  terdiri dari kondom dan diafragma. Untuk alat kontrasepsi hormonal, terdiri dari pil kombinasi, pil progestin, implant, suntik kombinasi, dan progestin. Untuk alat kontrasepsi dalam rahim berupa IUD, sedangkan alat kontrasepsi pemotong/sterilisasi yakni tubektomi dan vasektomi.

Berdasarkan training resource package for family planning, 2011 dikatakan bahwa 6 kontrasesi yang paling berhasil adalah IUD, implant, sterilisasi, injeksi, pil dan kondom.


MENGETAHUI KARATERISTIK,KEKURANGAN DAN KELEBIHAN ALAT KONTRASEPSI
Pertama Metode Alamiah, yang terdiri dari Metode Amenorea Laktasi, Metode Kalender dan Senggama terputus.

1. Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Mekanisme dari kontrasepsi MAL adalah mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif untuk menekan terjadinya ovulasi. Metode ini mempunyai tiga syarat, yakni ibu belum mengalami haid lagi, bayi disusui secara eksklusif dan sering, sepanjang siang dan malam dan bayi berusia kurang dari 6 bulan.

Efektifitas dalam menekan kehamilan sangat rendah, dimana risiko kehamilan ibu sangat tinggi bila ibu tidak menyusui bayinya secara benar. Apabila dilakukan dengan benar, maka risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 6 bulan setelah persalinan.

Keuntungan metode ini mendorong pola menyusui ibu yang benar dan teratur sehingga membawa manfaat bagi ibu dan bayi. Risiko dan efeksamping tidak ada dan metode ini dipilih beberapa orang karena mendorong kebiasaan menyusui dan tidak perlu biaya.

2. Metode Kalender

Mekanisme dari kontrasepsi kalender adalah dengan menghindari senggama pada saat masa subur. Pada metode ini apabila dilakukan dengan benar, mempunyai efektivitas membuat ibu risiko hamil sebesar 1-9 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Keuntungan khusus bagi kesehatan, resiko kesehatan dan efek samping tidak ada.

Beberapa orang memilih kontrasepsi jenis ini karena tidak ada efek samping, tidak perlu biaya dan prosedur khusus. Juga membuat ibu mengerti kondisi tubuhnya dan sesuai bagi pasangan yang menganut agama atau kepercayaan tertentu.

Beberapa orang tidak memilih kontrasepsi jenis ini karena terlalu ribet, memerlukan perhitungan yang cermat, kadang sulit diterapkan pada ibu yang siklus haidnya tidak teratur.

3. Metode Senggama terputus

Metode ini sering digunakan orang jaman dahulu, sehingga disebut KB tradisional. Mekanismenya dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis), dair vagina sebelum pria mencapai ejakulasi. Efektifitasnya, apabila dilakukan secara benar, maka risiko kehamilannya adalah 4 di antara 100 ibu dalam setahun. Tidak ada keuntungan khusus, risiko bagi kesehatan dan efek samping.

Beberapa orang memakainya karena tidak ada efek samping khusus, tidak perlu biaya dan prosedur khusus, membantu ibu nmengerti tubuhnya dan sesuai bagi pasangan yang menganut kepercayaan dan agam tertentu. Metode ini beberapa orang tiak memakai karena dinilai kurang efektif.


Kedua, menggunakan metode penghalang. Metode penghalang ada 2 macam, yakni dengan kondom dan diafragma. Lebih jelasnya silahkan simak penjelasan berikut ini:

1. Kondom

Mekanisme dari alat kontrasepsi menggunakan kondom adalah menghalangi terjadinya pertemuan antara sperma dan ovum dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan. Efektivitas dari alat kontrasepsi ini bila dilakukan dengan benar, maka risiko kehamilannya adalah 2 dari 100 ibu dalam setahun.

Keuntungan bagi kesehatan berupa mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti gonorhe, bacterial vaginosis dan lain sebagainya. Beberapa orang dapat terjadi alergi pada karet. Alat kontrasepsi ini tidak mempunyai efek samping.

