Menentukan Tanda Kehamilan Pasti dan Tidak Pasti

0
2464

Tanda kehamilan itu ada tanda kehamilan pasti dan tidak pasti. Menentukan seseorang itu hamil atau tidak merupakan salah satu kompetensi dokter yang harus dikuasai. Dalam penentuan diagnosis tersebut ada dua tanda yang dapat terjadi. Tanda tersebut terbagi menjadi tanda tidak pasti (Probable Sign), dan tanda Pasti kehamilan. Untuk lebih mengenal dan mengetahuinya, mari kita bahas kedua hal tersebut.


1.Tanda kehamilan tidak pasti (Probable Sign)

Tanda kehamilan tidak pasti meliputi ammenorhea, mual dan muntah, mastodinia, quickening, keluhan kencing, konstipasi, perubahan berat badan, peningkatan temperatur basal, perubahan warna kulit, perubahan payudara, dan perubahan pelvis.
a. Amenorhea
Ammenorhea adalah seorang pasien tidak haid seperti biasanya, padahal biasanya pada masa itu pasien tersebut haid. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh ketidak seimbangan hormonal di ovarium dan hipofisis. Selain itu juga dapat dipicu oleh stress, obat-obatan, dan penyakit kronis.
b. Mual dan Muntah
Mual dan muntah berarti pasien tersebut merasa timbul rasa tidak nyaman di daerah perutnya, dimana pasien merasa perut kembung, mual dan ingin memuntahkan sesuatu. Hal ini disebabkan karena peningkatan hormon estrogen dan beta HCG disertai penurunan motilitas gaster pagi hari. Gejala tersebut disebut morning sickness. Pada beberapa pasien juga dapat merasakan bau yang menusuk, emosi tidak stabil. Solusinya, karena pasien merasa mual dan muntah, maka perlu diberikan makanan ringan yang mudah dicerna agar tetap mendapat asupan makanan dan cairan bagi tubuhnya.
c. Mastodinia
Mastodinia adalah perasaaan kencang dan nyeri pada payudara. Pada pasien hamil, biasanya dirasakan keluhan ini, selain itu juga dirasakan payudara membesar. Hal ini ditimbulkan dari proliferasi sel acinus dan ductus di payudara disertai peningkatan suplai vaskularisasi di payudara.
d. Quickening
Quickening (kenceng-kenceng), dirasakan dimana ibu merasa ada gerakan janin. Quickening sendiri dapat dirasakan sekitar minggi ke 18-20 minggu pada primigravida, dan 16 minggu pada multigravida.
e. Urinasi
Keluhan kencing, pada ibu hamil sering merasakan senantiasa ingin berkemih baik diwaktu siang dan pagi hari atau dalam bahasa medis disebut urinasinya meningkat. Hal ini dapat terjadi karena adanya desakan uterus yang membesar dan terjadi tarikan ke kranial.
f. Konstipasi
Konstipasi, juga sering terjadi pada ibu hamil. Hal ini dapat terjadi karena adanya efek relaksasi dari progesteron pada tonus totot usus. Selain konstipasi, ibu juga dapat merasakan adanya perubahan pola makan. Yang biasanya dapat makan banyak, jadi sedikit. Yang biasaya suka makan asam, sekarang suka makan manis, dan lain sebagainya.
g. Peningkatan berat badan
Perubahan berat badan sering terjadi pada ibu hamil, dimana paling kelihatan pada usia kehamila 2-3 minggu. Penambahan berat badan dapat diperoleh dari “penambahan BB = ½ kg dalam 2 minggu”.

Baca Juga:  Vasa Previa
BMI prehamil Kg
Obese (>26) <7
Overweight (23-25) 7-11
Normal (19-23) 11,5-16
Rendah (<19) 12,5-18

h. Peningkatan temperatur basal
Peningkatan temperatur basal terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormonal. Biasanya terlihat setelah usia kehamilan pada minggu ke tiga.
i. Warna Kulit
Selama kehamilan, sering terjadi perubahan warna kulit pada ibu hamil. Perubahan tersebut diantaranya muncul kloasma yakni setelah minggu ke 16, warna areola menggelap, striagravidarum, muncul linea nigra, dan muncul teleangiektasis. Perubahan ini terkadi karena adanya stimulasi dari MSH yang disebabkan kadar estrogen yang tinggi.
j. Perubahan Payudara
Pada ibu hamil sering terjadi perubahan payudara dimana terdapat tuberkel yang menonjol  (Tuberkel Montgomery), mucul pada usia kehamilan 6-8 minggu. Terstimulasinya prolaktin dan hormon human Placental Lactogen, disertai sekresi kolustrum yakni terlihat pada usia kehamilan 16 minggu.
k. Perubahan Pelvis
Perubahan pelvis juga dapat terjadi, seperti chadwick sign, servic livid, adanya cairanputih di vagina,hegar sign dan lain sebagainya.
l. Tanda lainnya
Diantara tanda lainnya adalah adanya pembesaran perut dimaa terlihat setelah usia kehamilan 16 minggu, kemudian mulai muncul kontreaksi uterus, dan ditemukan balotemen yang dapat muncul di munggu ke 16-20 minggu usia kehamilan.


