Resusitasi Jantung Paru Anak / Bayi : Step by Step

0
588

Resusitasi Jantung paru anak dilakukan untuk menolong berbagai kejadian yang membahayakan pada anak seperti gagal nafas, gagal jantung, yang mengancam jiwa. Berikut tahapan yang bisa anda lakukan, dan jangan lupa untuk update guideline terbaru.

Resusitasi Jantung Paru Anak

Hubungi RS/Ambulan/Tim Emergensi

  1. Jika anda sendiri dengan anak dan bayi yang tidak berespon dan tidak bernafas, segera hubungi tim emergensi setelah 2 menit melakukan resusitasi jantung paru (CPR/RJP).
  2. Jika ada orang lain, maka mintalah orang tersebut memanggil tim Resuitasi terdekat yang memiliki AED (Defiblilator) dan mulailah CPR anda.
  3. Jika bayi dan anak tidak sadar, tetapi bernafas reguler maka tunggulah bantuan datang. Adanya nafas tidak membutuhkan CPR, tetapi jika gasping/ megap-megap dan tidak ada nafas, maka membutuhkan resusitasi CPR.

Langkah Resusitasi Jantung Paru Anak

  1. Cek kesadaran Bayi/anak

  • Pertama, pastikan anak aman di lingkungan sekitar.
  • Pegang anak dengan tanpa ragu
  • Panggil anak, apakah bisa mendengar saat di panggil
  • Lihat dengan cepat berbagai injuri, perdarahan dan masalah medis pada anak/bayi.
  1. Cek Pernafasan

  • Letakkan telinga anda di dekat mulut dan hidung anak. Apaka ada nafas di pipi dan pergerakan dinding dada.
  1. Lakukan Kompresi Dada

  • Jika tidak berespon dan tidak bernafas, lakukan langkah selanjutnya.
  • Secara hati-hati, letakkan anak dan angkat head tilt chin lift. Jika ada cidera spinal, maka jangan berakkan kepala.
  • Untuk bayi, letakkan 2 jari pada sternum. Untuk anak letakkan pangkal telapak tangan pada pusat dada sejajar puting. Lakukan kompresi penekanan dengan 1 jari dari atas ke bawah.
  • Untuk anak, tekan sekitar 2 inchi, dan jangan sampai menekan costa, karena mudah patah.
  • Untuk bayi, tekan sekitar 1 1,5 inchi atau sekitar 1/3 hingga 1/2 kedalaman dada.
  • Lakukan kompresi 30 kali, dengan kecepatan 100 kali setiap menit.
  • Periksa jika ada anak mulai bernafas dan lajutkan kompresi hingga tim emergensi datang.
  1. Lakukan Penanganan Nafas (Breathing)

  • Buka mulut, dengan head tilt chin lift dengan 1 jari. Jangan lakukan ini jika ada indikasi cidera spinal.
  • Untuk anak-anak, buka mulut, tutup hidung dan berikan nafas buatan
  • Untuk bayi, buka mulut dan hidung berikan nafas di mulut dan hidung.
  • Berikan 2 nafas, dan lanjutkan kompresi.
  1. Ulangi kompresi dan nafas buatan jika anak tidak bernafas

  • Berikan 2 nafas setiap 30 kompresi dada. Jika seseorang membantu anda, maka anda berikan 15 kompresi kemudian 2 nafas.
  • Lanjutkan siklus 30 kompresi dan 2 nafas sampai anak mulai bernafas dan atau bantuan datang.
  • Jika anda sendiri, maka lakukan CPR 2 menit dengan 5 siklus kompresi dan nafas.
  1. Gunakan Defiblilator (AED) segera jika sudah datang

  • Untuk anak usia 9 tahun atau dibawahnya, gunakan pediatrik AED, jika tidak ada maka dapat digunakan AED standar.
  • Hidupkan AED
  • Keringkan dada yang akan di pasang pads
  • Lakukan AED sesuai intruksi dan guideline
  • Lanjutkan kompresi dan AED hingga anak mulai bernafas.
Baca Juga:  Pertolongan Pertama Mimisan Hidung

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here