Anemia Defisiensi Asam Folat (definisi, Gejala dan Tatalaksana)

0
3654

Anemia defisiensi asam folat adalah salah satu jenis anemia megaloblastik atau makrositosis yang ditandai dengan adanya peningkatan ukuran Eritrosit yang disebabkan oleh abnormalitas pada proses hematopoeisis akibat gangguan sintda DNA. Anemia jenis ini biasanya terjadi pada individu berusia lebih dari 40 tahun dan prevalensi nya meningkat seiring bertambahnya usia.


Etiologi

Anemia defisiensi asam folat dapat disebabkan karena malabsorbi seperti pada pecandu alkohol , dan nontropical sprue. Adanya kebutuhan yang meningkat seperti pada kehamilan, bayi dan pasien hemodialisis juga bisa menjadi penyebab terjadinya anemia jenis ini.

Penggunaan obat-obatan seperti penghambat sintesis DNA analog purin (6-tioguanin, azatriopin, 6-merkaptopurin, zidofudin) dan antagonis asam folat seperti metroteksat, pentamidin, trimetropin, triamterene, pirimetamin serta obat lain seperti primidon, feniton dan fenobarbital dapat juga menyebabkan anemia jenis ini.

Asupan asam folat yang kurang yakni kurang dari 3,6 ug/kgBB/hari untuk bayi, 3,3 ug/kgBB/hari untuk anak-anak, dan 3,1 ug/kgBB/hari untuk dewasa juga dapat menimbulkan anemia jenis ini. Kebutuhan minimal sebesar 50ug/hari dan didapat dari daging, susu dan sayuran hijau. Konsumsi alkohol dapat mengganggu metabolisme asam folat.


Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala anemia defisiensi asam folat hampir sama dengan keluhan anemia megaloblastik, yakni lemas, mudah lelah, nyeri kepala, pucat ditambah diare, glositis, keilosis. Pada anemia defisiensi asam folat tidak ditemukan abnormalitas neurologis , seperti halnya pada anemia defisiensi vitamin B12.


Penegakan Diagnosis

Penegakan Diagnosis anemia jenis ini dengan laboratorium dimana didapatkan penurunan kadar Hb, penurunan kadar folat serum.

Pemeriksaan kadar asam folat serum dibawah 4ng/ml dimana kadar normalnya 6-20ng/mL. Kadar asam folat serum yang rendah ini menunjukkan asupan yang berkurang dan dapat kita gunakan sebagai acuan untuk melihat respon terapi.

Pemeriksaan darah tepi didapatkan sel nya makrositik dengan MCV lebih dari 100 fl dan Neutrofil hiperpigmentasi.

Baca Juga:  Sindrom Uremikum Hemolitik (Gejala, Pemeriksaan dan Tatalaksana)


Diagnosis banding

Diagnosis banding dari anemia defisiensi asam folat adalah anemia defisiensi vitamin B12 /kobalamin (anemia pernisiosa). Pada anemia defisiensi Vitamin B12 didapati gangguan penyerapan vitamin B12 karena tidak adanya faktor intrinsik akibat atrofi mukosa atau destruksi sel parietal lambung.


Tatalaksana

Berikan suplementasi asam folat 1mg/hari oral. Dosis tinggi maksimal 5mg/hari diperlukan pada defisiensi folat karena malabsorbsi.

Pada dasarnya terapi berespon baik ditandai dengan proses retikulosktosis setelah 4hari yang diikuti dengan terkoreksinya anemia setelah 1-2 bulan kemudian.

Pada ibu hamil, defisiensi asam folat dapat menyebabkan aborsi spontan, malformask kongenital (neural tube defect) dan gangguan bicara pada saat anak dilahirkan.

Defisiensi asam folat juga dapat terjadi hipeehomosisteinemia dan berhubungan erat dengan penyakit aterosklerosis seperti pada akut coronary syndrom.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here