Jenis-jenis Nistagmus

0
5072

A. Pengertian Nistagmus

Nistagmus adalah gerakan mata involunter, ritmis, bolak balik baik horizontal maupun vertikal atau berputar. Gerakannya bisa kecepatan tetap (osilasi) atau berbeda kecepatannya (jerky). Nistagmus kasar dapat kita amati dengan mata, tetapi nistagmus halus hanya bisa diamati dengan kacamata frenzel atau elektronystagmography.


[toc]


B. Jenis-jenis Nistagmus:

  1. Nistagmus spontan : nistagmus yang timbul dengan sendirinya, tanpa ada rangsangan dari luar.
  2. Nistagmus induced : nistagmus yang timbul setelah adanya rangsang dari luar, seperti fararadiasi, galvanisasi, putaran kursi, putaran alat optokinetik dan irigasi telinga.
  3. Nistagmus Gazed : nistagmus yang timbul akibat gerakan lirikan mata. Fase cepatnya sesuai arah lirikan mata dan dapat bersumber dari kelainan sistem vestibular sentral atau fisiologis.
  4. Nistagmus konginetal : nistagmus yang ada sejak lahir, dengan ciri konginetal, tidak ada keluhan vertigo atau ocillopsia atau konvervensi. Saat mata ditengah maka timbul nistagmus pendular, ketika melirik ke lateral, maka timbul berubah menjadi jerky.
  5. Nistagmus Manner : nistagmus yang diderita oleh pekerja tambang batubara akibat pekerjaannya yang sering melirik ke atas. Nistagmus akibat pekerjaan juga diderita petugas pengatur perjalanan kereta api, disebut nistagmus train dispatcher.
  6. Nistagmus seesaw : nistagmus gerakan bola kmata kanan berbeda dengan mata kiri, ritmis dan involunter. Ketika mata kanan bergerak ke atas maka mata kiri bergerak ke bawah mirip timbangan.
  7. Nistagmus rebound : nistagmus yang dapat dijumpai pada penderita penyakit kronis yang berhubungan dengan serebelum. Kekhususan nistagmus ini adalah bola mata dalam posisi sentral, tidak ada nistagmus. Pada saat meluruk ke kanan, timbul nistagmus ke kanan selama 10-20 detik, kemudian nistagmus iniberkurang atau menghilang sama sekali, bahkan berubah arah ke arah yang berlawanan. Bila dalam keadaan posisi mata berubah ke posisi netral nistagmus ke kiri yang mula-mula tidak timbul selama 10-20 detik, kemudian melemah.
Baca Juga:  Prosedur Bedah Tiroidektomi

Pergerakan bola mata ke kiri akan menimbulkan lagi nistagmus ke kiri selama 10-20 detik kemudian melemah, dan bilamana bola mata kembali ke posisi netral akan timbul nistagmus ke kanan dan seterusnya pergerakan bola mata ke kanan akan timbul nistagmus ke kanan lagi seperti awal dan seterusnya.

Pada setiap penderita dengan kecurigaan kelainan sentral diperiksa gaze test yang cermat selama kurang lebih 20 detik agar rebound nistagmus tidak lolos dari pengamatan.

  1. Nistagmus Periodic alternating : nistagmus persisten dari jenis horizontal atau horizontal-rotatory yang berganti-ganti arahnya pda interval tertentu. Interval perubahan ini dapat pendek (satu menit) atau lama (enam menit). Namun untuk satu penderita tertentu interval tersebut tetap.

Nistagmus yang mula-mula timbul ke satu arah terentu kian lama kian kuat kemudian melemah dan akhirnya berhenti sama sekali. Keadaan ini berulang lagi dengan sendirinya tetapi dengan arah yang berlawanan dengan sebelumnya dan seterusnya siklus semula terulang lagi.

Patofisiologi nistagmus ini belum jelas. Tetapi diduga berkiaitan dengan kelainan sentral dari sistem vestibular di daerah serebelum-medularis.

  1. Nistagmus upbeating : nistagmus yang timbul pada penderita pada saat melirik ke atas atau ke bawah dan jarang terlihat pada saat posisi mata sentral. Nistagmus ini perlu diperhatikan oleh karena selalu disebabkan oleh kelainan acquired (sehingga dapat diobati). Kelainnannya diduga dibagian atas dari pons/ mesencephalon misalnya sebgai akibat intoksikasi obat-obatan, defisiensi vitamin B1 (wernick encephalopathy) atau proses-proses didaerah fossa posterior.
  2. Nistagmus Downbeating : nistagmus yang timbul pada penderita bilamana penderita melirik ke kiri atau kekanan. Nistagus ini merupakan tanda penting dari kelainan di daerah medula oblongata atau medulo-cervical. Sering penyebabnya adalah penekanan arteria basilaris, arnold chiary malformation, meskipun setiap kelainan pada daerah tersebut dapat memberi gejala tersebut.
Baca Juga:  Reumatoid Artritis – Pemeriksaan Laboratorium dan Radiologis (Part. 3 of 4)

C. Internuclear Ophthalmoplegia

Penyakit ini disebabkan lesi di fascikulus longitudinalis medialis di antara formatio reticularis dengan inti nervus okulomotorius atau di antara formatio reticularis dengan inti nervus okulomotorius, atau antara inti nervus abdusen dengan nervus okulomotorius.

Kelainan ini dapat terjadi akibat lesi bilateral, seperti pada multiple sklerosis, dapat pula unilateral pada lesi vaskular lokal. Ada dua ciri spesifik dari gerakan mata penderita ini:

  • Nistagmus hanya terdapat pada mata yang mengadakan abduksi di saat melirik ke samping, sedangkan mata yang aduksi tidak.
  • Terlambatnya pergerakan mata yang melakukan gerakan aduksi dibandingkan denagn mata yang abduksi, pada saat mengadakan lirikan kesamping.
  • Kadang-kadang didapati nistagmus pada saat penderita melirik ke atas.

D. REFERENSI

Joesoef, AA. & Kusumastuti K. 2002. Neuro-otologi Klinis: Vertigo. Surabaya: Airlangga University Press
Kelompok Studi Vertigo PERDOSSI. 2012. Pedoman Tata Laksana Vertigo, Jakarta: PERDOSSI
PERDOSSI. 2000. Vertigo Patofisiologi, Diagnosis dan Terapi. Jakarta : Jansen Pharmaceuticals.
Sutarni, Ghazali, abdul Ghofir, 2015.  Bunga Rampai Vertigo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here