Hipokalemia (Gejala, EKG dan Tatalaksana)

0
4098

Hipokalemia adalah suatu keadaan dimana kadar kalium plasma dibawah 3,5 mEq/L. Hipokalemia sediri sering disebabkan karena tiga hal, pertama berkurangnya asupan, kedua masuknya ion Kalium ke dalam ruang intraseluler dan ketiga meningkatnya laju pembuangan kalium.


Etiologi

Penurunan Asupan – konsumsi air tanah

– Pada kelaparan

Redistribusi kedaam Sel – keracunan barium

– hipotermia

– alkalosis metabolic

– hipokalemik paraisis periodic

– penggnaan insulin, agonis B2 adrenergik atau antagonis alfa.

Peningkatan laju pembuangan penyebab nonrenal : keringat dan diare

penyebab renal : sindrom cushing, asidosis tubuler ginjal, ketoasidosis diabetic, hiperaldosteronisme, penggunaan diuretic dan diuresis osmotic.


Tanda dan gejala

Tanda dan gejala hipokalemia adalah tergantung dari terajat hipokalemianya. Sering muncul gejala apabila kadar kalium dibawah 3 mEq/L. derajatnya sebagai berikut :

Hypokalemia ringan – yakni kadar kalium antara 3 -3,5 mEq/L.

– seringnya pada fase ini masih asimtomatik (gejala belum terlihat)

Hypokalemia Sedang – yakni kadar kalium antara 2 – 3 mEq/L.

– gejala yang ditimbulkan berupa : lemas, myalgia, konstipasi.

– Apabila kadar Kalium dibawah 2,5 mEq/L dappat terjadi nekrosis otot.

– Pada pasien dengan gagal antung, hipertrofi ventrikel kiri, iskemia, dapat terjadi aritmia.

– EKG pada hipokalemia berupa : T Inverted, depresi segmen ST, PR memanjang dan QRS melebar.

Hypokalemia Berat – yakni kadar kalium dibawah 2 mEq/L.

– Gejala berupa gangguan pada otot pernafasan (distress pernafasan).


Tatalaksana di fasilitas Kesehatan Primer

Penanganan ini haruslah sesuai etiologi terkait. Pada dasarnya, tatalaksana hipokalemia berat akan beresiko tinggi menyebabkan aritmia dan akhirnya terjadi kematian terutama pada pasien dengan penyakit jantung.

Tatalaksana oral lebih dipilih dibandingkan jalur intravena karena menurunkan risiko teradinya hyperkalemia. Terdapat beberapa sediaan garam kalium oral untuk terapi hipokalemia ini, seperti :

  1. KCl (Kalium Klorida) : paling sering digunakan, tiap tablet KCl mengandung ion kalium sebanyak 20 mEq.
  2. KPO4 (Kalium Fosfat) : digunakan hanya pada hipokalemia disertai kehilangan fosfat.
  3. KHCO3 (Kalium Bikarbonat) : digunakan pada hipokalemia dengan asidosis metabolic.

Pada Saat melakukan koreksi hipokalemia, harus diperhatikan hal berikut ini, yaitu :

  1. Pemberian KCl sebaiknya tidak menggunakan cairan dextrose karena justru dapat memicu hipokalemia akibat sekresi insulin oleh dextrose.
  2. koreksi kalium intarvena cepat harus disertai dengan observasi EKG dan pemeriksaan neuromuscular.
  3. pemberian yang terlalu cepat atau dengan konsentrasi pekat dapat menyebabkan sclerosis vena

Untuk menaikan kadar kalium sebesar 1-1,5 mEq/L, perlu diberikan KCl 2-3 tablet (40-60 mEq). Sedangkkan pemberian 135-160 mEq dapa menaikkan kada kalium sebesar 2,5-3,5 mEq/L.

Kecepatan pemberian disarankan 10-20 mEq/jam. Untuk distress dan paralisis otot pernafasan atau aritmia, kecepatan pemberian dapat ditingatkan sampai 40-100 mEq/jam.

Pemberan kalium secara intravena sebaiknya KCl dilarutkan dalam NaCl.

  1. Vena Perifer : maksimal 60 mEq dalam 1000 ml, NaCl 0,9%.
  2. Vena Sentral : 20 mEq dalam 1000 ml, NaCl 0,9%.
Baca Juga:  Hipertiroid : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here