APGAR Score (Pemeriksaan dan Intepretasi)

Skor APGAR, penilaian APGAR dan Intepretasi APGAR

0
1890

APGAR score dinilai untuk melihat adanya asfiksi pada bayi dan dilakukan sebelum melakukan resusitasi neonatal (neorest). Pemeriksaan APGAR dilakukan cepat, didasarkan respon fisiologis dari proses kelahiran dan merupakan metode terbaik untuk menentuka bayi membutuhkan resusitasi atau tidak.


Pemeriksaan APGAR

Pemeriksan APGAR segera dilakukan kepada bayi baru lahir sebelum melakukan resusitasi neonatal. Pemeriksaan ini harus cepat, dan tidak boleh berfikir lama, artinya skor ini harus sudah dihafal diluar kepala tanpa berfikir ataupun membuka buku/referensi.

Pemeriksaan ini harus menggunakan sarung tangan steril. Pemeriksaan denyut jantung dapat menggunakan stetoskop yang diarahkan pada SIC 5 linea midclavicularis sinistra pada icitus cordis bayi atau dengan memegang umbilicus bayi. Pengukuran respirasi rate dilihat respon menangisnya.

Skor tersebut diantaranya :

Skor APGAR
Tanda Poin
1 2
Frekuensi Denyut Jantung (HR) Kurang dari 100x/menit Lebih dari 100x/menit
Respirasi Rate Tidak ada Menangis lemah Menangis kencang
Tonus otot Tidak ada Beberapa ekstremitas fleksi Tangan, kaki fleksi dengan baik
Reflex iritabilitas Tidak ada Beberapa gerakan Menangis, dan dapat menarik tangan (withdrawl)
Warna kulit tubuh bayi biru Tubuh pink, ekstremitas biru Pink diseluruh tubuh


Intepretasi APGAR Score

  1. Selama interval 1-5 menit setelah kelahiran, masing-masing 5 parameter fisiologis diamati oleh pemeriksa dokter atau tenaga medis lainnya. infant dengan full term, dengan system adaptasi kardiovaskuler normal harus memiliki skor 8-9 dalam 1-5 menit.
  2. APGAR score 4-7, memerlukan perhatian khusus untuk menentukan apakah status infant akan membaik dan juga menegaskan apakah terdapat kondisi patologis selama proses persalinan.
  3. APGAR score 0-3 menunjukkan adanya cardiopulmonary arrest atau kondisi yang disebabkan bradikardia, hipoventilasi, dan depresi dari CNS.
  4. Kebanyakan rendahnya nilai APGAR score disebabkan sulitnya mendapat ventilasi yang adequate (cukup) dan tidak karena penyakit kardiovaskuler.
  5. Pada nilai APGAR 0-3 juga dapat menunjukkan adanya asfiksia berat pada bayi, yang dapat menimbulkan kerusakan system syaraf yang bermanifestasi asidosis fetal (pH kurang dari 7), kejang, koma, hipotonus dan multiorgan dysfunction.
  6. Rendahnya nilai APGAR dapat disebabkan fetal hipoksia atau factor lainnya.
  7. Kebanyakan kasus dengan rendahnya nilai APGAR berespon terhadap ventilasi dengan facemask (sungkup) atau intubasi endotracheal, dan biasanya tidak membutuhkan obat emergensi.
Baca Juga:  Difteri pada orang dewasa : Gejala hingga Imunisasi Pencegahan

Referensi

Kliegman RM, Marcdante KJ, Jenson H, 2006. Nelson : Essentials of Pediatrics 5th edition, International Edition, Elsevier Saunders : Philadelpia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here