Hipernatremia (Gejala, Penyebab dan Tatalaksana)

0
5387

Hipernatremia adalah suatu keadaan hiperosmolalilas pada plasma dimana kadar natrium plasma melebihi 145 mmol/L. secara umum, hypernatremia disebabkan oleh hilangnya cairan tubuh, berkurangnya asupan cairan atau bertambahnya asupan natrium. Natrium sendiri erupakan komponen terbanyak dalam cairan ekstraseluler yang terbagi menjadi cairan intertisial dan cairan intravascular. Sedangkan di ruang intraseluler terbanyak adalah kalium.


Etiologi

Penyebab dari hipernatremia dapat kita bagi menjadi renal dan ekstrarenal. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut ini:

Renal EkstraRenal
Apabila kadar osmolalilas urin kurang dari 700-800 mOsm Apabila kadar osmolalitas Urin lebih dari 700-800 mOsm
Disebabkan oleh diuresis osmotic yakni pada pasien hiperglikemia, glukosuria dan pasien dengan diet tinggi protein atau mendapat infus Manitol. Disebabkan oleh diare osmotic, sekretorik, insensible water loss, demam, latihan fisik, paparan panas, luka bakar parah dan pasien dengan penggunaan ventilasi mekanik
Disebabkan oleh diuresis nonosmotik, ada penyakit diabetes insipidius sentralis, karena tumor, kongenital, post operasi intracranial dan idiopatik.

Juga penyakit diabetes insipidius nefrgenik karena kongenital seperti penggunan litium atau amfoterisin hiperkalsemia, hyperkalemia berat, malnutrisi protein, post obstruksi atau kehamilan.

Disebabkan karena masuknya asupan natrium seperti infus NaCl hipertonik, infus NaHCO3 dan asupan garam tinggi.
Pasien pengguna obat diuretic (loopdiuretik).

Tanda dan Gejala

Pada dasarnya hiponatremia menyebabkan hipertonisitas plasma sehingga cairan akan keluar dari sel termasuk sel saraf otak. Tanda dan gejala dari penyait ini diantaranya :

  1. Gangguan dan perubahan status mental, kelemahan, efisit neurologis fokal, penurunan kesadaran atau kejang.

  2. Sering diemui polyuria dan polidipsi (sering haus).

  3. Dapat juga bersifat asimtomatik.


Penegakkan Diagnosis

Penegakkan diagnosis hypernatremia meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik didasarkan pada tabel etiologi diatas. Pemeriksaan penunjang sangat dianjurkan untuk dilakukan untuk menilai volume urin dan osmolalitas urin.

Apabila volume urin kurang dari 500ml/hari dan osmolalitas lebh dari 800 mosmol/kg, diperkirakan kehilangan cairan berasal dari ekstrarenal atau pemberian cairan hipertonik.


Tatalaksana di Fasilitas Kesehatan Primer

Prinsip dari tatalaksana hipernatremia adalah dengan menghentikan hilangnya air berdasarkan penyebab yang mendasari dan mengoreksi deficit airnya.

Pemberian cairan paling aman melalui oral, yakni melalui selang Nasogastrik (NGT). Apabila tidakk memungkinkan, pemberian cairan dilakukan secara intravena.

Cairan yang digunakan adalah cairan hipotonik seperti NaCl 0,45% atau dextrose 5%. Setelah diberikan cairan, evaluasi dan pantau terus terutama apabila menggunakan dextrose 5%. Koreksi hiponatremia sebaiknya tidak lebih dari 15 mEq/L setiap harinya.

Perhitungan koreksi Hipernatremia
1. Defisit cairan – Estimasi kulah cairan total tubuh sebesar 50-60%.

– hitung deficit air : [(Natrium plasma – 140)/140]x jumlah total air dalam tubuh.

– hasil hitungan deficit air diberikan dalam 48-72 jam untuk menghindari terjadinya komplikasi neurologis.

2. Ongoing Water Loss (OWL) – Hitung Bersihan Air = Volume Urin x [1 – (Kadar Natrium Urin + (Kadar Kalium Urin/Kadar Natrium Serum))]
3. Insensibel Water Loss (IWL) 5-10 ml/kgBB/hari . lebih banyak pada pasien demam.
4. Jumlah IWL da OWL Diberikan setiap harinya.
Baca Juga:  Abruptio Plasenta (Solusio Plasenta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here