Beberapa orang memilih ini karena metode ini tidak mempunyai efek secara hormonal, mudah didapat, dapat digunakan sementara/ cadangan sebelum menggunakan metode lain, dan dapat mencegah penularan penyakit menular seksual. Beberapa orang tidak memilihnya karena keberhasilannya sangat dipengaruhi cara penggunaan, harus disiapkan sebelum berhubungan seksual.

Baca Juga:  Perbedaan Sensitivitas dan Spesifitas : Rumus dan Contoh

2. Diafragma

Diafragma adalah kap benbentuk cembung, terbuat dari lateks/karet yang dimasukkan ke dalam vagina, sebelum berhubungan seksual yang mempunyai mekaisme menutup saluran alat reproduksi bagian atas (tuba, dan uterus). Diafragma juga dapat digunakan bersama spermisida. Apabila digunakan dengan banar bersama spermisida, risiko kehamilannya adalah 6 dari 100 ibu dalam 1 tahun.

Keuntungan dari alat kontrasepsi ini adalah dapat mencegah penularan penyakit menular seksual dan ca servik, namun mempunyai risiko bagi kesehatan seperti infeksi saluran kemih, bakterial vaginosis, kandidiasis dan lain sebagainya.

Efek samping dari alat kontrasepsi ini membuat iritasi di vagina dan penis, sehingga muncul lesidi vagina. Beberapa orang memilih alat kontrasepsi ini karena tidak terdapat efek samping hormonal, pemakaiannya dikendalikan oleh perempuan dan dapat dipasasng sebelum berhubungan seksual. Beberapa orang tidak memakainya, dengan alasan memerlukan pemeriksaan dalam untuk menentukan ukuran yang tepat, dan keberhasilannya tergantung dari cara pemakaian.


Ketiga, alat kontrasepsi hormonal. Sangat diwaspadai penggunaan hormonal apabila terdapat hipertensi, DM dan penyakit lainnya. Alat kontrasepsi dengan hormonal terdiri dari pil kombinasi, pil progestin, implant, suntik kombinasi, dan progestin. Untuk lebih jelasnya silahkan cermati penjelasan berikut ini:

1. Pil Kombinasi

Mekanisme kerja dari pil kombinasi ini adalah menekan terjadinya ovulasi, mencegah implantasi, mengentalkan lendir servic sehingga sperma lebih sulit untuk melewatinya. Selain itu juga dapat mengganggu pergerakan tuba sehingga transportasi telur terganggu. Prinsipnya pil ini diminum setiap hari. Efektifitas dari metode ini bila dilakukan dengan baik dan benar maka, risiko kehamilan kirang dari 1 dari 100 ibu dalam 1 tahun.

Keuntungan yang diperoleh dari kontrasepsi ini adalah mengurangi resiko kanker endometrium, kanker ovarium, penyakit radang panggul, mengurangi risiko kista ovari dan anemia defisiensi besi. Selain itu juga dapat mengurangi nyeri haid, masalah perdarahan haid, nyeri saat ovulasi, kelebihan rambutpada wahagg dan tubuh, gejala PCOS (polikistik ovarian syndrom) dan gejala endometrosis. Metode ini dapat memicu timbulnya gumpalan darah di vena dalam tungkai atau paru-paru, sehingga menjadi faktor resiko cardiovaskular disease.

Efek samping dari alat kontrasepsi ini adalah perubahan pola haid, dimana haid menjadi lebih pendek, sedikit, tidak teratur, jarang bahkan tidak haid. Efek samping lainnya adalah nyeri kepala, mual, nyeri payudara, perubahan berat badan, perubahan mood, jerawat dan peningkatan tekanan darah.

Baca Juga:  KB Susuk atau Implan : Keuntungan hingga Efek Samping

Beberapa orang memilih alat kontrasepsi ini karena pemakaiannya dikendalikan oleh perempuan, dapat dihentikan kapanpun tanpa perlu bantuan tenaga kesehatan dan tidak mengganggu hubungan seksual. Beberapa orang tidak memakainya karena harga relatif mahal dan harus digunakan setiap hari.

