Resusitasi Jantung Paru Ibu Hamil

0
4242

Resusitasi Jantung Paru Ibu Hamil.

Resusitasi Jantung Paru pada Kehamilan sangat di perlukan untuk menolong ibu hamil yang membutuhkan pertolongan segera terkait gangguan aurway, breathing dan circulation. Skill ini harus di kuasai tenaga medis karena sifatnya mendasar. Langkah-langkah nya adalah :

  1. Periksa kesadaran ibu dengan cara memanggil dan cek respon ibu. Apabila tidak sadar lakukan langkah selanjutnya.
  2. Segera panggil bantuan berupa tenaga kesehatan lain atau ambulan.
  3. Untuk ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 20 Minggu (ditandai dengan uterus di atas umbilikus), maka miringkan ibu dalam posisi berbaring ke sisi kiri dengan sudut 15-30 derajat atau apabila tidak memungkinkan, dorong uterus ke sisi kiri.
  4. Bebaskan jalan nafas. Tengadahkan kepala ibu ke belakang (head tilt) dan angkat dagu (Chin lift), bersihkan benda asing di jalan nafas.
  5. Apabila ada sumbatan benda padat di jalan nafas segera ambil dengan jari atau berikan dorongan bagian tengah sternum (chest thrust). Jangan menekan procesus xiphoideus.
  6. Lakukan look, listen dan feel sambil menjaga jalan nafas terbuka. Periksa nafas ibu, lakukan cepat kurang dari 10 detik dengan cara mendekatkan kepala penolong ke wajah ibu. Yang di lihat gerakan dada, yang di dengar suara nafas dan yang di rasakan adalah aliran udara dari hidung atau mulut ibu.

Apabila ibu bernafas spontan, pertahankan posisi dan berikan oksigenasi sebagai tindakan suportif. Segera lanjutkan pemantauan untuk memastikan ibu bernafas normal.

  1. Apabila ibu tidak bernafas atau bernafas tetapi tidak normal, periksa pulsasi arteri karotis dengan cepat yakni tidak lebih dari 10 detik.

Apabila nadi teraba tetapi ibu tidak bernafas atau megap-megap (gasping), berikan ventilasi (bantuan nafas) menggunakan balon Singkil atau dari mulut ke mulut dengan alas seperti kain atau kasa sebanyak sekali setiap 5-6 detik. Pastikan volume nafas buatan cukup dan pengembangan dada terlihat baik. Lakukan pengecekan arteri karotis setiap 2 menit.

  1. Apabila nadi tidak teraba segera lakukan resusitasi Jantung Paru.

Resusitasi Jantung Paru pada ibu dengan usia kehamilan lebih dari 20 Minggu dilakukan dalam posisi miring kiri sebesar 15-30 derajat.

Penekanan dada di lakukan di pertengahan sternum dan. Kompresi dilakukan dengan cepat dan mantap, menekan sternum sedalam 5 cm dengan kecepatan 100-120x/menit.

Setelah melakukan 30 kompresi, buka kembali jalan nafas lalu berikan 2 kali ventilasi menggunakan balon Singkil atau mulut ke mulut dengan alas. Setiap ventilasi diberikan dalam waktu 1 detik dengan ventilasi yang cukup ditandai dengan dada mengembang baik.

Lanjutkan kompresi dada dengan ventilasi perbandingan 30:2.

Pasang jalur intravena 2 jalur menggunakan jarum ukuran besar, 16 atau 18 dan berikan cairan yang sesuai kebutuhan.

  1. Lakukan tindakan resusitasi Jantung Paru dan teruskan hingga:

Tim yang lebih ahli datang menangani pasien dan mengambil alih tindakan.

Tidak ada respon setelah 30 menit

Penolong kelelahan atau ibu menunjukkan tanda-tanda kembalinyabkesadaran misalnya dengan batuk, membuka mata, bicara atau bergerak secara sadar dan mulai bernafas normal. Pada keadaan tersebut lanjutkan tatalaksana dengan berikan oksigen, pasang jalur intravena dan lanjutkan observasi.

  1. Setelah masalah jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi teratasi segera pikirkan dan evaluasi penyebab hilangnya kesadaran ibu seperti karena penyakit jantung, perdarahan, eklamsia, syok anafilaktik dan lain-lain.
  2. Lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan USG abdomen untuk melihat perdarahan tersembunyi di intraabdomen dan segera rujuk ke fasilitas kesehatan yg lebih tinggi.
Baca Juga:  Kista Ovarium : Kenali Gejala, Pencegahan hingga Tatalaksananya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here