Bronkiolitis : Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

0
2509



Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium rutin, mempunyai spesifitas yang kurang untuk mendiagnosis bronkiolitis dan tidak dibutuhkan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Leukositosis ringan ( 12.000-16.000/uL) sering muncul tetapi tidak spesifik.

Pada kasus berat, disarankan pemeriksaan analisis pertukaran udara. Pemeriksaan visual terkait oksigenasi, dapat ditunjang dengan pemeriksaan analisis gas darah. Pulse oksimetri digunakan untuk memonitor saturasi oksigen.

Pemeriksaan visual dan pemantauan kardiorespiratori pada anak dibutuhkan karena gagal nafas dapat terjadi pada anak dengan kondisi sangat lemah, meskipun analisis gas darahnya masih bagus (dapat mengkompensasi) dan tidak terdapat tanda bahaya.

Tes antigen (biasanya imunoflouresen dan ELISA) dari secret nasofaring untuk RSV, virus parainfluenza, virus influenza danadenovirus sangat sensitive untuk mengkonfirmasi infeksi. Diagnosis rapid viral juga dilakukan dengan PCR dan membantu untuk anak dengan berbagai infeksi.

Radiografi dada, menunjukkan tanda hiperekspansi paru, termasuk peningkatan radiolusensi dan flattened atau pendataran atau penurunan diafragma. Lapang paru terlihat normal, dan dapat menunjukkan peningkatan densitas, dimana menunjukkan viral pneumonia dan atelectasis local.


Diferensial Diagnosis

Diferensial diagnosis dari bronkiolitis adalah untuk membedakan penuakit lain yang gejalanya juga wheezing. Ini mungkin sulit dibedakan pada asma pada pemeriksaan fisik, tetapi usia muda, ada demam dan tidak ada riwayat asma keluarga adalah kuncinya.

Bronkiolitis terjadi pada lima tahun usia, dan disertai demam, sedangkan asma biasanya terjad pada anak lebih tua dan disertai episode wheezing, dan tidak ada demam, serta ada pemicu serangan asma.

Wheezing juga terdapat pada kasus lain seperti benda asing di saluran nadas, congenital airway obstruction, sistik fibrosis, eksaserbasi bronkopulmonal dysplasia, pneumonia viral dan bacterial. Asma kardiogenik dengan bronkiolitis, adalah wheezing disertai kongesti paru sekunder dari sisi kiri jantung.

Wheezing berkaitan dengan GERD (gastroesofageal refluks disease) dapat terjadi dan biasanya disertai emesis. Sistik fibrosis akan menjadi pertumbuhan terganggu dan diare kronis. Adanya area fokal pada radiologi thoraks menandakan benda asing.

Ringkasan Artikel
Bronkiolitis : Gejala, Penyebab dan Tatalaksana
Judul Artikel
Bronkiolitis : Gejala, Penyebab dan Tatalaksana
Deskripsi
Bronkiolitis adalah wheezing (mengi) pertama dengan infeksi virus pada saluran respirasi. Ciri khas dari bronkiolitis akut adalah inflamasi pada saluran respirasi dengan obstruksi airway yang dihasilkan dari pembengkakan dari bronkiolus kecil, dan menyebabkan aliran udara ekspirasi tidak adekuat.
Author
Publisher Name
DokterMuslim
Publisher Logo
Baca Juga:  Blefaritis - Gejala, Penyebab dan Tatalaksana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here