Sindrom Putri Tidur (Kleine-Levin) : Gejala hingga Pengobatan

0
803

Sindrom putri tidur adalah nama lain dari sindrom Kleine Levin, yaitu penyakit yang relatif jarang yang menyebabkan tidur dalam waktu yang berlebihan hingga 20 jam sehari. Karena penderita tidur dalam waktu yang lama, maka sering disebut dengan sindrom sleeping beauty. Sindrom ini juga mengakibatkan confusion dan perubahan tingkah laku.

Sindrom ini dapat mengenai siapa saja, tetapi anak-laki-laki lebih sering dibandingkan kelompok lain. Sekitar 70% penderita adalah laki-laki. Episode dapat datang dan pergi dalam periode luas, hingga 10 tahun. Selama masing-masing episode, dapat menyulitkan ketika sekolah, bekerja dan aktifitas lainnya.

Penyebab Sindrom Putri Tidur

Penyebab pasti dari sindrom ini tidak diketahui. Cidera pada hipotalamus (bagian otak pengendali tidur, nafsu makan dan temperatur tubuh) diduga dapat menyebabkan sindrom ini. Cidera didapat dari jatuh, dan terpukulnya kepala. Hal tersebut masih dilakukan penelitian.

Beberapa orang berkembang sindrom ini setelah infeksi flu. Peneliti juga mengaitkan dengan penyakit autoimun. Penyakit autoimun membuat imunitas tubuh menyerang sel yang sehat. Penyebab Genetik juga terlibat, namun detilenya masih diteliti.

Gejala Sindrom Putri Tidur

Seseorang dengan sindrom ini gejalanya tidak muncul setiap hari. Ketika tidak memasuki episode, maka gejala tidak muncul. Ketika gejala muncul, dapat terjadi beberapa hari, minggu hingga bulan. Gejala yang paling sering muncul adalah TERTIDUR PULAS dalam waktu lama. Penderita seolah ingin di atas tempat tidur dan kesulitan untuk bangun.

Selama episode, dapat tertidur hingga 20 jam seharinya. Pasien terbangun ketika ke kamar mandi, dan makan, kemudian tertidur lagi. Lemah lesu dapat memberat. Episode dapat memicu munculnya oleh gejala lain, seperti:

  • Disorientasi
  • Halusinasi
  • Iritabilitas
  • Perubahan tingkah laku
  • Peningkatan nafsu makan
  • Peningkatan keinginan berhubungan seksual
Baca Juga:  Gangguan Cemas Agorafobia : Gejala hingga Tatalaksana

Ini mungkin hasil dari berkurangnya aliran darah ke otak selama episode. Sindrom ini kondisinya tidak dapat diprediksi. Episode dapat kembali tiba-tiba dan tanpa peringatan, mingguan, bulan hingga tahunan. Setelah episode selesai, maka penderita dapat kembali beraktifitas seperti biasa. Penderita cenderung tidak ingat atau hanya ingat sedikit episode tidur yang ia alami.

Pemeriksaan Sindrom Putri Tidur

Sindrom ini relatif sulit didiagnosis dan sering misdiagnosis dengan penyakit psikiatri lainnya. Rata-rata diagnosis akurat setelah 4 tahun. Proses diagnosisnya dengan ekslusi menyingkirkan keungkinan yang lain. Pemeriksaan fisik dan penunjang seperti CT-scan dan MRI kepala dilakukan. Penyebab lain harus disingkirkan, seperti:

Tidur berlebihan juga merupakan tanda depresi. Kondisi mental perlu dievaluasi. Dalam hal ini berbagai mood disorder perlu digali dan diperiksa. Dipastikan tidak ada tanda depresi.

Pengobatan Sindrom Putri Tidur

Beberapa medikamentosa dapat mengendalikan gejala. Obat tersebut akan mengurangi durasi dan episode tidur. Pil Stimulan menjadi pilihan. Obat ini menginduksi bangun, dan efektif mengurangi mengantuk, tetapi menyebabkan iritabilitas. Pilihan seperti metilphenida dan modafinil akan mengurangi mengantuk.

Obat untuk mengendalikan mood juga bermanfaat, seperti lithium dan carbamazepin yang digunakan  untuk mengobati penyakit bipolar. Dilaporkan orang berespon terhadap klaritomycin (antibiotik dan GABA agonis). Evidence ilmiah masih perlu dilakukan penelitian karena efektifitasnya belum diketahui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here