2. Mini pil (Progestin)

Mekanisme dari alat kontrasepsi mini pil progestin adalah dengan menekan sekresi dari gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium. Pil ini juga membuat endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga dapat mencegah implantasi. Mekanisme lain juga terdapat pada metode ini, yakni diketahui bawah dapat mengentalan lendir servik sehingga dapa tmenghambat penetrasi sperma, mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu. Pil ini diminum setiap hari.

Efektifitas dari alat kontrasepsi ini apabila digunakan dengan benar, mempunyai risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 1 tahun. Tidak terdapat keuntungan khusus dan risiko khusus bagi kesehatan.

Efek samping dari metode ini adalah terjadinya perubahan pola haid, haid tidak teratur, haid memanjang atau sering, haid jarang atau tida haid. Efeksamping lannya adalah nyeri kepala, pusing, perubahan mood, nyeri di payudara, nyeri di perut dan mual.

Beberapa orang memilih kontrasepsi metode ini akrena dapat diminum saat menyusui, pemakaiannya dikendalikan oleh permepuan, dapat dihentikan kapanpun tanpa perlu bantuan tenaga kesehatan, dan tidak mengganggu hubungan seksual. Beberapa orang tidak  memakainya karena harus rutin diminum setiap hari sehingga cenderung repot.

3. Implant

Mekanisme dari alat kontrasepsi implant adalah dengan menekan terjadinya ovulasi, mengentalkan lendir servic, menjadikan selaput rahim tipis dan atropi, serta dengan mengurangi transportasi sperma. Prinsipnya, implat dimasukkan di bawah kulit, dan dapat bertahan hingga 3-7 tgahun tergantung jenisnya. Efektifitas dari alat kontrasepsi ini  mempunyai risiko kehamilan kurang dari 1 dari 100 ibu dalam 1 tahun.

Keuntungan bagi kesehatan adalah dapat mengurangi penyakit radang panggul, dan mencegah anemia defisiensi besi. Tidak terdapat risiko tertentu bagi kesehatan. Efek samping yang mungkin didapat pada alat kontrasepsi ini adalah terjadinya perubahan pola haid. Biasanya pada bulan pertama haid menjadi sedikit dan singkat, haid menjadi tidak teratur lebih dari 8 hari, haid jarang bahkan tidak haid lagi. Setelah 1 tahun, haid sedikit, singkat dan tidak teratur dengan frekuensi lebih jarang. Adapun efeksamping lainnya seperti nyeri kepala, perubahan mood, perubahan berat badan, timbul jerawat, nyeri perut dan mual.

Beberapa orang memilih kontrasepsi jenis ini karena tidak perlu melakukan apapun lagi untuk waktu yang lama setelah pemasangan. Alat kontrasepsi ini juga edektif mencegah kehamilan dan tidak mengganggu hubungan seksual. Beberapa orang tidak memakainya karena memerlukan prosedur bedah yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.


Keempat, alat kontrasepsi yang dimasukkan dalam rahim, yakni IUD, berikut penejelasannya:

1. Alat kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD

Mekanisme kerja dari alat kontrasepsi AKDR adalah dimasukkanya IUD kedalam rahim. AKDR akan menghambat kemampuan sperma untuk memasuki tuba, mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai cavitas uteri, dan mencegah sperma-ovum bertemu. AKDR juga dapat mencegah implantasi ovum dalam uterus. Efektifitas dari AKDR, mempunyai risiko kehamilan kurang dari 1 dari 100 ibu dalam 1 tahun. Efektifitasnya dapat bertahan lama, hingga 12 tahun.