Beberapa yang telah kami sebutkan di atas merupakan tanda kehamilan tidak pasti yang dapat terjadi pada ibu hamil. Selain tanda tersebut, pada ibu hamil juga dapat terjadi perubahan pada cervic. Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan beberapa sign (tanda) yang khas, diantaranya :

  1. Tanda Chadwick, merupakan perubahan warna kebiruan atau ungu pada cervic, vagina, dan labia karena terjadi peningkatan vaskularisasi. Biasanya dapat muncul pada usia kehamilan 6-8 minggu.
  2. Tanda Goodel, merupakan tanda terjadinya perlunakan pada portio vaginalis cervic karena peningkatan vaskularisasi.
  3. Tanda Ladin, tanda ini terjadi ditandai dengan terjadi perlunakan pada bagian midline uterus pada bagian depan junction antara uterus dan cervic. Biasanya muncul pada minggu ke 6 usia kehamilan.
  4. Tanda Hegar, tanda ini dapat muncul dengan ditemukannya perlunakan pada segmen baah rahim (antara uterus dan cervic).
  5. Tanda McDonald, yakni ditandai dengan mudahnya corpus Uteri untuk difleksikan terhadap cervics.
  6. Tanda Van Fernwald, adalah tanda dimana terjadi perlunakan pada bagian fundus uteri setelah terjadinya implantasi. Tanda ini dapat muncul pada usia kehamilan 5-8 minggu.
  7. Tanda Piskacek, dimana terjadi pembesaran asimetris di tempat implantasi, yakni bagian tuba uterine bertemu dengan uterus dan cornu uteri.
Baca Juga:  Rumus Naegel : Menentukan Hari Perkiraan Lahir (HPL)

2. Tanda Kehamilan Pasti

Setelah kita mengetahui adanya tanda kehamilan tidak pasti, maka untuk menentukan ibu tersebut benar-benar hamil atau tidak, maka kita harus mencari dan mengenali tanda kehamilan pasti yang mungkin dapat terjadi pada ibu tersebut. Tanda kehamilan pasti diantaranya:
a. Denyut Jantung janin
Denyut jantung janin dapat kita rasakan dengan menggunakan alat. Kita dapat menggunakan doppler setelah usia kehamilan sekitar 12 minggu, sedangkan alat Laenec hanya bisa kita gunakan setelah usia 17-18 minggu usia kehamilan. Denyut Jantung Janin normalnya antara 120-160 x/menit.
b. Teraba Janin dengan Palpasi
Pada saat dilakukan palpasi yakni dengan meraba perut ibu maka akan ditemukan janin, dan palpasi ini dapat kita lakukan setelah bayi viabel, yakni setelah usia 22 minggu.
c. Rontgenografi
Dalam pemeriksaan Ronsgenografi akan menilai tampakan tulang yang dapat kita lihat pada usia 12-14 minggu.
d. USG (Ultrasonografi)
USG merupakan pemeriksaan yang paling aman dan paling dianjurkan. Pada pemeriksaan ini, dapat menilai gestasional sac, yakni pada usia 6 minggu, kemudian dapat menilai polus embrional pada usia 6-7 minggu, dan gerakan janin pada usia 8-9 minggu. Selain itu pada usia 9-10 minggu dapat kita nilai plasenta. Pada pemeriksaan USG ini kita juga dapat menilai adanya gemeli (bayi kembar), yakni bila ditemukan 2 gestational sac pada minggu ke 6 usia kehamilan.
e. ECG Fetus
Pemeriksaan ini dapat dilakukan di minggu ke 12 usia kehamilan, dengan fetalkardiografi..
f. Labolatorium
Tes labolatorium merupakan tes kehamilan yang sering dilakukan. Pada tes ini menilai inhibisi koagulasi dari antiHCG. Nama awam yang kita kenal tes ini adalah PP-test. Pada tes ini akan dicek HCG di Urin, dimana akan dapat positif pada minggu ke 6.

Baca Juga:  Keguguran : Jenis Aborsi hingga Pencegahannya

Demikian sedikit penjelasan terkait tanda kehamilan pasti dan tidak pasti. Yang terpenting adalah kita fahami dan dapat kita aplikasikan untuk menolong pasien. Saat berjumpa pasie kita tidak menjadi bingung. Pesan kami, silahkan sebarkan ilmu ini agar semakin mengalir manfaatnya. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.


Referensi :
Siswosudarmo Risanto, 2010. Obstetrik dan Ginekology
Hoffmen et al, 2011. Willams Obstetric 23 edition

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here