Hiperkalemia (Gejala, EKG, dan Tatalaksana)

0
3556

Hiperkalemia adalah suatu keadaan dimana kadar kalium plasma diatas 5 mEq/L. Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa kadar normal kalium plasma adalah 3,5 – 5 mEq/L. pseudohiperkalemia adalah meningkatnya kadar kalium karena sel darah merah lisis seperti saat setelah dilakukan pungsi vena.


Etiologi

Menurunnya laju pembuangan ion Kalium oleh ginjal Lepasnya Ion Kalium dari ruang interaseluler.
– gagal ginjal

– berkurangnya volume sirkulasi

– hipoaldosteronisme

– penggunaan obat siklosporin

– defisiensi insulin

– hemolysis, sindrom lisis tumor dan rabdomiolisis

– asidosis metabolic bukan karena asidosis organic (ketoasidosis, asidosis laktat)

– defisiensi insulin


Tanda dan Gejala

Gejala yang sering ditimbulkan adalah kelemahan otot dan dapat memberat menjadi paralysis flaksid karena Hiperkalemia dapat menyebabkan depolarisasi parsial membrane sel. Kondisi ini juga dapat menimbulkan :

  1. Hipoventilasi juga sering terjadi yang melibatkan otot pernafasan.
  2. Asidosis metabolic terjadi karena pada hyperkalemia menghambat penyerapan NH3 sehingga ekskresi ion H+ menjadi berkurang.
  3. Kardiotoksik berupa asistol dan fibrilasi ventrikel.
  4. Pemeriksaan EKG : Gelombang T memuncak (Peaked T Waves), Interval PR memanjang, QRS melebar, dan gelombang P menghilang.


Tatalaksana di fasilitas Kesehatan Primer

Dalam tatalaksana hiperkalemia haruslah dilakukan koreksi kalium berdasarkan etiologi yang mendasarinya. Termasuk modifikasi diet, koreksi cairan berhati-hati dan pemberian mineralkortikoid eksogen.

Pada hiperkalemia berat (Kadar kalium lebih dari 7,5 mEq/L), harus dilakukan tatalaksana segera.

  1. stabilisasi miokardium : berikan Ca Glukonas 10 ml, dalam larutan 10% selama 2-3 menit. Apabila dalam 5-10 menit tidak terdapat perubahan EKG, maka pemberian dapat diulang.

  2. memindahkan kalium ekstraseluler ke intraseluler : Pertama, menggunakan insulin regular 10 – 20 Unit, ditambah glukosa 25 – 50 gram untuk memasukkan kalium kedalam ruang intrasel. Pada pasien gagal ginjal kronis dengan asidosis metabolic, berikan Natrium Bikarbonat intravena 50-150 mEq atau 3 ampul. Kedua menggunakan, inhalasi Beta Agonis, albuterol 20 mg dalam 4 ml cairan normal salin selama 10 menit, lama onset kerja sekitar 30 menit.

Untuk meningkatkan pembuangan kalium, dapat dilakukan :

  1. Pemberian diuretic, biasanya kombinasi loop diuretic dan thiazide. Furosemid lebih dari 40 mg.
  2. Pemberian Na Polistiren Sulfonat 20 – 50 gram dicampur 100 ml, sorbitol 20% untuk mencegah konstipasi.

Hemodialisa, dapat diindikasikan pada pasien dengan gagal gnjal atau hiperkalemia tidak berespon dengan terapi koreksi yang diberikan.

Baca Juga:  Infeksi Saluran Kemih Kronis : Gejala hingga Tatalaksana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here