Keuntungan dari AKDR adalah dapat mengurangi risiko kanker endometrium. Risiko dari penggunaan AKDR adalah dapat menyebabkan anemia apabila kondisi ibu dengan cadangan besi rendah, AKDR dapat menyebabkan haid lebih bayak, dan menjadi faktor resiko timbulnya penyakit radang panggul apabila ibu terinfeisk gonorhea dan klamidia trachomatis sebelum pemasangan AKDR. Efek samping yang dapat timbul dari alat kontrasepsi ini adalah perubahan pola haid terutama dalam 3-6 bulan pertama, haid menjadi lebih banyak, tidak teratur dan kadang disertai nyeri haid.

Beberapa orang memilih alat kontrasepsi ini karena efektif mencegah kehamilan, dapat digunakan dalam waktu yang lama, tidak ada biaya tambahan setelah pemasangan, tidak mempengaruhi menyusui, dan dapat langsung dipasang setelah persalinan atau keguguran. Beberapa orang tidak menyukainya karena memerlukan prosedur pemasangan yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga:  KB Spiral atau IUD : Manfaat hingga Efek Samping

Kelima, alat kontrasepsi pemotong/sterilisasi/alat kontrasepsi mantap,  yang terdiri dari tubektomi dan vasektomi. Metode ini dilakukan di ruang operasi besar, dengan memotong saluran tuba fallopi pada ibu (tubektomi) dan memotong saluran vas deferen pada pria (vasektomi). Karena dipotong menyebabkan sperma dan ovum tak pernah menuju ke uterus dan tidak pernah menjadi ejakulat. Kedua ini dipakai bila memang selamanya tidak ingin mempunyai keturunan dan harus dalam pengawasan dokter. Untuk lebih lengkapnya, silahkan konsultasikan kepada dokter terdekat.


PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI

Dalam memilih dan menentukan alat kontrasepsi, dikatakan bahwa terdiri dari 3 tujuan. Pertama apakah hanya menunda sementara kehamilan, kedua apakah menjarangkan kehamilan dengan anak kurang dari 2, dan ketiga apakah tidak ingin hamil lagi dengan anak lebih dari sama dengan 3. Pemilihan ini tentu juga selain prioritas, juga dipertimbangkan kondisi seseorang tersebut, apakah mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti Hipertensi, Diabetes, gangguan hormonal, kehamilan ektopik, kanker rahim dan lain sebagainya.

Untuk menunda fase kehamilan sementara, urutan prioritas dari paling direkomendasikan sampai yang paling tidak direkomendasikan dengan asumsi tidak ada kontraindikasi, yakni : pertama Pil, kedua IUD (Alat kontrasepsi dalam rahim), ketiga kondom, keempat implan dan kelima KB suntik.

Untuk menjarangkan kehamilan lebih lama dengan kondisi anak kurang dari samadengan 2, urutan prioritas dari paling direkomendasikan sampai yang paling tidak direkomendasikan dengan asumsi tidak ada kontraindikasi, yakni : IUD, suntikan, minipil, pil, implant dan kondom.

Bagi yang menginginkan tidak ingin hamil lagi dan anak lebih dari sama dengan 3, maka urutan prioritas dari paling direkomendasikan sampai yang paling tidak direkomendasikan dengan asumsi tidak ada kontraindikasi, yakni :Sterilisasi baik itu berupa vasektomi atau tubektomi, kedua IUD, selanjutnya implant, suntikan, kondom dan pil.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut ini:

Urutan prioritas Menunda Kehamilan Sementara Menjarangkan Kehamilan (Anak < 2) Tidak ingin hamil lagi

(Anak > 3)

1 Pil IUD/AKDR Sterilisasi (Tubektomi/vasektomi)
2 IUD/AKRD Suntikan IUD/AKDR
3 Kondom Minipil Implant
4 Implant Pil Suntikan
5 Suntikan Implant Kondom
6 Kondom Pil

Demikian sedikit penjelasan terkait dengan memilih dan menentukan secara bijak, baik dan benar alat kontrasepsi. Tetap kami sarankan anda untuk tetap berkonsultasi dengan dokter, karena akan dipertimbangkan dari berbaagi faktor dalam penentuan alat kontrasepsi ini. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here