Bronkiolitis : Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

0
2269



Bronkiolitis adalah wheezing (mengi) pertama dengan infeksi virus pada saluran respirasi. Ciri khas dari bronkiolitis akut adalah inflamasi pada saluran respirasi dengan obstruksi airway yang dihasilkan dari pembengkakan dari bronkiolus kecil, dan menyebabkan aliran udara ekspirasi tidak adekuat.

Pada kasus berat bronkiolitis terjadi pada infamt, dimana airway menyempit dan imunitas masih imatur. Bronkiolitis sangat berpotensial mengancam jiwa. RSV adalah penyebab utama, diikuti frekuensi human metapneumovirus, parainfluenza virus, influenza virus, adenovirus, rhinovirus dan lebih jarang M. pneumonie.

Bronchitis viral mudah menular dan menyebar dengan kontak secret respirasi yang telah terinfeksi. Meskipun batuk menghasilkan aerosol, penularan melalui tangan yang terkontaminasi secret, juga sering menjadi transmisi atau agen penularan.


Epidemiologi

Bronkiolitis sering membuat anak dirawat dirumah sakit. Sekitar 50% anak, mengalami bronkiolitis pada usia 2 tahun kehidupan dengan puncaknya usia 2-6 bulan. Insidensi menurun drastis antara usia 1-5 tahun, setelah bronkiolitis tidak terjadi. Sekitar 10% anak sehat dengan bronkiolitis dan wheezing (mengi) membutuhkan hospitalisasi.

Anak mendapat infeksi setelah eksprosure dan terpapar anggota keluarga, yang menderita gejala infeksi saluran pernafasan atas. Di US, kejadian tertinggi pada musimdingin, dari bulan desember sampai maret. Anak laki-laki lebih sering terkena disbanding anak perempuan dengan rasio 1,5 dibanding 1.


Manifestasi Klinis

  1. Bronkiolitis disebabkan karena RSV mempunyai masa inkubasi 4-6 hari. Bronkiolitis klasik muncul secara progresif, mirip dengan common cold pada fase akut dengan gejala Batuk, coryza, dan rhinorea.
  2. Ini berlangsung 3-7 hari dengan nafas bersuara keras (kempresek), dan wheezing (mengi) yang terdengar jelas.
  3. Biasaya disertai demam grade rendah, dengan iritabilitas disertai sulit bernafas dan terlihat usaha nafas yang berat. Tanda apnea juga dapat ditemukan.
  4. Pemeriksaan fisik ditemukan obstruksi bronkeolus, fase ekspirasi memanjang, retraksi intercostal dengan kosta bawah masuk kedalam, retraksi suprasternal, dan air trapping denga hiperekspansi paru.
  5. Selama fase wheezing, perkusi dada didapatkan hipersonor, tetapi auskultasi biasanya ditemukan wheezing, dan crakel tergantung siklus bernafasnya.
  6. Pada kasus yang berat dapat ditemukan grunting (suara seperti mendengkur) dan cyanosis.

Ringkasan Artikel
Bronkiolitis : Gejala, Penyebab dan Tatalaksana
Judul Artikel
Bronkiolitis : Gejala, Penyebab dan Tatalaksana
Deskripsi
Bronkiolitis adalah wheezing (mengi) pertama dengan infeksi virus pada saluran respirasi. Ciri khas dari bronkiolitis akut adalah inflamasi pada saluran respirasi dengan obstruksi airway yang dihasilkan dari pembengkakan dari bronkiolus kecil, dan menyebabkan aliran udara ekspirasi tidak adekuat.
Author
Publisher Name
DokterMuslim
Publisher Logo
Baca Juga:  Sindrom Werewolf (Hipertrikosis) : Gejala, Pemeriksaan dan Tatalaksana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here