Cacar Air (Infeksi Varisela atau Chicken Pox)

0
1868

Cacar air adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan virus Varisela, atau VZV (Varisela Zooster Virus). Cacar air juga memiliki nama lain yaitu chicken pox. Infeksi ini sering menyerang anak-anak dimana gejala yang muncul, dicirikan dengan gatal, muncul ruam blister di seluruh tubuh. Infeksi ini biasanya sekali seumur hidup, dan sangat jarang infeksi ini terjadi lebih dari sekali. Untuk pencegahan, sejak tahun 1990an, vaksin untuk infeksi cacar air ini sudah ditemukan.

Apa yang menyebabkan infeksi ini?

Infeksi ini disebabkan virus varisela-zoster. Penularannya melalui kontak langsung terhadap penderita yang terinfeksi. Virus yang menginfeksi akan tinggal sebelum menimbulkan gejala. Untuk penularannya, tersering melalui : ludah, batuk, bersin dan kontak langsung dengan ruam (blister) dari penderita.

Untuk faktor risikonya, biasanya infeksi ini terjadi apalai pada yang kondisi imunitasnya belum sempurna seperti pada bayi baru lahir (imunitas mulai berfungsi bulan ketiga dari awal lahir), dan tidak adanya vaksinasi. Tetapi apabila seseorang sudah vaksinasi, mendapat imunitas dari ibu (pada bayi baru lahir), dan mengalami infeksi ini sebelumnya, resiko terjadi cacar air berkurang.

Resiko infeksi meningkat drastis terutama pada:

  1. kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi varisela
  2. usia dibawah 12 bulan
  3. anak terlalu lelah akibat aktifitas fisik di sekolah dan penitipan anak
  4. imunitas menurun drastic akibat penyakit dan penggunaan obat-obatan imunosupresan.

Bagaimana Gejala yang Terjadi di Infeksi Cacar Air?

Gejala yang dominan adalah adanya ruam di kulit. Ruam ini tidak langsung muncul. Biasanya sebelum muncul ruam, maka penderita akan mengalami beberapa gejala seperti demam, pusing dan kehilangan nafsu makan.

Setelah sekitar 2 hari munculnya gejala demam, pusing dan nafsu makan menurun, ruam kulit baru muncul. Ada beberapa fase dalam perkembangan lesi kulitnya. Fase tersebut diantaranya:

  1. Mulai berkembang lesi kulit berwarna kemerahan menonjol menutupi atau tersebar di seluruh tubuh penderita.
  2. benjolan berisi cairan dan dapat pecah.
  3. Benjolan ruam yang pecah dapat menjadi koreng, yang kemudian mengalami proses penyembuhan.
  4. Benjolan ruam di seluruh tubuh tersebut, tidak memiliki fase yang sama. Artinya perkembangannya sendiri-sendiri, dan munculnya koreng tidak berbarengan, pada akhirnya proses penyembuhannya pun tidak langsung bersama sama.
Baca Juga:  Erisipelas : Gejala, Ciri Khas Lesi dan Pengobatan [Lengkap]

Karateristik dan Klue pada Infeksi Varisela (Cacar Air):

  1. ruam dan lesi kulit bersifat polimorfik (berbagai bentuk dan ukuran), baik itu berupa macula, papul, vesikel dan krusta.
  2. lesi muncul dari wajah, kemudian menyebar ke seluruh badan, dan akhirnya menyebar ke ekstremitas baik tangan dan kaki.
  3. terdapat tanda khas lesi kulit “dew drop on rose petal” atau “tetesan embun pada bunga mawar” (lesinya seperti bening kemerahan).

Apa yang Harus kita lakukan apabila mendapati Infeksi Cacar Air?

Apabila kita mendapati infeksi seperti ini, maka anda harus memeriksakan ke dokter segera sebelum terjadi berbagai komplikasi. Anda diwajibkan membawa kedokter terutama apabila menemukan gejala seperti lesi kulit, demam, dan kondisi anak lemah. Apabila anda menderita infeksi terutama sebagai ibu yang melahirkan, maka jangan lupa memberitahu ke dokter.

Nantinya akan ditegakan diagnosis dengan pemeriksaan langsung ke ruam. Sangat jarang dilakukan pemeriksan laboratorium untuk mengkonfirmasi ruam kulit tersebut.

Biasanya, pertolongan yang tepat dan diagnosis yang tepat, akan membuat gejala cepat reda sebelum virus menyebar kemana-mana. Orangtua hendaknya mengawasi selama anak disekolah maupun saat bermain untuk mencegah infeksi virus.

Untuk pengobatan, sering digunakan obat golongan antihistamin dan salep topical ointment terutama ditemukan gatal. Anda dapat meminimalkan gatal dengan : mandi hangat, memakai losion, dan memakai pakaian yang lembut serta tipis.

Obat antiviral dapat diberikan terutama pada pasien risiko tinggi. Antiviral tidak dapat membunuh chickenpox, tetapi menurunkan gejala dan membuat penyembuhan lebih lama. Pilihan obat antiviral yang sering digunakan adalah : asiklovir dan valasiklofir.

Apa komplikasi dan hal yang kita khawatirkan apabila tidak diobati dengan tepat?

Komplikasi sering terjadi pada anak-anak, orang lanjut usia, wanita hamil dan penderita dengan penurunan imunitas. Komplikasi yang sering muncul diantaranya :

  1. ruam yang menyebar ke daerah mata
  2. ruam menjadi nyeri dan hangat dimana merupakan tanda terjadi infeksi bakteri
  3. ruam disertai dengan pusing berputar dan nafas menjadi pendek serta sesak.
Baca Juga:  Eritrasma : Gejala, Klue, dan Pengobatan [Lengkap]

Bagaimana Pencegahannya?

Pencegahan terbaik adalah dengan vaksinasi dimana terlah terbukti mencegah 90 anak menderita infeksi ini. Vaksinasi diberikan pada usia 12-15 bulan atau mengikuti jadwal vaksinasi yang dikeluarkan IDAI terbaru.

Vaksinasi booster diberikan antara usia 4-6 tahun. Seseorang yang belum divaksinasi dapat melakukan pencegahan dengan membatasi dan menghindari kontak dengan penderita.

Ringkasan Artikel
Cacar Air (Infeksi Varisela atau Chicken Pox)
Judul Artikel
Cacar Air (Infeksi Varisela atau Chicken Pox)
Deskripsi
Cacar air adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan virus Varisela, atau VZV (Varisela Zooster Virus). Cacar air juga memiliki nama lain yaitu chicken pox. Infeksi ini sering menyerang anak-anak dimana gejala yang muncul, dicirikan dengan gatal, muncul ruam blister di seluruh tubuh. Infeksi ini biasanya sekali seumur hidup, dan sangat jarang infeksi ini terjadi lebih dari sekali. Untuk pencegahan, sejak tahun 1990an, vaksin untuk infeksi cacar air ini sudah ditemukan.
Author
Publisher Name
DokterMuslim
Publisher Logo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here