Vitiligo : Penyebab, Gejala dan Pengobatan

0
151

Vitiligo adalah kondisi hilangnya pigmen kulit, melanin yang mana tampakan klinisnya berupa patch putih pada kulit karena kekurangan melanin. Pigmen melanin memicu warna kulit hitam, coklat yang diproduksi sel melanosit.

Kebanyakan orang dengan vitiligo ini, kehilangan pigmen pada kulit yang sehat, dan digantikan dengan patch (bercak) putih, datar dan dengan batas tidak teratur. Kehilangan pigmen ini dapat terjadi pada patch kecil, pada satu sisi tubuh atau area yang besar sampai 50% permukaan tubuh. Patch ini biasanya berada di tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti di tangan, wajah, lengan dan kaki. Biasanya area genital juga terkena.

Vitiligo dapat diobati. NVF telah mengestimasi dimana sekitar 1% populasi mengalami kelainan ini. Kondisi ini tidak menular, tidak menimbulkan nyeri, dan tidak berbahaya. Penyakit ini dapat mengenai laki-laki dan perempuan dengan probabilitas yang sama. Kehilangan pigmen disebut depigmentasi, dan lebih jelas terlihat pada orang yang kulitnya hitam.

Penyebab Vitiligo

Penyebab pasti vitiligo masih belum diketahui, berdasarkan NIAMS, peneliti berfikir bahwa penyakit ini adalah hasil dari respon autoimun, yang berarti tubuh menyerang dirinya sendiri. Pada kasus ini, tubuh menghancurkan melanosit dengan sendirinya sehingga pigmen melanin hilang.

Penyakit ini juga terlihat pada kondisi turunan. Sekitar 30% orang dengan vitiligo, mempunyai keluarga dengan kondisi yang sama. Ada beberapa kondisi autoimun yang berkaitan dengan penyakit ini, yaitu : alopesia akreta, penyakit addison, anemia pernisiosa dan hipertiroid.

Gejala Vitiligo

Gejala utama dari penyakit ini adalah hilangnya pigmen pada kulit. Ada tiga perpedaan bentuk depigmentasi yang mungkin, yaitu:

  1. Pada bentuk FOKAL, hilangnya warna kulit yang terlihat pada area yang kecil.
  2. Bentuk SEGMENTAL, depigmentasi pada satu sisi tubuh.
  3. GENERAL, hilangnya melanin yang terjadi pada kedua sisi tubuh secara simetris.
Baca Juga:  Jenis Jerawat dan Cara Mengobati (Beserta Gambar)

Bentuk general, adalah bentuk yang paling yang sering ditemukan. Depigmentasi pada ketiga bentuk itu dapat terlihat di: wajah, tangan, bawah tangan, kaki, punggung tangan, lengan, kaki, bibir dan selangkangan. Bagian interna mulut juga dapat kehilangan warna. Abu-abu di kulit kepala, dan wajah dapat menjadi tanda vitiligo, terutama alis dan bulu mata.

Pemeriksaan Vitiligo

Pemeriksaan kulit dilakukan, dan anamnesis terutama riwayat terbakar sinar matahari atau muncul plenting di kulit. Berdasarkan NIAMS, kerusakan sinar mata hari akan memicu gejala vitiligo pada beberapa pasien. Biopsi kulit dapat menemukan tidak adanya pigmen dan konfirmasi diagnosis.

Pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar vitamin B12, dan fungsi tiroid diperlukan. Tiroid yang overaktif dan defisiensi vitamin B12, sering berhubungan dengan penyakit ini. Tes ini sangat penting melihat pengobatan dan kondisi yang berkaitan. Pemeriksaan lampu wood diperlukan untuk membedakan dengan penyakit jamur pada kulit.

Pengobatan Vitiligo

Penyakit ini tidak nyeri dan tidak berbahaya. Tujuan pengobatan adalah mengembalikan pigmen di kulit, untuk aspek kosmetik. Pengobatan vitiligo merupakan pengobatanjangka panjang. Kebanyakan terapi tidak menghasilkan hasil dalam beberapa bulan dengan kata lain tidak instan. Pengobatan tersebut meliputi:

  1. Kortikosteroid

Pengobatan topikal sangat efektif untuk repigmentasi patch putih di kulit. Steroid topikal dapat digunakan baik anak-anak dan dewasa. Steroid harus di berikan di kulit setiap hari setidaknya 3 bulan sebelum melihat hasil yang signifikan. Krim steroid mempunyai efek samping, seperti penipisan kulit.

  1. Immunomodulator

Obat immunomobulator juga dapat digunakan mengobati penyakit ini. Krim ini berisi tacrolimus, atau pimekrolimus. Seseorang yang mempunyai area kecil kehilangan pigmen pada wajah dan leher, biasanya membaik dengan pengobatan immunomodulator.

  1. Sinar Ultraviolet

Terapi sinar UV dapat mengembalikan pigmen pada beberapa pasien vitiligo. Kebanyakan membutuhkan pengobatan yang disebut dengan PSORALEN yang membuat kulit lebih sensitif terhadap pengobatan cahaya. PSORALEN ada dalam bentuk topikal dan oral. Kombinasi PSORALEN dan Sinar UVA, disebut dengan terapi PUVA. Ini akan menggelapkan kulit penderita.

Baca Juga:  Antraks Kutaneus : Gejala, Penularan dan Pengobatan [Lengkap]

Meskipun lebih sensitif terhadap sinar matahari, ketika menggunakan psoralen, anda tetap harus meindungi tubuh dari paparan sinar matahari. Pengoabtan PUVA dilakukan beberapa kali setiap minggunya dan harus dengan ijin dan rekomendasi dokter.

  1. Depigmentasi

Ketika repigmentasi gagal, maka depigmentasi adalah pilihan pengobatan. Depigmentasi dilakukan jika penyakit ini meluas hingga lebih dari setengah tubuh. Tujuannya adalah menyamakan warna kulit.

Pengobaan MONOBENZON diberikan pada kulit untuk mencerahkan area pigmen. Kontak kulit dengan kulit harus dihindari selama pengobatan, terutama 2 jam setelah pengobatan. Manajemen noninvasif penyakit ini dapat meliputi make up dan membuat terowongan. Terowongan tidak membantu mengembalikan pigmen. Melindungi dari sinar UVA dan UVB diperlukan untuk melindungi kulit.

  1. Tindakan Pembedahan

Pada kasus yang berat, seseorang membutuhkan tindakan pembedahan dimana respon pengobatan non bedah kurang berhasil, dan kondisi kulit yang kronis. Sebelum melakukan tindakan ini, berkonsultasilah ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Demikian semoga mencerahkan.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here