Penyebab Feses Berbusa : Gejala hingga Pengobatan

0
1458

Penyebab feses berbusa biasanya dipengaruhi oleh apa yang dimakan, penyakit yang diderita, dan pengobatan yang sedang dijalani. Pergerakan usus dapat menjadi petunjuk penting bagi kesehatan anda. Perubahan pada ukuran feses, bentuk dan isi dapat memberi kia petunjuk untuk mengidentifikasi berbagai penyakit seperti pankreatitis dan penyakit celiac.

Pada faktanya, identifikasi kelainan feses dapat menggunakan Bristol Stool Scale, untuk mengkategorikan tipe berbeda dari feses dan bagaimana intepretasinya. Adanya busa pada feses, sering berkaitan dengan sesuatu yang telah dimakan dan penyakit yang diderita. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca ulasannya berikut ini.

Penyebab Feses Berbusa

Feses terlihat berbusa juka terlalu banyak lemak dan mukosa pada feses. Cairan mukusa dapat terlihat seperti busa atau ditemukan pada feses berbusa. Beberapa mukus bersifat normal. Mukus akan membantu melancarkan feses dan melindungi usus, tetapi terlalu banyak musus dapat menjadi tanda adanya penyakit tertentu.

Malabsorbsi lemak dapat memicu steatorrhea, yang artinya terdapat banyak lemak pada feses. Lemak yang tidak terserap dengan baik menunjukkan tidak tercerna dengan baik. Gejala tambahan dari malabsorbsi meliputi :

  1. Feses lengket seperti berminyak
  2. Feses tampak pucat dan seperti lumpur
  3. Feses berbau busuk dan lembek

Steatorrhea adalah gejala beberapa penyakit seperti : pankreatitis, penggunaan obat tertentu, dan sistik fibrosis. Jika gejala anda disebabkan beberapa makana yang anda makan, maka segeralah ganti makanan anda. Jika gejala feses berbusa karena penyakit maka segeralah obati. Berikut penyebab feses berbusa berdasarkan penyakit:

  1. Giardiasis

Giardiasis adalah infeksi parasit giardia lambia yang memicu peradangan pada saluran cerna. Infeksi ini didapat dari air yang terkontaminasi, makanan yang terkontaminasi dan berenang. Parasit dapat menular antar orang terutama bila terpapar feses terinfeksi.

Baca Juga:  Fenilketonuria : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Gejala Giardiasis, seperti : kram perut, diare dengan bau busuk sekali, demam, mual dan pusing kepala.

Giardiasis biasanya dapat sembuh tanpa pengobatan sekitar 2 minggu. Tetapi jika gejala masih muncul, maka pemeriksaan feses dilakukan dan pengobatan diberikan antibiotik.

  1. Penyakit Celiac

Penyakit celiac adalah penyakit imunitas dimana seseorang dengan penyakit ini ketika makan makanan yang mengandung gluten, imunitas akan bereaksi dan merusak epitel sel usus halus. Ini juga menyebabkan malabsorbsi lemak dan memicu feses berbusa. Gluten adalah protein yang ditemukan pada gandum.

Penyakit ini terjadi pada keluarga dan terjadi pada sekitar 2.5 juta populasi di USA. Lebih dari 300 gejala berkaitan dengan penyakit ini. Gejalanya sangat luas dan berbeda antara dewasa dan anak-anak.

Gejala pada dewasa seperti : anemia, konstipasi, depresi, diare, lemah lesu, iritabilitas, nyeri sendi dan sariawan pada mulut.

Gejala pada anak-anak, seperti : pertumbuhan melambat, diare, lemah lesu, kehilangan nafsu makan, malnutrisi dan muntah.

Penyakit celiac ini biasanya didiagnosis menggunakan pemerisaan dara dan sering dengan pengambilan sampel feses. Pengobatan dengan menghindari makanan yang mengandung GLUTEN. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menjadi kronis.

  1. Pankreatitis

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas. Pankreas merupakan kelenjar pada sistem pencernaan yang mengatur kadar gula darah. Pankreatitis dapat terjadi akut dan sembuh dalam beberapa hari dan juga dapat kronis. Pankreatitis akut dan kronis membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pankreatitis kronik biasanya disertai dengan gangguan absorbsi lemak dan feses menjadi berlemak.

Seseorang dengan usia 30-40 tahun menjadi risiko tinggi terkena pankreatitis akut dan kronik dan keduanya sering terjadi pada laki-laki. Penyebab pastinya belum diketahui. Sering meminum alkohol, merokok, batu empedu, tindakan pembedahan perut dan sistik fibrosis adalah faktor risiko tersering.

Baca Juga:  Sindrom Nefritik : GlomeruloNefritis Akut Post-Streptococcal (GNAPS)

Gejala pankreatitis : mual dan muntah, diare, steatorrhea, nyeri pada perut bagian atas, diabetes, dan penurunan berat badan.

  1. Iritabel bowel Sindrom (IBS)

IBS atau irritabel bowel sindrom adalah penyakit fungsional pada usus besar, dimana usus tidak berfungsi dengan normal. Akibatnya konsistensi feses menjadi tidak normal. IBS ditemukan pada 10-15% populasi dewasa dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada laki-laki. Penyebab pastinya belum diketahui, namun dipercaya bahwa peran syaraf dan otot usus yang overaktif menjadi faktor risiko yang mendasari.

Gejala dari IBS ini diantaranya: kram dan nyeri perut, diare dan konstipasi, kembung perut, mudah buang gas, lemah lesu, feses berlendir dan sering buang air besar.

Pengobatan lini pertama IBS adalah memperbaiki pola makan. Anda harus menghindari makanan yang memicu terbentuknya gas, seperti kubis, minuman bersoda dan kacang-kacangan. Sebaiknya menghindari makanan yang mengandung GLUTEN juga.

Kapan harus periksa ke Dokter?

Jika feses tidak kembali dengan normal dalam beberapa hari, maka harap segera hubungi dokter. Banyak penyebab dari feses berbusa ini. Pemeriksaan fisik dan tes feses rutin diperlukan. Anda harus periksa terutama bila menemukan gejala seperti:

  1. Feses berbusa, berlendir dan berdarah
  2. Diare lebih dari 2 hari atau lebih dari 1 hari pada anak-anak
  3. Demam pada tubuh dimana suhu tubuh diatas 38.5 derajat celcius
  4. Terdapat nyeri akut dan persisten
  5. terdapat tanda bahaya diare anak

Intinya, feses berbusa biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Jika masih muncul, apalagi disertai gejala lain seperti lendir dan darah pada feses, maka segeralah periksa ke dokter terdekat anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here