Jenis Atrial Fibrilasi : Gejala, EKG, dan Pengobatan

0
417

Jenis atrial Fibrilasi (AFib) meliputi atrial fibrilasi paroksismal, persisten, persisten long standing, dan permanen, serta klasifkasi lain dibagi menjadi akut dan kronis. Atrial fibrilasi adalah salah satu jenis aritmia, denyut jantung tidak beraturan, yang disebabkan tidak sinkron antara ventrikel dan atrium jantung baik segi elektrisitas dan kecepatannya.

Atrial fibrilasi dibagi menjadi akut dan kronis, tetapi pada tahun 2014 terdapat guideline terbaru dari ACC dan AHA dimana mengklasifikasikan atrial fibrilasi menjadi 4 jenis, diantaranya:

  • Atrial fibrilasi Paroksismal
  • Atrial Fibrilasi Persisten
  • Atrial Fibrilasi long-standing persisten
  • Atrial fibrilasi Permanen

Jenis Atrial Fibrilasi (AFib)

  1. AFib Paroksismal

Jenis paroksismal ini dapat muncul sendiri dan hilang sendiri. Ini bermula dan berakhir secara spontan. Denyut jantung tidak eratur terjadi setidaknya beberapa detik hingga mingguan. Kebanyakan episode tipe ini dapat menghilang dengan sendiri dalam 24 jam.

Atrial fibrilasi jenis ini dapat asimtomatis, berarti gejala jarang muncul. Pengobatan lini pertama pada paroksismal adalah perubahan gaya hidup, seperti menghindari minuman kafein, mengurangi stress dan mengkonsumsi obat.

  1. AFib Persisten

Atrial fibrilasi jenis persisten ini juga muncul spontan. Setidaknya muncul dalam 7 hari dan mingkin bisa hilang dan menetap. Cardioversi diperlukan, dimana mengembalikan ritme jantung dan menghentukan episode akut AFib jenis ini. Perubahan gaya hidup dan pengobatan medikamentosa dilakukan.

  1. AFib Long Standing persisten

Jenis ini dapat terjadi dalam tahunan tanpa interupsi. Ini sering berkaitan dengan kerusakan struktur jantung. Jenis AFib ini dapat menjadi sulit diobati. Medikamentosa bertujuan menjaga denyut jantung normal dan ritmenya. Tindakan invasif sering dilakukan seperti : Cardioversi elektrik, ablasi kateter, dan pemasangan pacemaker jantung.

  1. AFib Permanen

Atrial fibrilasi permanen biasanya berasal dari Atrial fibrilasi long standing yang tidak berespon dengan pengobatan dan denyut jantung atau ritmenya masih tidak normal. Pengobatan dapat dihentikan. Ini artinya janung pasien dapat mengalami fibrilasi selamanya. Berdasarkan penelitian, fibrilasi jenis ini akan memiliki gejala lebih berat, kualitas hidup berkurang dan meningkatkan risiko penyakit jantung lain.

Baca Juga:  Grave’s Disease (Struma Difus Toksik)

Perbandingan jenis Atrial Fibrilasi (AFib)

Perbedaan utama dari empat jenis Atrial fibrilasi adalah durasi episode. Gejala tidak unik pada jenis fibrilasi atau durasi episode. Beberapa orang tidak muncul gejala dalam waktu lama padahal fibrilasi terjadi, dan sebagian orang gejala muncul.

Tujuan dari pengobatan adalah mengembalikan denyut jantung ke ritme yang normal, menurunkan denyut jantung dan mencegah pembekuan darah yang memicu stroke. Obat pencegah pembekuan darah dan mengobati penyebab lain seperti penyakit jantung, gangguan tiroid, dan tekanan darah tinggi diperlukan. Pengobatan tergantung jenis atrial fibrilasi yang diderita. Berikut perbedaan berbagai jenis Atrial Fibrilasi, diantaranya:

Jenis Atrial Fibrilasi Episode Durasi Pengobatan
Paroksismal 2-7 hari ·Perubahan gaya hidup

·Medikamentosa untuk mengembalikan ritme dan detak jantung seperti beta blocker, calcium channel blocker (CCB), dan antiaritmia

·Anticoagulan untuk mencegah bekuan darah ketika Atrial fibrilasi kembali lagi

Peristen 7 hari hingga 1 tahun ·Perubahan gaya hidup

·Medika mentosa seperti Beta bloker, CCB dan antiaritmia

·Anticoagulan

·Cardioversi elektrik

·Kateter ablasi

·Pemasangan pacemaker jantung

Long standing persisten Kurang dari 12 bulan Pengobatan sama dengan tipe persisten
Permanen Lebih dari 1 tahun hingga selamanya ·Tidak membutuhkan pengobatan untuk mengembalikan ritme jantung

·CCB, betablocker dapat diberikan

·Pencegah pembekuan darah dan memperbaiki fungsi jantung dapat diberikan berupa anticoagulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here