Indikasi dan Kontraindikasi Transfusi Darah

0
5641

DEFINISI

Tranfusi darah adalah tindakan medis untuk memberikan darah melalui prosedur intravena maupun intraarterial dari darah donor kepada resipien dalam rangka terapi penyakit, penyelamatan gawat darurat, dan lain sebagainya. Tindakan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan, baik dokter, dan paramedis.


INDIKASI TRANFUSI

Tranfusi darah ditujukan untuk memelihara pasokan oksigen pada jaringan dan mencegah infark atau ischemia pada sel. Kapasitas penghantaran oksigen dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan konsentrasi hemoglobin pada penderia anemia akut dan kronis.

Satu unit tranfusi darah merah akan mampu meningkatkan 3-4 % hematokrit (Hct) seorang kecuali bila perdarahan masih tetap berlangsung.

Indikasi pemberian tranfusi darah, diantaranya :

  1. Kehilangan darah akut dan subacut
  2. Anemia dengan gejala hemolitik masif
  3. Pemberian faktor koagulasi
  4. Tranfusi tukar pada kasus sickle cell anemia dan hemolytic disease of the newborn.

Pertimbangan tranfusi harus dengan pertimbangan klinis dan laboratorium. Tranfusi sel darah merah tidak boleh diberikan pada pasien anemia yang masih dapat diterapi selain dengan tranfusi darah.

Tranfusi darah juga tidak boleh diberikan hanya untuk tujuan mengganti volume darah, tekanan okontik, mempercepat penyembuhan luka dan perbaikan performa klinis.

Dalam perkembangannya tranfusi darah yang diberikan tidak saha berupa whole blood tetapi sudah berupa produk komponen-komponen darah yang terpisah dan diberikan sesuai indikasi.


KONTRAINDIKASI TRANFUSI DARAH

Kontraindikasi dari tranfusi darah, diantaranya :

  1. Acute pulmonary edema
  2. Congestive heart failure
  3. Pulmonary embolism
  4. Hipertensi maligna
  5. Hipercythemia
  6. Gagal ginjal kronis
  7. Alergi dan anafilaktik terhadap tranfusi darah

REFERENSI

Widayati, K. Hariadi. 2012. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UGM, Yogyakarta.

Rossi, EC. Et al. 2009. Rossi’a principles of tranfusion Medicine 4th edition, Willey Blackwell.

Baca Juga:  Muluscum Kontagiosum – Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

Madjpour C. Et al, 2005. Allogenic Red Cell Transfusion : Efficacy, Risks, Alternatives and Indications. British Journals of Anesthesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here