Indikasi Absolut Tonsilektomi : Kriteria Absolut dan Relatif

0
314

Indikasi absolut tonsilektomi menjadi keharusan bahwa perlunya dilakukan pengangkatan tonsila karena keuntungannya lebih besar dibandingkan kerugiannya. Tonsilektomi masih menjadi tindakan bedah pada anak yang sering dilakukan. Pengangkatan tonsila ini masih kontroversial mengingat fungsi dari tonsila untuk imunitas tubuh anak.

Terdapat 6 buah tonsila, yakni 1 tonsila faringeal (adenoid), 2 tonsila palatina, 2 tonsila tuba, dan 1 tonsila lingualis. Tonsila memproduksi limfosit, dan aktif dalam sintesis imunoglobulin. Karena merupakan jaringan limfoid pertama pada saluran aerodigestif, tonsila berperan penting dalam imunitas. Meskipun berfungsi sebagai imunitas, tonsila yang terinfeksi akan tidak efektif dalam fungsi imunitasnya.

Tonsila yang terinfeksi akan menurunkan transport antigen, menurunkan produksi antiodi dibawah batas bawah, dan infeksi bakterial kronis. Lebih dari 530 ribu tonsilektomi dilakukan pada anak dan remaja di USA karena infeksi tenggorokan rekuren dan gangguan tidur.

KRITERIA PARADISE TONSILEKTOMI

  1. Frekuensi dan episode : setidaknya 7 episode pada setahun sebelumnya, 5 episode pada masing-masing 2 tahun sebelumnya, atau 3 episode pada 3 tahun sebelumnya.
  2. Manifestasi Klinis : nyeri tenggorokan disertai episode : demam lebih dari 38,3oC, adenopati cervical (limfonodi membesar dan nyeri lebih dari 2 cm), eksudat di tonsil, dan kultur positif terhadap grup A beta hemolitik streptokokus.
  3. Pengobatan : antibiotik terbukti utuk episode streptokokal.
  4. Dokumentasi : masing-masing episode infeksi tenggorokan dicatat di medikal record. Bila tidak dicatat, maka diperlukan 2 episode infeksi tenggorokan dengan bentuk, frekuensi, dan manifestasi klinis konsisten dengan riwayat awalnya.

Terdapat kriteria absolut dan relatif. Menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, merekomendasikan kriteria berikut ini:

INDIKASI ABSOLUT TONSILEKTOMI

  1. Pembesaran tonsila yang menyebabkan obstruksi saluran pernafasan atas, disfagia berat, gangguan tidur, dan komplikasi kardiopulmoner.
  2. Adanya abses peritonsil, yang tidak berespon baik terhadap tatalaksana medika mentosa, dan drainase oleh tindakan pembedahan, meskipun dilakukan pada fase akut.
  3. Tonsilitis yang menyebabkan kejang demam
  4. Tonsila yang membutuhkan biopsi untuk melihat malignansi jaringan patologi.
Baca Juga:  Sinusitis - Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

INDIKASI RELATIF TONSILEKTOMI

  1. Terjadi infeksi tiga kali atau lebih setiap tahunnya dengan terapi medikamentosa yang adekuat.
  2. Adanya bau nafas persisten yang tidak enak, karena tonsilitis kronis dan tidak berespon baik terhadap terapi medikamentosa.
  3. Tonsilitis rekuren atau kronis oleh streptokokal yang tidak berespon terhadap antibiotik beta-laktamase (resisten).
  4. Terjadi hipertropi tonsila unilateral yang dapat menjadi keganasan (neoplastik).

KONTRAINDIKASI TONSILEKTOMI

  1. Perdarahan diasthesis
  2. Risiko buruk aestetik atau penyakit yang tidak terkendali
  3. Anemia
  4. Infeksi akut

Referensi:
De Luca Canto et al. 2015. Adenotonsillectomy complication: A meta analysis.
Randall et al. 1998. Complications of tonsillectomy and adenoidectomy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here