Penyakit Lyme : Gejala hingga Pengobatan

Lyme Disease

0
453

Penyakit lyme adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Borrelia Burgdorferi sensu lato, dan ditularkan ke manusia oleh gigitan serangga black-edge atau deer tick. Serangga tick terinfeksi setelah memakan telur atau tikus. Deer tick adalah serangga berbentuk seperti kepik. Serangga ini berada di kulit selama 24-48 jam untuk mentransmisikan infeksi. Kebanyakan orang dengan penyakit ini tidak pernah digigit serangga ini.

Penyakit lyme ini pertama kali dilaporkan di kota Old Lyme tahun 1975. Kebanyakan menyerang negara eropa dan pasifik, serta USA. Seseorang yang tinggal pada area berkayu dan hutan sering terkena penyakit ini. Begitu pula bila tinggal dengan hewan dan berdekatan dengan hewan, akan meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Gejala Penyakit Lyme

Penyakit ini terjadi dalam 3 stadium yaitu: early localized, early diseminasi, dan late diseminasi. Gejala ini tergantung dari stadium apa yang pasien derita. Berikut penjabarannya.

  1. Stadium I : Early Localized

Gejala penyakit ini mulai dari minggu pertama hingga kedua setelah gigitan serangga deer tick. Tanda awal adalah ruam Bull Eye, dimana tanda bakteri bermultiplikasi di aliran darah. Ruam terjadi pada sisi gigitan, dengan bercak merah di tengahnya, dan area kemerahan di tepinya. Ketika disentuh terasa hangat, tidak nyeri, tidak gatal. Ruam ini tidak terlihat setelah 4 minggu.

Nama ruam ini disebut dengan Eritema Migran. Eritema migran menjadi karateristik penyakit lyme. Kebanyakan orang tidak muncul gejala ini. Beberapa orang ruam kemerahan solid, dengan kehitaman juga.

  1. Stadium II : Early Disseminasi

Stadium II terjadi beberapa minggu setelah gigitan. Selama fase ini, bakteri mulai menyebar ke tubuh dan dikarateristikkan dengan gejala seperti flu. Meliputi: Demam menggigil, perbersaran limfonodi, radang tenggorokan, lemah lesu, nyeri otot, pusing kepala dan perubahan pandangan.

Baca Juga:  Trikomoniasis (Gejala, Penyebab dan Pencegahan)

Selama fase ini anda akan merasa tidak enak. Ruam akan terlihat pada area gigitan dan gejala neurologis seperti rasa kebas, kesemutan dan bell palsy juga terjadi. Fase ini dapat berkomplikasi menjadi meningitis, gangguan konduksi jantung.

  1. Stadium III : Late Disseminasi

Pada stadium ketiga, terjadi ketika infeksi tidak diobati pada stadium 1 dan stadium 2. Stadium tiga dapat terjadi mingguan, bulanan dan tahunan setelah gigitan. Cirikhas gejalanya berupa: pusing berat, radang sendi dan perbesaran sendi, gangguan ritme jantung, ensepalopati (gangguan memori, mood dan tidur), kehilangan memori, kesulitan konsentrasi, masalah bicara, dan kesemutan pada tangan dan kaki.

Pemeriksaan Penyakit Lyme

Diagnosis penyakit ini dimulai dengan assesment riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan darah dilakukan beberapa minggu setelah infeksi awal dan ketika antibodi muncul. Pemeriksaan penunjang diantaranya:

  • ELISA digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap B. Burgdorferi
  • Western blot dapat digunakan untuk konfirmasi ELISA positif. Ini akan mengecek adanya antibodi spesifik protein B. Burgdorferi.
  • PCR digunakan untuk mengevaluasi protein dengan persisten artritis lyme atau gejala sistem syaraf. Ini dilakukan pada cairan sendi dan cairan spinal.

Pengobatan Penyakit Lyme

Penyakit ini diobati terbaik pada fase awal pengobatan awal diberikan dalam 14-21 hari pemberian antibiotik oral untuk mengeliminasi semua infeksi. Obat yang digunakan diantaranya:

  • Doksisiklin untuk dewasa dan anak-anak dengan usia lebih dari 8 tahun
  • Cefuroksim dan amoksisilin untuk dewasa, anak kecil dan ibu menyusui

Penyakit lyme kronis atau persisten diobati dengan antibiotik intravena selama 14-21 hari. Melalui pengobatan ini, akan mengeliminasi infeksi dan memperbaiki gejala. Belum diketahui mengapa gejala seperti nyeri sendi, masih muncul meskipun bakteri telah mati. Beberapa dokter meyakini bahwa gejala persisten timbul pada seseorang denngan penyakit autoimun atau kondisi imunitasnya memburuk (drop).

Baca Juga:  Sifilis (Ulkus Durum) : Penyakit Menular Seksual dengan “Ulkus” dalam di Genital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here